Dampak Memakan Hasil Pendapatan dari Riba

Last Updated: 7 October 2025, 22:04

Bagikan:

dampak riba
Foto: UNSPLASH / Allef Vinicius
Table of Contents

Dampak Riba – Riba menjadi salah satu praktik keuangan yang secara tegas dilarang dalam ajaran Islam. Dalam konteks modern, riba sering muncul dalam berbagai bentuk, seperti bunga pinjaman atau keuntungan yang diperoleh tanpa adanya aktivitas produktif. Meski tampak menguntungkan secara material, Islam menegaskan bahwa harta hasil riba tidak membawa keberkahan bagi pemiliknya (UIN Satu Tulungagung, 2025).

Fenomena masyarakat yang masih bergantung pada sistem riba menunjukkan kurangnya pemahaman tentang bahaya spiritual dan sosial yang ditimbulkannya. Selain mengikis keberkahan harta, riba juga berdampak pada stabilitas ekonomi dan moral masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami secara mendalam dampak negatif dari memakan hasil pendapatan riba (Detik, 2025).


Larangan Riba dalam Islam

Dasar Hukum dan Prinsip

Menurut UIN Satu Tulungagung (2025), larangan riba telah ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 275 menegaskan bahwa orang yang memakan riba tidak akan berdiri melainkan seperti orang yang kerasukan setan. Larangan ini menunjukkan betapa seriusnya dampak moral dan spiritual yang ditimbulkan oleh praktik riba.

Selain itu, Islam memandang riba sebagai bentuk ketidakadilan ekonomi karena menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain tanpa dasar transaksi yang sah (BigAlpha, 2025). Oleh sebab itu, Islam menekankan keadilan dan keseimbangan dalam aktivitas ekonomi.


Dampak Memakan Harta Riba

1. Hilangnya Keberkahan Harta

Harta yang diperoleh dari hasil riba tidak memiliki keberkahan. Menurut Detik (2025), meskipun secara nominal meningkat, harta tersebut justru membawa kesempitan batin dan ketidaktenangan hidup. Banyak ulama menyebutkan bahwa riba dapat menjadi penyebab hilangnya nilai keberkahan dalam rezeki seseorang.

2. Kerusakan Moral dan Sosial

Praktik riba dapat mengikis nilai moral dalam masyarakat. Individu yang terbiasa memperoleh keuntungan tanpa usaha cenderung mengembangkan sikap egois dan konsumtif (BigAlpha, 2025). Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memunculkan ketimpangan sosial dan menurunkan rasa solidaritas antar umat.

3. Ancaman Spiritual

Dari sisi spiritual, orang yang memakan hasil riba akan jauh dari keberkahan dan rahmat Allah SWT. UIN Satu Tulungagung (2025) menjelaskan bahwa dosa riba termasuk dalam kategori dosa besar yang mengundang kemurkaan Allah. Hal ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam untuk menjauhi segala bentuk praktik yang mengandung unsur riba.


Baca juga: Cara Menjaga Keamanan Akun Email dan Akun Digital


Alternatif dan Solusi

Pembiayaan Syariah Sebagai Jalan Keluar

Sebagai solusi, umat Islam dapat beralih pada sistem pembiayaan syariah yang bebas dari unsur riba. Menurut BigAlpha (2025), pembiayaan syariah menekankan prinsip bagi hasil dan keadilan, di mana keuntungan dan risiko dibagi secara proporsional antara pihak-pihak yang terlibat.

Selain itu, kesadaran masyarakat tentang literasi keuangan syariah perlu ditingkatkan agar mereka dapat memahami perbedaan antara bunga konvensional dan keuntungan halal berdasarkan akad syariah (Detik, 2025).


Penutup

Dampak dari memakan hasil pendapatan riba sangat luas, mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial. Islam menegaskan bahwa harta hasil riba tidak akan membawa keberkahan dan bahkan bisa menjadi penyebab kehancuran moral manusia.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk berhati-hati dalam mencari rezeki dan memastikan bahwa sumber penghasilan yang diperoleh sesuai dengan prinsip syariah. Untuk informasi menarik lainnya tentang ekonomi syariah dan kehidupan Islami, kunjungi berita-berita terbaru di Garap Media.


Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /