Kelebihan Protein pada Anak – Sering kali tidak disadari oleh orang tua yang berusaha memenuhi kebutuhan gizi buah hatinya. Padahal, sebagian besar jaringan tubuh seperti tulang, otot, kulit, dan organ tersusun dari asam amino, hasil metabolisme protein yang penting bagi pertumbuhan. Protein juga berperan besar dalam produksi hormon dan enzim yang menunjang fungsi tubuh anak.
Namun, meski dibutuhkan dalam jumlah cukup besar, asupan protein yang berlebihan dapat berdampak negatif. Kelebihan protein dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh dan membebani kerja ginjal. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Rekomendasi Asupan Protein untuk Anak
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 telah menetapkan batas rekomendasi asupan protein harian. Jumlah protein yang dibutuhkan setiap anak berbeda tergantung pada usia dan aktivitas fisiknya.
- Anak usia 1 – 6 tahun: 20 – 25 gram per hari
- Anak usia 7 – 9 tahun: 35 – 40 gram per hari
- Remaja: 60 – 75 gram per hari
Anak yang aktif atau sedang dalam masa pertumbuhan cepat mungkin memerlukan sedikit tambahan protein, tetapi tetap harus diawasi agar tidak berlebihan. Sebaliknya, anak dengan gangguan ginjal perlu membatasi asupan protein untuk mencegah kerusakan organ yang lebih parah.
Sumber protein terbaik berasal dari makanan yang beragam, baik hewani seperti ikan dan telur, maupun nabati seperti tahu, tempe, serta kacang-kacangan. Pola makan seimbang akan membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa menimbulkan risiko kesehatan (Alodokter, 2024).
Dampak Kelebihan Protein pada Anak
1. Obesitas
Asupan kelebihan protein dapat menyebabkan surplus kalori yang disimpan sebagai lemak jika tidak digunakan sebagai energi. Anak yang sering mengonsumsi makanan tinggi protein seperti daging berlemak atau susu tinggi lemak berisiko mengalami obesitas, terutama jika kurang bergerak.
2. Gangguan dan Kerusakan Organ
Kelebihan protein dapat membebani organ tubuh, terutama ginjal dan hati. Ginjal harus bekerja keras untuk menyaring sisa metabolisme seperti urea dan nitrogen. Jika terjadi terus-menerus, risiko batu ginjal dan penurunan fungsi ginjal akan meningkat. Selain itu, penumpukan nitrogen juga dapat menghambat proses pembuangan racun dalam tubuh.
3. Penurunan Daya Tahan Tubuh
Konsumsi protein berlebih dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi karena tubuh lebih fokus mencerna protein dibandingkan menyerap vitamin dan mineral penting lainnya. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh anak bisa menurun dan lebih mudah terserang penyakit.
4. Gangguan pada Tulang
Kelebihan protein dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran kalsium melalui urine, sehingga kepadatan tulang menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat tulang anak lebih rapuh dan mudah patah.
5. Risiko Penyakit Kardiovaskular
Banyak sumber protein hewani seperti daging merah dan jeroan yang mengandung lemak jenuh tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memicu risiko penyakit jantung serta stroke di masa depan (Alodokter, 2024; Halodoc, 2022).
Cara Mencegah Kelebihan Protein pada Anak
Untuk mencegah kelebihan protein, orang tua perlu memperhatikan keseimbangan gizi anak. Pastikan porsi protein tidak berlebihan dan diimbangi dengan karbohidrat, lemak sehat, serta serat dari sayur dan buah. Pilih sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe. Hindari penggunaan suplemen protein kecuali atas anjuran dokter atau ahli gizi. Pemantauan berat badan dan kesehatan anak secara berkala juga penting untuk memastikan asupan gizinya tetap seimbang. Jika anak menunjukkan tanda-tanda seperti kelelahan, gangguan pencernaan, atau mudah haus, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk evaluasi pola makan.
Baca juga: Dampak Mengejutkan Tubuh Jika Terlalu Banyak Protein
Penutup
Kelebihan protein bukan hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan anak secara serius. Dari risiko obesitas hingga gangguan ginjal, efeknya bisa muncul dalam jangka panjang bila tidak dikontrol. Karena itu, pastikan kebutuhan protein anak terpenuhi dengan porsi yang tepat dan seimbang.
Untuk informasi dan berita menarik lainnya seputar kesehatan, gizi, serta gaya hidup anak dan keluarga, baca berita terbaru hanya di Garap Media.
Referensi:
- Alodokter. (2024). Kelebihan Protein, Ini Akibatnya bagi Tubuh. Retrieved from https://www.alodokter.com/tubuh-kelebihan-protein-ini-akibatnya
- Halodoc. (2022). 4 Dampak yang Terjadi Saat Anak Kelebihan Protein. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/4-dampak-yang-terjadi-saat-anak-kelebihan-protein
