Crystal Palace vs Bournemouth – Pertandingan Crystal Palace vs Bournemouth di Stadion Selhurst Park menghadirkan drama luar biasa dengan skor akhir 3-3.
Dilansir dari Antara News, Bournemouth tampil memukau di babak pertama lewat dua gol dari pemain muda berusia 19 tahun, Eli Junior Kroupi.
Gol pertama tercipta di menit ke-6 lewat sundulan tajam Kroupi dari situasi sepak pojok.
Ia kembali menggandakan keunggulan pada menit ke-37 setelah memanfaatkan kesalahan bek Marc Guehi yang gagal menyapu bola dengan sempurna.
Gol keduanya membawa tim tamu memimpin 2-0 hingga babak pertama usai. Seperti dikabarkan Mistar.id, Palace tampak tertekan dan kesulitan menjaga konsentrasi di lini pertahanan.
Bournemouth tampil lebih efektif dengan pressing tinggi dan transisi cepat yang membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Masuknya Eddie Nketiah Ubah Wajah Permainan Crystal Palace
Memasuki babak kedua, pelatih Oliver Glasner melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Eddie Nketiah menggantikan Yeremy Pino pada menit ke-64. Perubahan itu langsung berdampak besar terhadap ritme permainan.
Beberapa detik setelah masuknya Nketiah, Palace memperkecil ketertinggalan melalui gol Jean-Philippe Mateta yang memanfaatkan umpan matang dari Daniel Muñoz. Lima menit kemudian, kerja sama yang sama kembali menghasilkan gol kedua Mateta.
Dilansir dari Antara News, kedua gol cepat itu menghidupkan semangat para pendukung di Selhurst Park. Skor berubah menjadi 2-2 dan atmosfer stadion semakin bergemuruh. Bournemouth yang semula mendominasi kini mulai kehilangan kendali permainan.
Ryan Christie Bawa Bournemouth Kembali Unggul di Menit ke-89
Setelah serangan bertubi-tubi dari Palace, Bournemouth mulai kembali menemukan irama permainan. Menit ke-89 menjadi momen penting ketika Ryan Christie mencetak gol untuk mengembalikan keunggulan tim tamu.
Gol itu tercipta melalui umpan tarik Marcus Tavernier dari sisi kiri yang disambut dengan tendangan keras Christie ke gawang Dean Henderson.

Menurut laporan Mistar.id, gol ini seolah memastikan kemenangan bagi Bournemouth. Secara matematis, hasil 3-2 bahkan sempat menempatkan mereka di posisi puncak klasemen sementara dengan 17 poin. Namun, harapan itu sirna dalam waktu singkat.
Drama Penalti di Menit 97 dan Hattrick Mateta
Ketegangan mencapai puncaknya di masa tambahan waktu. Wasit menunjuk titik putih setelah Marc Guehi dijatuhkan oleh Bafodé Diakité di area penalti Bournemouth.
Setelah pemeriksaan panjang menggunakan VAR, keputusan tetap: penalti untuk Crystal Palace. Dilansir dari Mistar.id, Jean-Philippe Mateta maju sebagai eksekutor dengan tenang.
Ia menipu kiper Djordje Petrovic dan mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang. Gol itu tercipta pada menit ke-97 dan menjadi hattrick pertamanya musim ini.
Aksi tersebut menyelamatkan Palace dari kekalahan di kandang sendiri. Skor akhir 3-3 pun menutup laga penuh drama, emosi, dan determinasi tinggi dari kedua tim.
Baca juga: Kemenangan Bersejarah! Analisis Taktik ‘Samurai Biru’ saat Jepang Tumbangkan Brasil 3-2
Statistik dan Performa Kunci dari Kedua Tim
Crystal Palace menunjukkan dominasi penguasaan bola dengan 56 persen, sementara Bournemouth mencatat 44 persen. Keduanya sama-sama agresif dengan masing-masing 12 tembakan tepat sasaran.
Menurut data yang dilansir dari Antara News, Mateta menjadi pemain paling menonjol dengan tiga gol, delapan percobaan tembakan, dan satu penalti sukses.
Performanya bukan hanya menyelamatkan satu poin bagi Palace, tetapi juga memperkuat statusnya sebagai salah satu striker paling berbahaya di Premier League.
Sementara itu, Bournemouth patut mendapat pujian atas efektivitas serangan cepat mereka. Pemain muda seperti Eli Junior Kroupi menunjukkan potensi besar dengan dua gol dan pergerakan dinamis yang kerap merepotkan pertahanan lawan.

Mental Kuat Palace dan Fokus yang Luntur dari Bournemouth
Crystal Palace pantas disebut tim dengan mental tangguh. Meski tertinggal dua gol, mereka mampu bangkit berkat determinasi tinggi dan perubahan taktik yang tepat.
Kolaborasi antara Mateta, Muñoz, dan Daichi Kamada menjadi penggerak utama kebangkitan mereka.
Sebaliknya, Bournemouth harus belajar menjaga fokus hingga akhir laga. Tim asuhan Andoni Iraola sempat unggul dua kali, namun gagal mempertahankan keunggulan karena kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial.
Dilansir dari Mistar.id, pelatih Glasner mengapresiasi semangat juang timnya yang pantang menyerah hingga peluit panjang. Ia menyebut hasil imbang ini sebagai “poin penting yang diraih dengan usaha maksimal.”
Baca juga: Eksperimen Taktik Kluivert yang Tak Berjalan Baik
Atmosfer Panas di Selhurst Park dan Dukungan Suporter
Selhurst Park menjadi saksi bagaimana dukungan suporter berperan besar dalam kebangkitan Crystal Palace. Sorakan dan chant dari tribun terdengar nyaring sepanjang laga.
Meski sempat frustrasi di babak pertama, para pendukung tetap memberikan energi positif yang memotivasi para pemain.
Kedua tim menunjukkan sportivitas tinggi, bahkan pemain Bournemouth mendapat tepuk tangan dari fans tuan rumah setelah peluit akhir dibunyikan.
