Crocodile Skink, Kadal Papua Mirip Dinosaurus dengan Perilaku Langka

Last Updated: 19 October 2025, 18:38

Bagikan:

eunikan crocodile skink dengan mata oranye dan sisik keras menyerupai dinosaurus mini asal Papua yang memikat para pecinta reptil. Sumber gambar: Animalia
Table of Contents

Crocodile Skink, Kadal Papua Mirip Dinosaurus dengan Perilaku Langka

Crocodile skink (Tribolonotus gracilis) adalah salah satu reptil eksotis yang menarik perhatian dunia karena penampilannya yang mirip dinosaurus mini. Spesies ini berasal dari kawasan hutan hujan tropis Papua dan Papua Nugini, dua wilayah yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati luar biasa (blog.wcs.org, 2018). Dengan sisik keras menyerupai pelindung dan mata berwarna oranye menyala, kadal ini menjadi favorit bagi penggemar reptil di seluruh dunia (ReptileTalk, n.d.).

Selain tampilannya yang unik, crocodile skink juga memiliki perilaku langka. Spesies ini dikenal menunjukkan perilaku pengasuhan terhadap telur dan anaknya, sesuatu yang jarang ditemukan pada jenis kadal lain (journals.ku.edu, 2017). Hal ini menjadikannya salah satu reptil kecil dengan karakteristik yang mengagumkan.


Ciri Fisik Crocodile Skink

Crocodile skink memiliki panjang tubuh sekitar 18–22 cm, dengan kulit berwarna cokelat gelap dan sisik keras di sepanjang punggung. Deretan sisik menyerupai zirah inilah yang membuatnya dijuluki “kadal buaya”. Bagian matanya berwarna oranye terang yang kontras dengan tubuhnya, memberikan kesan tajam dan prasejarah (ReptileTalk, n.d.).

Selain itu, crocodile skink termasuk dalam genus Tribolonotus yang terdiri dari beberapa spesies dengan ciri khas serupa. Namun, Tribolonotus gracilis menjadi yang paling populer karena penyebarannya di Papua dan sifatnya yang mudah dikenali.


Habitat dan Kebiasaan Hidup Crocodile Skink

Hewan ini hidup di area lembap di lantai hutan hujan tropis. Mereka sering ditemukan bersembunyi di bawah dedaunan, batang kayu busuk, atau lumut yang lembap (blog.wcs.org, 2018). Habitat seperti ini penting untuk menjaga kelembapan tubuhnya karena kulitnya tidak tahan terhadap kondisi kering.

Crocodile skink merupakan spesies insektivora yang mengonsumsi serangga kecil seperti jangkrik dan cacing tanah. Peneliti juga menemukan bahwa hewan ini bisa beradaptasi dengan baik di penangkaran selama kondisi lingkungannya menyerupai habitat alami (animalkingdom.org, n.d.).


Perilaku Unik Crocodile Skink

Berbeda dari kebanyakan kadal, crocodile skink menunjukkan perilaku vokalisasi atau mengeluarkan bunyi tertentu, terutama saat merasa terancam (journals.ku.edu, 2017). Fenomena ini jarang ditemukan pada reptil kecil lainnya. Selain itu, betina crocodile skink dikenal menjaga telurnya hingga menetas — suatu bentuk pengasuhan yang unik di dunia reptil.

Studi lain juga mencatat adanya dua spesies parasit plasmodium yang hidup dalam tubuh crocodile skink, yang ditemukan pada populasi di Papua, Indonesia (bioone.org, 2005). Hal ini menunjukkan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami ekologi dan kesehatan hewan ini.


Crocodile Skink Sebagai Hewan Peliharaan

Meningkatnya popularitas crocodile skink sebagai hewan peliharaan eksotis menimbulkan kekhawatiran akan perdagangan satwa liar. Meskipun status konservasinya masih “Least Concern”, laporan WWF menunjukkan adanya peningkatan perdagangan reptil asal Papua, termasuk spesies ini (WWF, 2023). Karena itu, disarankan untuk membeli crocodile skink hanya dari penangkaran resmi yang tersertifikasi.

Dalam perawatan, reptil ini memerlukan lingkungan dengan suhu antara 22–28°C dan kelembapan tinggi. Kelembapan yang cukup membantu mereka mempertahankan kondisi kulit serta mencegah dehidrasi. Meskipun terlihat jinak, crocodile skink bukan hewan yang suka disentuh sehingga lebih cocok dipelihara sebagai hewan observasi.


Crocodile skink merupakan contoh luar biasa dari keanekaragaman reptil tropis Papua. Penampilannya yang menyerupai dinosaurus mini dan perilaku pengasuhan langkanya membuatnya menjadi spesies yang layak dikagumi dan dilindungi. Dengan menjaga habitatnya dan menghindari perdagangan ilegal, kita dapat memastikan keberlanjutan spesies ini di alam liar.

Bagi pembaca yang tertarik mengenal lebih banyak hewan langka dan eksotis, kunjungi Garap Media untuk berita terkini tentang satwa dan lingkungan.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /