Christian Adinata Tumbang Dramatis di Final Malaysia International Series 2025
Harapan Indonesia untuk meraih gelar di sektor tunggal putra Malaysia International Series 2025 harus terhenti di tangan wakil Korea Selatan, Park Sang Yong. Bertanding di partai puncak pada Minggu (14/9), Christian Adinata yang menjadi unggulan keempat harus mengakui keunggulan Park Sang Yong (unggulan ke-9) dengan skor ketat 23-25, 22-20, 12-21. Meski gagal mengangkat trofi, performa Christian sepanjang turnamen menunjukkan progres positif sekaligus pengalaman berharga untuk kariernya ke depan.
Perjalanan Christian Menuju Final
Christian Adinata tampil cukup konsisten sejak babak awal.
- Babak 32 besar: Mengalahkan wakil tuan rumah dengan dua gim langsung.
- Babak 16 besar: Menyingkirkan lawan asal India dengan permainan agresif.
- Perempat final: Menang meyakinkan atas lawan asal Malaysia dalam dua gim cepat.
- Semifinal: Menghadapi Park Si Hyun (Korea) dan menang 21-17, 21-11 hanya dalam waktu 37 menit.
Kemenangan demi kemenangan itu membuat Christian lolos ke final dengan penuh percaya diri, membawa harapan besar dari publik Indonesia.
Duel Ketat di Gim Pertama
Pertarungan final berlangsung sangat intens sejak awal. Christian tampil menekan dengan variasi smash keras dan netting tipis. Namun, Park Sang Yong mampu mengimbangi dengan pertahanan solid serta serangan balik yang efektif. Gim pertama berlangsung hingga setting, tetapi Christian harus kehilangan momentum dan kalah tipis 23-25.
Kebangkitan di Gim Kedua
Tidak menyerah begitu saja, Christian bangkit di gim kedua. Ia lebih sabar dalam mengatur tempo, memanfaatkan kesalahan Park untuk merebut poin-poin penting. Gim berjalan menegangkan hingga poin kritis, dan kali ini Christian berhasil menutup dengan kemenangan 22-20. Skor pun menjadi imbang 1-1 dan pertandingan berlanjut ke rubber game.
Park Sang Yong Dominasi Penentuan
Sayangnya, di gim penentuan Christian kehilangan fokus. Stamina tampak menurun dan serangannya mulai terbaca oleh Park. Wakil Korea tampil lebih dominan, terus menekan hingga akhirnya menutup gim dengan skor telak 21-12. Dengan hasil ini, Park Sang Yong berhasil meraih gelar juara, sementara Christian harus puas menjadi runner-up.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Meski gagal meraih gelar, pencapaian Christian menembus final turnamen internasional tetap patut diapresiasi. Ia menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam mental bertanding di laga-laga ketat.
PBSI kemungkinan besar akan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan aspek stamina, konsistensi, serta pola permainan Christian. Dengan usianya yang masih muda, peluang untuk menembus level turnamen lebih tinggi seperti Super 300 bahkan Super 500 masih sangat terbuka.
Kekalahan Christian Adinata di final Malaysia International Series 2025 memang menyisakan kekecewaan, namun pengalaman ini menjadi modal penting untuk menatap turnamen berikutnya. Mari kita terus dukung perjuangan Christian dan atlet-atlet Indonesia lainnya agar bisa memberikan prestasi terbaik di kancah dunia.
Tetap ikuti berita olahraga dan badminton terbaru hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
