China Diam-diam Bangun Pulau Buatan Raksasa di Laut China Selatan

Last Updated: 19 January 2026, 05:52

Bagikan:

China Pulau Buatan Raksasa
Pulau buatan China di Laut China Selatan kembali memicu sorotan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan. Sumber gambar: Wikipedia
Table of Contents

China kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah laporan media mengungkap keberhasilan negara tersebut membangun pulau buatan raksasa di Laut China Selatan. Proyek reklamasi ini dilakukan melalui penimbunan pasir dan material laut selama lebih dari satu dekade.

Keberadaan pulau buatan China di wilayah sengketa ini dinilai memiliki implikasi luas, mulai dari perubahan keseimbangan geopolitik kawasan hingga ancaman terhadap ekosistem laut yang rapuh.

Pulau Buatan China Dibangun Selama 12 Tahun

China diketahui melakukan reklamasi laut secara konsisten selama sekitar 12 tahun hingga akhirnya membentuk pulau buatan berukuran besar. Proses ini melibatkan penimbunan pasir dalam jumlah masif yang secara perlahan mengubah kawasan laut menjadi daratan baru (detikInet, 2026).

Proyek tersebut merupakan bagian dari ambisi besar China untuk menciptakan pulau buatan yang mampu menopang aktivitas jangka panjang, baik untuk kepentingan sipil maupun strategis (detikJabar, 2026).

Reklamasi dan Perubahan Geografis Laut China Selatan

Laut China Selatan merupakan kawasan strategis yang sejak lama menjadi sengketa berbagai negara. Aktivitas reklamasi oleh China telah mengubah kondisi geografis wilayah ini secara signifikan.

Rreklamasi besar-besaran telah mengubah terumbu karang menjadi daratan buatan, yang secara fisik memperluas wilayah yang dapat diklaim dan dikelola oleh China (Asia Maritime Transparency Initiative, 2025).

Dampak Geopolitik dan Ketegangan Regional

Pembangunan pulau buatan China memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Kehadiran pulau buatan dinilai dapat memperkuat posisi China dalam sengketa Laut China Selatan.

Negara lain seperti Vietnam juga memperkuat dan memodernisasi pos-posnya di wilayah sengketa sebagai respons atas langkah China, yang berpotensi meningkatkan ketegangan kawasan (Defense News, 2025).

Dampak Lingkungan Reklamasi Pulau Buatan

Selain aspek geopolitik, reklamasi pulau buatan China membawa konsekuensi serius bagi lingkungan laut. Penimbunan pasir dan pengerukan dasar laut telah menyebabkan kerusakan terumbu karang dan habitat biota laut.

Aktivitas reklamasi di Laut China Selatan berpotensi merusak ekosistem laut secara permanen, serta mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan yang bergantung pada kawasan tersebut (RMOL.id, 2022).

Pembangunan pulau buatan China di Laut China Selatan menunjukkan bagaimana proyek reklamasi dapat menjadi alat strategis yang berdampak luas. Selain mengubah peta geografis, langkah ini juga memperkuat dinamika geopolitik dan menimbulkan tantangan lingkungan yang serius.

Untuk mengikuti perkembangan isu internasional lainnya serta analisis mendalam tentang geopolitik kawasan, pembaca dapat mengakses berita terkini di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /