Cerita di Balik Ikon Pesut Mahakam Muara Muntai yang Dibangun dengan Anggaran Rp350 Ribu

Last Updated: 12 February 2026, 10:28

Bagikan:

ikon pesut mahakam
Foto: Liputan6
Table of Contents

Ikon Pesut Mahakam di Desa Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, viral di media sosial. Patung itu ramai diperbincangkan bukan karena pembuatannya memakan anggaran fantastis, justru karena hanya bermodal Rp350 ribu.

Keunikan inilah yang membuat patung pesut tersebut menjadi sorotan publik. Di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan cerita tentang pemanfaatan bahan sisa pembangunan serta inisiatif warga desa dalam menghadirkan simbol kebanggaan bagi daerah mereka.

Ikon Pesut Mahakam Dibangun Tanpa Anggaran Khusus

Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain Ahmad, menceritakan proses pembangunan patung Pesut Mahakam tersebut. Ia menjelaskan bahwa ikon yang kini dikenal sebagai Pesut Mahakam Lestari Muara Muntai itu dibangun tanpa dana khusus dan tidak ada proyek besar di baliknya.

Material seperti semen, pasir, kawat, hingga cat deko merupakan sisa pembangunan yang dioptimalkan kembali. Satu-satunya komponen baru yang dibeli hanyalah mesin pompa air.

“Untuk pembuatan ikon Pesut ini tidak memakai anggaran dana khusus, melainkan memanfaatkan bahan-bahan bekas dari sisa pembangunan pelantaran Masjid Besar Asysyakirin, hanya pompa air yang kita beli, harganya sekitar 350 ribu rupiah,” kata Husain.

Ikon pesut tersebut berdiri tak jauh dari halaman Masjid Besar Asy-Syakirin, Muara Muntai Ulu. Letaknya berada di area terbuka yang mudah terlihat warga yang melintas maupun jamaah yang datang ke masjid.

Desain Ikon Pesut Mahakam yang Ikonik

Secara visual, patung itu menampilkan sosok pesut dengan pose seolah-olah sedang muncul ke permukaan air Sungai Mahakam. Tubuhnya melengkung dengan kepala sedikit terangkat dan mulut terbuka menghadap ke depan. Dari mulut itulah air menyembur menyerupai air mancur kecil yang mengalir terus-menerus ketika pompa dinyalakan. Detail bentuknya cukup jelas menggambarkan ciri khas Pesut Mahakam, ikon satwa endemik yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur.

Berawal dari Inspirasi Seorang Kuli Bangunan

Di balik bentuk pesut yang kini menjadi latar swafoto warga, ikon tersebut bermula dari gagasan sederhana seorang kuli tukang sekaligus seniman lokal, Joko Saptono. Ia membuatnya sebagai kenang-kenangan untuk masyarakat Muara Muntai Ulu.

Joko mengaku terinspirasi oleh Sungai Mahakam, habitat alami pesut yang kerap melintas di wilayah tersebut. Di sela waktu istirahatnya bekerja, ia mulai berkreasi membentuk patung pesut menggunakan bahan-bahan sisa bangunan seperti potongan styrofoam atau busa, kawat, sisa semen, pasir, hingga cat deko.

Menurut Husain Ahmad, proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan anggaran khusus. Ia hanya membantu membeli pompa air agar air dapat keluar dari mulut pesut tersebut.

“Waktu itu saya membelikan pompa air, supaya air bisa keluar masuk dari mulut pesut, itupun memakai uang pribadi kami,” ujar Husain.

Husain menambahkan, sebelumnya Muara Muntai belum memiliki ikon desa. Karena itu, patung tersebut dijadikan simbol daerah dengan nama Ikon Pesut Mahakam Lestari Muara Muntai, yang bermakna ajakan menjaga kelestarian alam agar pesut tidak punah.

Viral di Luar Dugaan dan Jadi Kebanggaan Warga

Viralnya ikon Pesut Mahakam Lestari Muara Muntai di media sosial ternyata di luar perkiraan pemerintah desa.

“Iya benar, diluar dugaan kami sebelumnya,” ungkap Husain.

Keberadaan patung pesut tersebut pun menjadi magnet kecil di desa. Warga lokal mulai rutin datang untuk melihat langsung maupun mengabadikan momen di sekitar lokasi.

“Untuk sementara ini masyarakat lokal sering ke tempat icon untuk sekedar melihat dan mengabadikan dengan berselfie dekat ikon tersebut,” jelasnya.

Respons masyarakat Muara Muntai pun jauh di luar dugaan. Alih-alih mencibir, warga justru menyambutnya dengan rasa bangga. Ikon pesut tersebut kini menjadi simbol baru yang memberi identitas bagi desa mereka.

“Alhamdulilah mereka mengapreasiasi dengan adanya ikon pesut, bangga dan senang karena Muara Muntai sudah ada ikon ini, sehingga nantinya menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang ke wilayah Kecamatan Muara Muntai khususnya di Desa Muara Muntai Ulu ini,” ujarnya.

Pemerintah desa berencana menyempurnakan desain monumen tersebut agar tampil lebih representatif.

“Insya Allah ke depannya akan kita buat lagi desain monumen ikon tersebut,” katanya.

Jika kunjungan meningkat, pemerintah desa akan bekerja sama dengan IRMA (Ikatan Remaja Masjid) dan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).

“Jika, ini akan meningkat terus kunjungan ini, kami akan kerjasama dengan IRMA (Ikatan Remaja Masjid) dan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) tentunya,” jelasnya.

Husain menilai viralnya ikon Pesut memberi dampak positif bagi citra desa hingga tingkat kabupaten dan provinsi.

“Alhamdulillah sangat berdampak sekali bagi desa kami dan tentunya bagi Kabupaten Kukar serta Provinsi Kaltim karena sesuai dengan alam sungai Mahakam,” pungkasnya.

Penutup

Kisah ikon pesut mahakam Muara Muntai menunjukkan bahwa simbol kebanggaan daerah tidak selalu harus dibangun dengan anggaran besar. Dengan memanfaatkan bahan sisa pembangunan dan inisiatif warga, lahir sebuah ikon yang kini memberi identitas baru bagi desa sekaligus memperkuat citra daerah hingga tingkat provinsi.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar peristiwa daerah, budaya lokal, pembangunan desa, lingkungan, pariwisata, sosial masyarakat, kebijakan publik, dan kisah inspiratif lainnya hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /