Sebuah ajang olahraga tak biasa mendadak menyita perhatian publik internasional setelah viral di media sosial. Kompetisi tersebut adalah catur bawah air, sebuah kejuaraan yang menggabungkan permainan strategi catur dengan olahraga menyelam tanpa alat bantu pernapasan.
Ajang bertajuk World Diving Chess Championships ini digelar di Groningen, Belanda. Para peserta dituntut tidak hanya piawai menyusun strategi di papan catur, tetapi juga mampu menahan napas dan tetap fokus di bawah tekanan air.
Apa Itu Catur Bawah Air
Konsep Unik Catur Bawah Air
Catur bawah air atau diving chess adalah cabang olahraga hibrida yang menggabungkan permainan catur dengan aktivitas menyelam. Berdasarkan penjelasan Wikipedia, pertandingan dilakukan dengan papan catur yang diletakkan di dasar kolam renang, dan para pemain harus menyelam untuk melihat posisi bidak serta menentukan langkah permainan (Wikipedia, 2026).
Setiap giliran mengharuskan pemain menahan napas tanpa bantuan alat pernapasan. Kondisi ini membuat pemain harus mampu menyeimbangkan strategi berpikir dengan keterbatasan fisik, sehingga menjadikan diving chess berbeda dari catur konvensional (Wikipedia, 2026).
Kejuaraan di Groningen, Belanda
World Diving Chess Championships
Kejuaraan World Diving Chess Championships 2025 digelar di Groningen, Belanda, sebagai bagian dari rangkaian Chess Festival Groningen. Menurut Mind Sports Olympiad, turnamen ini merupakan edisi kejuaraan dunia yang mempertemukan puluhan peserta dalam satu kategori terbuka (Mind Sports Olympiad, 2025).
Media lokal Indonesia, ANTARA News, melaporkan bahwa ajang ini menjadi sorotan karena menggabungkan olahraga otak dan fisik dalam satu kompetisi ekstrem. Kejuaraan tersebut juga didominasi oleh peserta asal Belanda yang tampil konsisten sepanjang pertandingan (ANTARA News, 2025).
Pemenang dan Jalannya Kompetisi
Berdasarkan laporan ChessBase, pecatur asal Belanda Zyon Kollen berhasil meraih gelar juara dunia setelah menunjukkan performa stabil dalam setiap pertandingan. Ia mampu menjaga ketenangan dan fokus meski harus berulang kali menyelam ke dasar kolam untuk menjalankan strategi permainan (ChessBase, 2026).
ANTARA News mencatat bahwa kejuaraan ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang usia dan pengalaman, menandakan bahwa catur bawah air mulai berkembang sebagai cabang olahraga alternatif yang semakin diminati (ANTARA News, 2025).
Tantangan Mental dan Fisik
Lebih dari Sekadar Catur
Menurut Wikipedia, tantangan utama dalam catur bawah air terletak pada kemampuan pemain mengatur napas sambil tetap berpikir strategis. Waktu berpikir menjadi terbatas karena pemain harus kembali ke permukaan untuk bernapas sebelum melanjutkan langkah berikutnya (Wikipedia, 2026).
ChessBase menilai bahwa format ini menuntut konsentrasi tinggi dan ketahanan fisik yang baik, karena setiap keputusan dibuat dalam kondisi tekanan fisik. Hal inilah yang membuat catur bawah air dianggap sebagai perpaduan unik antara olahraga pikiran dan olahraga ekstrem (ChessBase, 2026).
Viral dan Perbincangan Publik
Sorotan Media dan Media Sosial
ANTARA News melaporkan bahwa kejuaraan catur bawah air di Groningen menarik perhatian publik internasional setelah cuplikan pertandingannya beredar luas di media sosial. Banyak warganet menilai ajang ini sebagai bentuk inovasi olahraga yang tidak biasa (ANTARA News, 2025).
ChessBase juga menyoroti meningkatnya minat publik terhadap World Diving Chess Championships setelah liputan turnamen tersebut dipublikasikan. Keunikan format permainan disebut menjadi faktor utama yang mendorong popularitasnya di dunia maya (ChessBase, 2026).
Kejuaraan catur bawah air di Groningen membuktikan bahwa inovasi mampu menghidupkan kembali minat publik terhadap olahraga klasik seperti catur. Dengan memadukan tantangan fisik dan mental, ajang ini menawarkan pengalaman kompetisi yang benar-benar berbeda.
Ikuti terus berita menarik lainnya seputar fenomena unik, olahraga, dan peristiwa viral hanya di Garap Media.
Referensi
