Salam dalam Shalat – Penutup ibadah yang menandai bahwa shalat telah selesai. Ucapan salam yang benar membantu menjaga kekhusyukan dan kesempurnaan shalat.
Meski terlihat sederhana, banyak orang masih melakukan kesalahan saat salam. Berikut lima hal yang sebaiknya dihindari berdasarkan panduan ulama dan hadis.
1. Mengucapkan Salam Terlalu Cepat
Salam sebaiknya diucapkan dengan tenang agar kekhusyukan tetap terjaga. Dalam hadis disebut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ خَدِّهِ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Artinya: “Dari Abdullah, Nabi Muhammad bersabda: seakan aku melihat pipi beliau yang putih dari arah kanan mengucapkan assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, dan dari arah kiri assalamu ‘alaikum wa rahmatullah” (Lampung NU, 2023).
2. Salah Lafaz Salam
Lafaz salam yang benar:
- Menghadap kanan: “As-salamu ‘alaikum wa rahmatullah”
- Menghadap kiri: “As-salamu ‘alaikum wa rahmatullah”
Hadis dari Wa’il bin Hujr:
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ النَّبيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: «السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ»، وَعَنْ شِمَالِهِ: «السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ». رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِسَنَدٍ صَحِيْحٍ.
Artinya: “Aku pernah shalat bersama Nabi Muhammad, beliau salam ke sebelah kanan dengan ucapan as-salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh dan ke sebelah kiri as-salamu ‘alaikum wa rahmatullah” (HR. Abu Daud, no. 997) (Rumaysho, 2022).
3. Membuka Tangan Saat Salam
Tangan sebaiknya tetap di samping tubuh atau di atas paha. Hadis Jabir bin Samurah:
“Dulu ketika kami shalat bersama Nabi, kami mengucapkan ‘Assalamu alaikum wa rahmatullah – Assalamu alaikum wa rahmatullah’ sambil berisyarat dengan tangan. Nabi Muhammad mengingatkan: ‘Mengapa mengangkat tangan seperti ekor kuda? Cukup letakkan tangan di paha, lalu salam ke kanan dan kiri’” (HR. Muslim, An-Nasa’i) (Pusat Studi Islam, 2023).
4. Tidak Menghadap Kanan dan Kiri dengan Benar
Salam harus menoleh ke kanan dulu baru kiri. Mengabaikan arah ini termasuk kesalahan umum. Hadis dari ‘Amir bin Sa’ad:
عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ
Artinya: “Dari ‘Amir bin Sa’ad dari bapaknya, ia berkata, ‘Aku melihat Nabi Muhammad mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri hingga aku melihat pipinya yang putih’” (HR. Muslim, no. 582) (Rumaysho, 2022).
5. Mengabaikan Makna Salam
Salam bukan sekadar ucapan, tapi doa memohon keselamatan, rahmat, dan berkah Allah. Membaca salam dengan penghayatan menambah kekhusyukan shalat (Lampung NU, 2023).
Baca juga: Catat! Ini 5 Hal yang Harus Dihindari Saat Sujud dalam Shalat
Penutup
Menghindari lima kesalahan ini membuat shalat lebih sempurna dan sesuai sunnah Nabi. Salam dalam shalat adalah doa yang membawa rahmat dan keselamatan.
Baca juga berita dan panduan ibadah Islam lainnya di Garap Media untuk memperdalam praktik dan pemahaman ibadah sehari-hari.
Referensi:
- Lampung NU. (2023). Cara Mengucapkan Salam dalam Shalat yang Benar, Berikut Penjelasannya. Retrieved from https://lampung.nu.or.id/syiar/cara-mengucapkan-salam-dalam-shalat-yang-benar-berikut-penjelasannya-anoSd
- Pusat Studi Islam. (2023). Kesalahan ketika Salam. Retrieved from https://pusatstudiislam.com/kesalahan-ketika-salam/
- Rumaysho. (2022). Bulughul Maram – Shalat: Ucapan Salam dalam Shalat Apakah Sampai “Wa Barokaatuh”?. Retrieved from https://rumaysho.com/33305-bulughul-maram-shalat-ucapan-salam-dalam-shalat-apakah-sampai-wa-barokaatuh.html
