Cara Mengatasi Fomo – Pernah nggak sih kamu ngerasa gelisah waktu nggak buka media sosial seharian? Takut ketinggalan tren, gosip, atau story teman yang lagi seru-serunya? Nah, perasaan itu disebut FOMO (Fear of Missing Out)
Di era digital sekarang, kita hidup di dunia yang selalu “menyala”. Notifikasi nggak pernah berhenti, algoritma terus menampilkan hal baru, dan tanpa sadar kita merasa harus selalu tahu semua hal biar nggak “tertinggal”.
Padahal, ada sisi lain dari hidup yang lebih tenang dan nggak kalah bahagia yaitu JOMO (Joy of Missing Out). Yuk, kita bahas gimana caranya beralih dari FOMO ke JOMO, dan mulai menikmati hidup tanpa harus selalu update.
Apa Itu FOMO dan Mengapa Kita Perlu Mengatasinya
Menurut Halodoc FOMO adalah fenomena psikologis yang muncul ketika seseorang merasa takut tertinggal dari hal-hal menarik yang dilakukan orang lain, terutama di media sosial. Biasanya muncul waktu kamu lihat orang lain di media sosial, teman yang lagi liburan, influencer yang datang ke event keren, atau tren baru yang belum kamu coba.
FOMO bikin kamu merasa harus terus keep up sama semua hal. Kalau nggak, rasanya kayak ketinggalan kereta. Tapi yang sering terlupakan, rasa “takut tertinggal” itu justru bikin kita capek sendiri.
Kita jadi cemas, susah fokus, dan sulit menikmati hidup yang kita punya sekarang. Makanya, penting banget buat tahu cara mengatasi FOMO supaya hidup terasa lebih tenang.
Mengenal JOMO: Alternatif Sehat untuk Mengatasi FOMO
Nah, kebalikannya, JOMO (Joy of Missing Out) adalah kebahagiaan karena memilih nggak ikut arus. Menurut Alodokter JOMO (Joy of Missing Out) adalah konsep yang menggambarkan rasa tenang dan bahagia ketika seseorang memilih untuk tidak terlibat dalam tren atau kegiatan yang sedang ramai.
Orang yang punya JOMO biasanya lebih tenang. Mereka nggak ngerasa bersalah kalau nggak update story, nggak tahu gosip terbaru, atau nggak ikutan tren viral. Bukan berarti kamu anti-sosial, tapi kamu sadar kapan harus disconnect supaya bisa reconnect sama diri sendiri.
Mereka lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti, seperti waktu istirahat, ngobrol langsung sama teman, atau menikmati momen tanpa kamera.
Perbedaan FOMO dan JOMO dalam Menikmati Hidup
Kalau kamu lagi terjebak FOMO, kamu cenderung merasa cemas, takut ketinggalan, dan terus-menerus membandingkan hidupmu dengan orang lain. Kamu mungkin sering scroll media sosial tanpa henti hanya untuk memastikan tetap “terhubung”. Tapi ujung-ujungnya, kamu malah merasa lelah dan kehilangan fokus.
Sebaliknya, orang yang menjalani JOMO justru merasa damai meski tidak tahu semua hal. Mereka lebih bisa menikmati waktu sendiri, lebih mindful, dan tidak terbebani oleh keinginan untuk selalu terlihat “ada di mana-mana”.
Menurut Kumparan FOMO sering membuat seseorang merasa perlu mengikuti kehidupan orang lain, sementara JOMO mengajarkan bahwa tidak apa-apa jika kita melewatkan sesuatu. Dengan memahami kedua konsep ini, kita bisa belajar mengambil keputusan yang lebih sadar dan bijak dalam menjalani hidup.
Cara Mengatasi FOMO agar Hidup Lebih Tenang dan Bahagia
1. Batasi Waktu di Media Sosial
Coba mulai dengan mengatur screen time atau jadwal offline. Kamu bisa matikan notifikasi beberapa jam sehari. Kadang, ketenangan itu datang saat layar HP kamu diam.
Baca Juga: Digital Detox: Rahasia Produktivitas di Era Digital – Garap Media
2. Nikmati Kehidupan Nyata
Ajak teman ketemu langsung, jalan santai sore, atau sekadar baca buku di kafe. Dunia nyata punya banyak momen kecil yang nggak kalah indah dari yang kamu lihat di timeline.
3. Berani Untuk Tidak Tahu Merupakan Cara Mengatasi FOMO
Nggak semua hal harus kamu ikuti. Nggak apa-apa ketinggalan gosip terbaru atau tren yang udah lewat. Fokus aja sama hal-hal yang bikin kamu berkembang dan bahagia.
4. Cara Mengatasi FOMO Dengan Melatih Rasa Syukur
Menurut Pikiran Rakyat cara melatih rasa bersyukur yaitu dengan menuliskan hal-hal kecil yang kamu syukuri setiap hari. Ini bisa bantu kamu berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan lebih menghargai hidup sendiri.
5. Nikmati Waktu Sendiri Tanpa Rasa Bersalah
Me-time bukan tanda kesepian. Itu cara buat mengenal diri lebih dalam dan mengisi ulang energi. Kadang diam dan tenang justru bikin kamu lebih sadar sama hal-hal yang penting.
Menurut Good News From Indonesia menikmati waktu sendiri sebagai momen untuk tumbuh, beristirahat, dan melakukan hal-hal yang kamu sukai tanpa pengaruh dari luar. Kesendirian bisa menjadi peluang untuk memahami diri lebih dalam dan mengembangkan minat yang selama ini tertunda.
Penutup
Kadang, yang bikin kita lelah bukan karena aktivitas, tapi karena perasaan harus selalu ada di mana-mana. JOMO ngajarin kita bahwa nggak tahu semuanya bukan berarti tertinggal, kadang itu justru cara paling jujur untuk menikmati hidup.
Jadi, nggak apa-apa kok kalau kamu lagi nggak update story, nggak ikutan challenge baru, atau nggak tahu gosip terbaru. Dunia nggak akan berhenti hanya karena kamu offline sebentar.
Mungkin, justru di saat kamu miss out, kamu akhirnya benar-benar connect dengan diri sendiri. “Sometimes the best updates come from your own life, not your screen.”
Baca Juga: FOMO Bisa Merusak Keuangan, Ini Alasannya – Garap Media
Referensi
- Halodoc.com (2024). Apa Itu Fomo? Ini Pengertian, Gejala, dan Dampaknya
- Alodokter.com (2025). JOMO, Tren Positif untuk Hidup Lebih Tenang dan Bahagia – Alodokter
- Kumparan.com (2024). Apa Itu FOMO dan JOMO? Ini Perbedaannya | kumparan.com
- Pikiran Rakyat.com (2025). Dari FOMO ke JOMO: Cara Menikmati Hidup Tanpa Takut Tertinggal
- Good News From Indonesia (2025). JOMO: Rahasia Bahagia Tanpa Terjebak FOMO
