Cara Mengajarkan Anak Menabung dengan Efektif dan Efisien

Last Updated: 28 December 2025, 21:00

Bagikan:

menabung
Foto: Canva / Carolin Voelker
Table of Contents

Menabung – Kebiasaan penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak terbiasa hidup hemat dan bertanggung jawab terhadap keuangannya sendiri. Orang tua memiliki peran utama dalam mengenalkan konsep ini melalui contoh nyata dan pendampingan yang konsisten. Dengan memahami makna di balik kebiasaan tersebut, anak akan belajar menilai mana kebutuhan dan mana keinginan yang harus diprioritaskan.

Cara mengajarkan anak menabung bukan sekadar membatasi uang jajan, melainkan mendampingi mereka di setiap langkah berhemat. Orang tua perlu menanamkan nilai kesederhanaan dan tidak membiasakan anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Ketika anak memahami arti kesederhanaan dan disiplin sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai keputusan keuangan dengan bijak saat beranjak remaja.

1. Berikan Contoh Menabung

Anak belajar dengan meniru. Karena itu, orang tua harus memberikan contoh nyata bagaimana cara menabung. Tunjukkan kebiasaan menyisihkan uang setiap hari dan jelaskan bahwa menabung membantu mencapai tujuan di masa depan. Anak yang melihat teladan nyata akan lebih mudah meniru kebiasaan positif tersebut.

2. Jelaskan Konsep dan Manfaat Menabung

Jelaskan kepada anak tentang konsep uang dan manfaat menabung dengan cara sederhana. Misalnya, uang yang disimpan bisa digunakan untuk membeli barang yang diinginkan tanpa harus meminta kepada orang tua. Dengan memahami manfaatnya, anak akan lebih termotivasi untuk menabung secara rutin.

3. Ajak Anak Menyusun Tujuan Keuangan

Ajak anak menentukan tujuan, seperti membeli mainan atau berlibur ke tempat yang disukai. Langkah ini mengajarkan mereka arti kesabaran dan perencanaan. Orang tua dapat membantu membuat tabel tabungan atau grafik kemajuan agar anak lebih bersemangat melihat hasilnya.

4. Ajarkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Ajarkan anak membedakan mana hal yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan. Misalnya, kebutuhan adalah alat tulis sekolah, sedangkan keinginan bisa berupa permen atau mainan tambahan. Jika anak mendapatkan uang jajan Rp5.000 dan hanya menggunakan Rp3.000 untuk jajan, sisa Rp2.000 bisa ditabung. Dengan cara ini, anak belajar menyeimbangkan antara kebutuhan dan kesenangan pribadi.

5. Pisahkan Tabungan Uang Receh dan Uang Kertas

Agar anak lebih mengenal nilai uang, ajak mereka memisahkan uang receh dan uang kertas ke dalam wadah yang berbeda. Kegiatan sederhana ini membantu anak memahami perbedaan bentuk dan nilai uang, sekaligus menanamkan kebiasaan nabung secara teratur.

6. Libatkan Kreativitas Anak dalam Memilih Celengan

Anak akan lebih antusias menabung jika diberi kesempatan memilih atau membuat celengan sendiri. Celengan hasil karya pribadi membuat anak merasa memiliki tanggung jawab terhadap uang yang disimpan. Aktivitas ini juga melatih kreativitas dan rasa bangga terhadap hasil usaha sendiri.

7. Buat Jadwal Menabung Secara Disiplin

Disiplin menabung bisa dibangun dengan membuat jadwal harian atau mingguan. Misalnya, anak menyisihkan uang jajan setiap sore sepulang sekolah. Di tahap awal, fokuslah pada rutinitas, bukan jumlah nominal. Setelah terbiasa, orang tua bisa menambahkan target minimal tabungan setiap minggu untuk melatih konsistensi.

8. Ajarkan Anak Mengelola Dana Tabungan

Saat tabungan anak sudah cukup banyak, gunakan kesempatan itu untuk mengajarkan manajemen keuangan. Jangan langsung izinkan anak menghabiskan seluruh tabungannya. Diskusikan pilihan pembelian agar anak belajar berpikir kritis dan mempertimbangkan keputusan keuangannya. Misalnya, membandingkan mainan dengan harga berbeda dan menilai mana yang paling bermanfaat.

9. Beri Apresiasi atas Usaha Menabung

Apresiasi merupakan bentuk dukungan yang penting agar anak tetap termotivasi. Berikan pujian atau dukungan dari keluarga ketika anak berhasil menabung secara konsisten. Sesekali, orang tua bisa memberikan tambahan uang sebagai hadiah, tetapi jangan terlalu sering agar anak tidak menabung hanya demi mendapatkan imbalan.

10. Ajak Anak Menabung di Bank

Langkah terakhir yang sangat efektif adalah mengajak anak menabung langsung di bank. Pengalaman membuka rekening tabungan anak akan menjadi momen berharga dan membangun rasa bangga. Selain itu, anak akan belajar mengenal sistem keuangan dan pentingnya menyimpan uang di tempat yang aman (Bank Mega Syariah, 2024).

Penutup

Menabung sejak dini adalah fondasi penting dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Orang tua memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai disiplin, kesederhanaan, dan tanggung jawab. Dengan bimbingan yang konsisten, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas mengelola uang dan memiliki perencanaan masa depan yang matang.

Jangan lewatkan informasi inspiratif seputar gaya hidup, edukasi anak, dan keuangan keluarga! Kunjungi Garap Media untuk mendapatkan berbagai tips parenting dan edukasi finansial yang berguna bagi keluarga Anda.

Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /