Memotong kuku bukan hanya sekadar kebiasaan menjaga kebersihan, tetapi juga termasuk bagian dari ajaran Islam yang penuh makna. Rasulullah SAW mencontohkan berbagai adab dalam kebersihan diri, termasuk tata cara memotong kuku yang baik dan benar. Amalan sederhana ini ternyata mengandung hikmah besar, baik untuk kesehatan maupun untuk spiritualitas seorang Muslim.
Meneladani cara memotong kuku yang benar menurut Islam dapat memperkuat identitas seorang Muslim dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, hal ini juga melatih kedisiplinan dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta ketaatan terhadap ajaran agama. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang tata cara, waktu, dan hikmah di balik memotong kuku sesuai tuntunan Islam.
1. Cara Memotong Kuku yang Benar Menurut Islam
Urutan Jari yang Dianjurkan
Meskipun tidak terdapat hadits shahih yang secara eksplisit menjelaskan urutan memotong kuku, para ulama salaf seperti Imam al-Ghazali memberikan penjelasan mengenai praktik yang dianjurkan. Urutannya dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu, kemudian tangan kiri:
- Tangan kanan: telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking, lalu ibu jari.
- Tangan kiri: kelingking, jari manis, jari tengah, telunjuk, lalu ibu jari.
- Kaki: dimulai dari kaki kanan, kemudian kaki kiri, searah jarum jam dari jari kecil ke besar.
Waktu yang Disunnahkan
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW menekankan bahwa kebiasaan fitrah seperti memotong kuku, mencukur kumis, dan mencabut bulu ketiak hendaknya tidak dibiarkan lebih dari 40 hari. Hari terbaik untuk memotong kuku adalah hari Jumat, karena memiliki keutamaan sebagai hari raya mingguan umat Islam.
Adab dan Tata Cara Memotong Kuku
Beberapa adab yang perlu diperhatikan ketika memotong kuku menurut Islam antara lain:
- Membaca basmalah sebelum memulai.
- Menggunakan tangan kanan untuk memotong kuku tangan kanan.
- Tidak membuang potongan kuku sembarangan.
- Menghindari memotong kuku dalam kondisi junub (berhadas besar).
- Menyimpan potongan kuku di tempat bersih atau menguburnya.
2. Hikmah di Balik Cara Memotong Kuku yang Benar Menurut Islam
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
Kuku yang dibiarkan panjang berisiko menjadi tempat berkumpulnya kuman dan bakteri. Dengan memotong kuku secara teratur, tangan dan kaki menjadi lebih bersih serta terhindar dari penyakit kulit atau infeksi.
Meneladani Rasulullah SAW
Mengikuti cara memotong kuku sesuai sunnah adalah salah satu bentuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Hal kecil seperti ini menjadi wujud nyata ketaatan dan usaha untuk meneladani kehidupan beliau.
Melatih Disiplin dan Konsistensi
Islam mengajarkan keteraturan bahkan dalam hal kebersihan diri. Dengan membiasakan memotong kuku sesuai sunnah, seorang Muslim dilatih untuk disiplin dan konsisten dalam menjalani hidup yang bersih dan teratur.
3. Waktu Terbaik dan Hal yang Perlu Dihindari
Hari Terbaik Memotong Kuku
Hari Jumat dianjurkan sebagai waktu terbaik untuk memotong kuku. Namun, jika diperlukan, boleh dilakukan pada hari lain asalkan tidak melebihi 40 hari.
Hal yang Sebaiknya Dihindari
- Memotong kuku saat sedang junub atau haid.
- Memotong kuku di malam hari (kepercayaan budaya, meski tidak ada dalil kuat, bisa dihormati sebagai kebiasaan masyarakat).
- Melakukan dengan tergesa-gesa hingga melukai kulit.
Memotong kuku yang benar menurut Islam bukan hanya rutinitas kebersihan, tetapi juga ibadah yang bernilai pahala. Amalan sederhana ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan umatnya. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, seorang Muslim dapat menjaga kesehatan sekaligus menambah kedekatan spiritual dengan Allah SWT.
Mari biasakan diri dan ajak keluarga untuk mengikuti sunnah Rasulullah dalam hal memotong kuku. Jangan lewatkan artikel dan berita islami menarik lainnya hanya di Garap Media yang senantiasa memberikan wawasan inspiratif dan terpercaya.
Referensi:
- Muslim, Shahih Muslim, Kitab Thaharah
- Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin
- https://rumaysho.com/2180-tuntunan-memotong-kuku.html
- https://muslim.or.id/52409-adab-memotong-kuku.html
