Pernahkah Anda membuka sosial media untuk mencari hiburan, namun malah disambut oleh drama, komentar kebencian, atau berita bohong yang memancing emosi?
Dunia maya seringkali terasa seperti medan perang tanpa aturan, di mana menyerang dari balik layar menjadi hal biasa. Di tengah kekacauan ini, kita bisa belajar dari para ksatria legendaris Jepang: Samurai
Mereka hidup berlandaskan Bushido, sebuah kode etik yang mengutamakan kehormatan, keberanian, dan integritas. Meski ribuan tahun telah berlalu, prinsip-prinsip Bushido di era digital masih sangat relevan, yaitu:
Gi (義): Integritas
Menurut prinsip Bushido, “Kebenaran adalah prinsip yang sangat dihargai.” Gi adalah prinsip moral yang mengedepankan nilai kebajikan, kebaikan, dan rasa keadilan dalam setiap tindakan.
Seperti saat anda melihat sebuah konten atau reels yang dramatis dan menggugah emosi dan anda ingin membagikan hal itu ke grup atau teman chat anda, padahal belum tentu itu adalah kebenaran.
karena setiap tindakan harus berlandaskan kebenaran maka periksalah kembali setiap hal yang anda ingin bagikan
Yū (勇): Keberanian
Bushido mendefinisikan Yū sebagai “suatu prinsip jiwa agar selalu berani dalam menghadapi berbagai rintangan.” Keberanian ini bukanlah keberanian buta.
Samurai yang ideal “kebal dari rasa takut akan kematian,” di mana tindakan seperti seppuku dianggap sebagai “tindakan keberanian tertinggi” untuk memulihkan kehormatan dengan menghadapi kematian secara tenang.
Dalam sebuah diskusi panas di grup, Anda sadar bahwa argumen yang Anda sampaikan ternyata keliru. Rasa gengsi pasti muncul. Namun, keberanian (Yū) sejati di sini bukanlah terus ngotot, melainkan dengan tenang mengakui kesalahan.
Mengetik,”Ah, iya, ternyata saya yang salah paham. Terima kasih koreksinya,” adalah bentuk keberanian level tinggi. Itu menunjukkan Anda lebih menghargai kebenaran dan keharmonisan daripada sekadar “menang” di dunia maya.
Baca juga : Mengenal Agama Parmalim : Sejarah, Ajaran dan Tradisi Batak
Rei (礼): Rasa Hormat
Prinsip Rei adalah “suatu prinsip yang mengutamakan rasa hormat terhadap siapa saja.” Rei mengajarkan manusia untuk “berlaku sopan dan saling menghargai” karena dengan menghormati orang lain, kita juga akan memperoleh rasa hormat.
Anda tidak setuju dengan ulasan film dari seorang influencer. Alih-alih menghujat persona influencer tersebut prinsip Rei menuntun Anda untuk menulis dengan lebih terstruktur dan hormat, seperti,
“Saya punya pandangan yang berbeda di bagian A, karena menurut saya…”
Anda mewujudkan rasa hormat anda dengan menjaga tulisan tetap sopan dan dengan demikian anda akan memperoleh rasa hormat
Meiyo (名誉): Kehormatan
Bagi samurai, kehormatan adalah segalanya. Meiyo adalah “suatu prinsip atas dasar penghormatan pada diri sendiri,” di mana kehidupan harus dijalani dengan disiplin.
Misalkan, ada tren video yang sedang viral, tetapi isinya sedikit merendahkan diri sendiri atau orang lain demi tawa. Sebelum ikut membuatnya demi views, seorang “samurai digital” akan bertanya:
“Apakah saya nyaman jika video ini dilihat oleh orang tua, atau perekrut kerja saya lima tahun dari sekarang?”
Menjaga profil sosial media tetap bersih dari konten yang bisa mendatangkan “aib” atau penyesalan di masa depan adalah cara menerapkan Meiyo. Kehormatan Anda jauh lebih berharga daripada popularitas sesaat.
Kesimpulan:
Menjadi “samurai digital” bukan berarti kaku atau anti-hiburan. Ini adalah tentang membawa kebijaksanaan, kendali diri, dan kekuatan karakter ke dalam interaksi online kita. Sebagaimana Bushido yang terus beradaptasi dari era feodal hingga dunia korporat modern, prinsip-prinsipnya juga bisa menjadi panduan kita di era digital.
Penutup
Dunia maya tidak harus menjadi tempat yang beracun. Jika kita semua membawa sedikit semangat Bushido di Era Digital, kita bisa mengubahnya menjadi arena yang lebih terhormat.
Menjadi ksatria digital adalah sebuah perjalanan. Jika Anda tertarik untuk terus mengasah cara bernavigasi di dunia modern, temukan lebih banyak artikel inspiratif seputar tren dan isu sosial terkini di garapmedia.com.
Referensi:
- nationalgeographic.grid.id(2023).Selisik Bushido, Kode Etik Kuno Samurai di Kekaisaran Jepang
- kompasiana.com(2023).Prinsip Bushido: Kode Etik Samurai yang Mengispirasi Kebangkitan Jepang
- kumparan.com(2024).Penerapan Elemen Bushido dalam Kehidupan Bermasyarakat di Jepang
