Burung Pitohui: Si Cantik Mematikan dari New Guinea

Last Updated: 16 August 2025, 01:48

Bagikan:

Keindahan yang menyembunyikan bahaya mematikan.
Table of Contents

Burung Pitohui: Si Cantik Mematikan dari New Guinea

Burung pitohui bukanlah burung biasa. Di balik bulu indahnya yang berwarna kontras, tersimpan racun mematikan yang membuat predator berpikir dua kali untuk mendekat. Hidup di hutan tropis New Guinea, pitohui menjadi salah satu dari sedikit burung di dunia yang diketahui beracun. Fakta unik ini membuatnya mendapat perhatian para ilmuwan dan pecinta satwa dari berbagai penjuru dunia.


Asal Usul dan Habitat

Pitohui adalah nama untuk beberapa spesies burung dari genus Pitohui yang hanya ditemukan di pulau New Guinea. Spesies yang paling terkenal adalah Pitohui dichrous atau pitohui bermahkota oranye. Habitat utamanya berada di hutan hujan tropis dataran rendah hingga pegunungan, di mana mereka hidup di antara pepohonan lebat yang kaya akan serangga dan buah-buahan.


Racun di Balik Keindahan

Keistimewaan pitohui terletak pada racun homobatrachotoxin yang terdapat di kulit dan bulunya. Racun ini bekerja menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan rasa mati rasa, kesemutan, hingga kelumpuhan pada hewan yang mencoba memangsanya. Menariknya, racun tersebut diyakini berasal dari makanan mereka, terutama jenis kumbang tertentu yang juga menjadi sumber racun katak beracun di Amerika Selatan.


Manfaat Racun Bagi Pitohui

Bagi pitohui, racun bukan sekadar senjata, melainkan tameng pelindung. Dengan bulu dan kulit yang beracun, mereka nyaris tak memiliki predator alami. Bahkan, masyarakat lokal di New Guinea sudah lama mengetahui sifat beracun burung ini dan menghindarinya. Dalam beberapa kasus, bulu pitohui bahkan pernah digunakan sebagai racun pada ujung anak panah oleh suku setempat.


Dampak Terhadap Manusia

Meski racunnya berbahaya bagi hewan kecil, efeknya pada manusia umumnya tidak fatal. Namun, kontak langsung dapat menimbulkan gejala seperti mati rasa di bibir atau jari, sensasi terbakar pada kulit, hingga mual. Karena itulah, para peneliti yang mempelajari pitohui selalu menggunakan sarung tangan ketika menangkap atau memegang burung ini.


Peran Ekologis dan Ancaman

Pitohui berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dengan memangsa serangga yang berpotensi menjadi hama. Sayangnya, deforestasi di New Guinea menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup mereka. Kehilangan habitat dapat memengaruhi populasi pitohui dan membuat spesies ini semakin sulit ditemukan.


Fakta Menarik Lainnya

Selain racunnya, pitohui juga dikenal sebagai burung yang pandai berkicau. Suaranya khas dan cukup keras, sehingga mudah dikenali di alam liar. Warna bulunya yang cerah diyakini sebagai peringatan alami kepada predator bahwa ia beracun — sebuah strategi pertahanan yang disebut aposematic coloration.


Pitohui membuktikan bahwa di balik keindahan alam, selalu ada kejutan yang menunggu untuk ditemukan. Keunikan burung ini tidak hanya memikat hati para ilmuwan, tetapi juga menjadi simbol betapa luar biasanya mekanisme pertahanan alami di dunia satwa. Untuk mengetahui lebih banyak kisah menarik tentang hewan-hewan unik lainnya, terus ikuti berita terbaru hanya di Garap Media.

Referensi

  1. Dumbacher, J. P., & Fleischer, R. C.
  2. National Geographic.
  3. Encyclopedia of Life. 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /