Burger Nyamuk Afrika, Kue Kunga Kaya Protein dari Ribuan Serangga di Malawi!

Last Updated: 14 November 2025, 01:05

Bagikan:

Tradisi unik warga Malawi ubah ribuan serangga jadi burger kaya protein, bukti kreativitas kuliner Afrika yang mendunia. Sumber gambar: Shutterstock/Mohammed Al-Farook
Table of Contents

Burger Nyamuk Afrika, Kue Kunga Kaya Protein dari Ribuan Serangga di Malawi!

Di Malawi, Afrika Timur, masyarakat lokal memiliki tradisi kuliner unik yang menarik perhatian dunia: membuat makanan menyerupai burger dari ribuan serangga yang dikenal sebagai kue kunga. Makanan ini kerap dijuluki burger nyamuk Afrika, karena bahan dasarnya berupa kawanan serangga kecil yang mirip nyamuk. (Kompas, 2024)

Meski terdengar ekstrem, burger nyamuk Afrika sebenarnya lahir dari kreativitas masyarakat dalam menghadapi kelangkaan pangan dan kebutuhan sumber protein alternatif. Tradisi ini telah lama dilakukan di sekitar Danau Malawi ketika musim kawin serangga tiba, menghasilkan fenomena kawanan besar yang kemudian dimanfaatkan menjadi bahan makanan. (Liputan6, 2024)


Apa Itu Burger Nyamuk Afrika?

Asal-usul dan Bahan Utama

Burger nyamuk Afrika atau kue kunga dibuat dari jutaan serangga kecil yang disebut Chaoborus edulis, sejenis lalat kecil yang menyerupai nyamuk namun tidak menggigit manusia. Saat musim hujan, serangga ini bermunculan dalam jumlah besar di sekitar Danau Malawi dan mudah ditangkap menggunakan wadah atau jaring halus. (Kompas, 2024)

Setelah dikumpulkan, serangga-serangga ini dikeringkan, lalu dipadatkan hingga membentuk adonan yang menyerupai patty burger. Warna patty-nya hitam pekat karena dominasi serangga kering yang dibakar sebelum diolah lebih lanjut. (Liputan6, 2024)


Proses Pembuatan Burger Nyamuk Afrika

Dari Kawanan Serangga Menjadi Makanan Kaya Protein

Proses pembuatan burger nyamuk Afrika terbilang sederhana namun menuntut ketelatenan. Warga biasanya mengumpulkan serangga dengan cara menempatkan wadah di bawah lampu atau sumber cahaya, lalu serangga tersebut menempel dan dikumpulkan. Setelah itu, hasil tangkapan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga padat. (Insertlive, 2024)

Serangga yang sudah kering kemudian dihancurkan dan dicetak menjadi bentuk bulat pipih menyerupai burger. Dalam beberapa laporan, satu patty burger bahkan bisa mengandung lebih dari 200 ribu serangga kecil. (Kompas, 2024)


Nilai Gizi dan Potensi Ekonomi

Kaya Protein, Ramah Lingkungan

Kue kunga atau burger nyamuk Afrika diklaim memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, bahkan disebut-sebut mencapai tujuh kali lipat dari daging sapi biasa. (Kosmo, 2023) Kandungan ini menjadikannya salah satu alternatif sumber protein berkelanjutan yang potensial untuk mengatasi krisis pangan di masa depan.

Selain tinggi protein, proses produksinya juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan lahan luas atau air dalam jumlah besar, berbeda dengan peternakan sapi atau ayam. (Kompas, 2024) Karena itu, para peneliti melihat fenomena ini sebagai peluang untuk mengembangkan sektor pangan alternatif di Afrika.

Potensi Ekonomi Lokal

Selain aspek gizi, burger nyamuk Afrika juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar Danau Malawi. Dengan meningkatnya ketertarikan wisatawan terhadap kuliner ekstrem, makanan ini bisa menjadi daya tarik wisata kuliner lokal. (Liputan6, 2024)

Namun demikian, tantangan terbesar tetap pada faktor kebersihan, standarisasi pengolahan, dan penerimaan masyarakat global terhadap bahan makanan berbasis serangga. (Kompas, 2024)


Persepsi Dunia dan Tantangan Global

Meskipun terdengar aneh bagi banyak orang, konsumsi serangga kini mulai dilihat sebagai bagian dari solusi terhadap krisis pangan global. Beberapa negara di Eropa dan Asia bahkan telah mengembangkan produk pangan berbasis serangga seperti tepung jangkrik atau camilan protein dari ulat. (Liputan6, 2024)

Namun, burger nyamuk Afrika tetap menghadapi stigma karena dianggap menjijikkan dan tidak higienis oleh sebagian orang. Tantangan lainnya adalah memastikan proses pengolahan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan internasional agar dapat diterima secara luas.


Burger nyamuk Afrika bukan sekadar kuliner ekstrem, melainkan wujud adaptasi manusia terhadap alam dan kebutuhan pangan yang terus berubah. Dari Danau Malawi, dunia belajar bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium, tetapi juga dari kearifan lokal yang sederhana.

Untuk Anda yang tertarik membaca kisah inovasi dan budaya kuliner unik lainnya, kunjungi Garap Media dan temukan berbagai artikel menarik seputar tren, sains, dan kehidupan global yang inspiratif.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /