Budgeting Kreatif – Bagi banyak anak muda, pengaturan keuangan sering terasa seperti tugas yang sulit. Pendapatan kecil, gaya hidup cepat, dan godaan belanja online membuat uang cepat habis tanpa terasa. Padahal, dengan budgeting yang kreatif, kita bisa tetap menikmati hidup tanpa mengorbankan stabilitas finansial.
Penganggaran kreatif berarti mengelola uang dengan cara yang cerdas, fleksibel, dan sesuai dengan gaya hidup anak muda masa kini. Tidak perlu gaji besar untuk bisa menabung atau berinvestasi; yang penting adalah strategi, disiplin, dan pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi keuangan ( Kompas, 2024 ).
Mengapa Anak Muda Perlu Budgeting Kreatif
Generasi Z dikenal dinamis dan konsumtif. Menurut survei Katadata Insight Center (2024), lebih dari 60% anak muda di Indonesia belum memiliki rencana keuangan jangka panjang. Padahal, perencanaan keuangan sejak muda agar tidak terjebak dalam utang konsumtif dan bisa mencapai kemandirian ekonomi lebih cepat.
Dengan menerapkan penganggaran yang kreatif, Anda dapat menyesuaikan gaya hidup tanpa kehilangan arah finansial. Misalnya, gunakan metode 30/50/20:
- 50% untuk kebutuhan utama (makan, transportasi, sewa)
- 30% untuk hiburan atau keinginan pribadi
- 20% untuk tabungan dan investasi
Model sederhana ini fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
Langkah Dasar Menyusun Anggaran Kecil untuk Penganggaran Kreatif
1. Catat Semua Pengeluaran
Langkah pertama adalah mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Money Lover, DompetKu, atau Worthee. Dengan begitu, kamu tahu ke mana perginya uangmu setiap bulan dan bisa mengatur prioritas pengeluaran ( Tempo, 2025 ).
2. Tentukan Prioritas dan Sasaran Penganggaran Kreatif
Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya, makan di luar boleh sesekali, tapi jangan sampai mengorbankan tabungan darurat. Saya menetapkan target jangka pendek seperti “menabung Rp500.000 per bulan” agar motivasi tetap terjaga.
3. Gunakan Aplikasi Keuangan Digital untuk Penganggaran Kreatif
Teknologi membuat penganggaran menjadi kreatif jauh lebih mudah. Aplikasi seperti Jago, Bibit, atau Flip kini menyediakan fitur tabungan otomatis dan laporan keuangan real time. Dengan fitur seperti “auto-save”, uang akan langsung tersimpan setiap kali kamu menerima penghasilan.
Baca juga: Literasi Keuangan adalah Kunci Sukses Finansial
Tips Menabung dan Disiplin Finansial Budgeting Kreatif
Menabung tidak harus menunggu punya banyak uang. Triknya adalah konsistensi. Misalnya, langsung sisihkan sebagian uang saat baru menerima gaji atau uang saku. Beberapa aplikasi bank digital seperti SeaBank atau blu by BCA Digital menyediakan sistem tabungan otomatis tanpa biaya admin ( CNBC Indonesia, 2025 ).
Selain itu, pendidikan finansial juga penting. Kamu bisa mengikuti webinar atau membaca portal keuangan seperti Kompas.com dan CNBC Indonesia untuk memahami dasar-dasar pengelolaan uang dan investasi. Dengan wawasan yang cukup, kamu bisa menghindari kesalahan keuangan yang sering dialami anak muda.
Penutup
Membangun uang bukanlah hal yang rumit jika dilakukan dengan disiplin dan kreativitas. Melalui penganggaran yang kreatif , anak muda dapat membangun masa depan finansial yang sehat, meski dimulai dari nominal kecil. Kuncinya adalah memahami prioritas, memanfaatkan teknologi, dan tetap konsisten dalam menabung. Jadi, mulai sekarang, buatlah rencana anggaranmu, tentukan tujuan finansial, dan gunakan aplikasi yang sesuai kebutuhan.
Untuk membaca berita dan inspirasi finansial lainnya, kunjungi Garap Media dan temukan artikel menarik seputar ekonomi dan gaya hidup generasi muda!
