Di bulan Ramadan, rasa kantuk setelah sahur sering menjadi tantangan bagi umat Muslim. Tubuh perlu menyesuaikan diri dengan pola makan dan waktu tidur yang berubah. Banyak yang bertanya-tanya, apakah aman untuk langsung beristirahat setelah sahur, atau sebaiknya menunggu beberapa saat sebelum tidur?
Studi Pengaruh Puasa terhadap Sistem Pencernaan Tubuh bagi Umat Muslim menyoroti hubungan antara praktik puasa dan kondisi fisiologis tubuh. Penelitian ini menjelaskan bagaimana pencernaan dan metabolisme bekerja di pagi hari. Selain aspek kesehatan, studi tersebut juga membahas pandangan para ulama mengenai kebiasaan beristirahat setelah sahur. Dengan begitu, umat Muslim mendapat panduan yang seimbang antara kebutuhan tubuh dan tuntunan syariat.
Hukum Tidur Setelah Sahur dan Subuh
Merujuk studi di atas dan Laman resmi Universitas Pakuan, langsung tidur usai santap sahur memiliki konsekuensi spiritual yang merugikan. Dalam kajian Islam, perilaku ini masuk kategori makruh, yaitu sebaiknya dihindari, karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya,” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).
Para ulama menjelaskan bahwa tidur pada waktu Subuh hingga matahari mulai naik menyebabkan seorang Muslim kehilangan kesempatan menyaksikan turunnya berkah dan rezeki. Pengecualian diberikan jika seseorang memiliki udzur, seperti bekerja shift malam, sakit, atau kondisi darurat lainnya.
Tidur Setelah Sahur, Perspektif Kesehatan
Sistem pencernaan bekerja keras untuk memecah nutrisi agar tubuh tetap sehat. Pola tidur langsung setelah sahur berpotensi mengganggu kesehatan, antara lain:
- Risiko Penumpukan Residu Beracun: Kurangnya aktivitas fisik atau metabolisme melambat saat tidur bisa menyebabkan residu makanan tertinggal dan menumpuk.
- Hubungan dengan Asam Lambung: Tidur setelah makan dalam posisi telentang dapat memicu refluks asam lambung, mengurangi manfaat puasa bagi sistem pencernaan.
- Ancaman Penyakit akibat Pola Hidup: Kebiasaan tidak sehat dan kurang gerak, termasuk tidur langsung setelah sahur, dapat menghambat metabolisme dan meningkatkan risiko penyakit.
Strategi Sahur yang Tepat untuk Menghindari Kantuk
Untuk mengurangi rasa kantuk tanpa harus tidur, beberapa strategi dapat diterapkan:
- Perbanyak Sayur dan Buah: Kandungan serat memperlambat pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.
- Hindari Makan Berlebihan: Pilih porsi sahur seimbang agar sistem pencernaan tidak terbebani.
Tips Mengelola Waktu Setelah Sahur
Agar tetap terjaga dan sehat setelah sahur:
- Atur Porsi Makan: Konsumsi secukupnya agar tidak timbul kantuk berlebihan.
- Isi Waktu dengan Ibadah Aktif: Membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, atau shalat sunnah seperti Isyraq dan Dhuha.
- Tunda Tidur Jika Perlu: Jika harus tidur, beri jeda minimal 2-3 jam setelah sahur, atau tidur sejenak setelah Syuruq untuk memulihkan energi.
Penutup
Memahami perspektif syariat dan kesehatan membantu umat Muslim menahan kantuk setelah sahur tanpa kehilangan berkah pagi. Dengan pengaturan sahur yang tepat dan aktivitas setelah Subuh, tubuh tetap bugar dan ibadah puasa lebih optimal.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar tips sahur, kesehatan, Ramadan, gaya hidup, nutrisi, doa, kebugaran, dan makanan sahur hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Bolehkah Tidur setelah Sahur? Simak Penjelasan Perspektif Syariat dan Kesehatan. Retrieved from https://www.liputan6.com/islami/read/6277841/bolehkah-tidur-setelah-sahur-simak-penjelasan-perspektif-syariat-dan-kesehatan
