Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi mengalami longsor, Minggu (8/3/2026). Empat orang tewas setelah tertimbun material sampah di Zona 4C. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim pesan peringatan.
BNPB mengingatkan potensi pergerakan tanah susulan di lokasi longsor Zona 4 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang. Peringatan ini berlaku bagi tim evakuasi dan masyarakat sekitar agar tetap berhati-hati menghadapi risiko pergerakan tanah lanjutan.
Potensi Longsor Susulan Menurut BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, stabilitas material longsoran yang masih labil dinilai berisiko memicu longsor lanjutan sehingga tim gabungan dan masyarakat sekitar diminta untuk berhati-hati.
“BNPB menekankan pentingnya keamanan dalam proses pencarian,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Ditambah kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan, berpotensi memperburuk situasi di area longsoran.
“Prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek),” kata Abdul Muhari.
Menurutnya, kondisi material longsoran yang belum stabil dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan sehingga tim di lapangan harus bekerja dengan kewaspadaan tinggi.
“Stabilitas material longsor yang masih labil berisiko memicu pergerakan tanah susulan, sehingga tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan yang ketat agar tidak menambah korban jiwa,” ujarnya.
Evakuasi Jika Curah Hujan Tinggi
BNPB turut mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan di sekitar TPA, termasuk wilayah lain dengan topografi lereng perbukitan maupun kaki gunung, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah.
“Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus,” kata Abdul Muhari.
“Peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal sangat krusial dilakukan agar fenomena serupa tidak terulang dan risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” ucapnya.
Kronologi Longsor TPST Bantargebang
Diberitakan sebelumnya, longsor gunungan sampah terjadi di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026). Empat orang tewas. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu truk-truk sampah sedang mengantre untuk membongkar muatan.
“Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Sejumlah orang yang berada di area tersebut tidak sempat menyelamatkan diri. Mereka diduga tertimbun bersama truk yang sedang menunggu giliran bongkar muatan. BPBD mencatat sekitar 10 orang diduga tertimbun. Mereka terdiri dari lima warga dan lima sopir truk sampah. Empat korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno sopir truk sampah, dan Irwan Supriatain (42) yang juga sopir truk sampah. Dua orang lainnya dilaporkan selamat. Mereka adalah Jonan dan Risno yang bekerja sebagai sopir truk sampah.
Penutup
BNPB mengingatkan semua pihak, termasuk masyarakat di sekitar TPST Bantargebang, untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Keselamatan tim evakuasi dan seluruh warga di lokasi menjadi prioritas utama.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar sains & lingkungan, fenomena alam, bencana, cuaca, lingkungan & keberlanjutan, dan edukasi sains hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). BNPB Ingatkan Potensi Longsor Susulan Gunungan Sampah Bantargebang. Retrieved from https://www.liputan6.com/news/read/6293920/bnpb-ingatkan-potensi-longsor-susulan-gunungan-sampah-bantargebang
