Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap praktik produksi vape berisi narkotika jenis etomidate yang beroperasi secara tersembunyi di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Pengungkapan ini menambah daftar panjang modus baru peredaran narkoba yang menyasar pengguna rokok elektrik.
Kasus tersebut menyita perhatian publik karena skala produksinya yang besar serta melibatkan dua warga negara asing (WNA). Dari pengungkapan ini, aparat menilai ribuan orang berpotensi menjadi korban apabila peredaran vape narkoba etomidate tidak berhasil dihentikan.
Kronologi Penggerebekan Vape Narkoba Etomidate
Penelusuran Hingga Apartemen
Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil penyelidikan BNN dan Bea Cukai terhadap aktivitas mencurigakan di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas kemudian mengikuti pergerakan seorang WNA hingga ke sebuah unit apartemen di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, aparat menemukan aktivitas produksi vape narkoba etomidate yang siap diedarkan (DetikNews, 2026).
Dalam penggerebekan tersebut, dua WNA berhasil diamankan. Keduanya diduga berperan langsung dalam proses produksi dan pengemasan liquid narkotika ke dalam cartridge vape.
Barang Bukti Produksi Vape Narkoba Etomidate
Ribuan Cartridge dan Cairan Narkotika
BNN menyita sekitar 3.000 cartridge vape kosong yang disiapkan untuk diisi cairan etomidate. Selain itu, ditemukan pula jerigen berisi cairan yang setelah diuji laboratorium terbukti mengandung narkotika golongan II jenis etomidate (DetikNews, 2026).
Menurut BNN, satu cartridge vape narkoba etomidate dapat dikonsumsi oleh beberapa orang. Dengan jumlah tersebut, aparat memperkirakan lebih dari 15 ribu jiwa berpotensi terselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Bahaya Vape Narkoba Etomidate bagi Kesehatan
Etomidate sejatinya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis. Namun, penyalahgunaan zat ini di luar pengawasan dokter, terlebih melalui rokok elektrik, sangat berbahaya. BNN menegaskan bahwa konsumsi etomidate dapat menimbulkan gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga risiko kematian (Antara News, 2025).
Modus penggunaan vape dinilai sangat berbahaya karena membuat narkotika lebih mudah dikonsumsi tanpa disadari, terutama oleh generasi muda yang akrab dengan rokok elektrik.
Omzet Miliaran dari Vape Narkoba Etomidate
BNN memperkirakan nilai ekonomi dari produksi vape narkoba etomidate ini mencapai belasan hingga puluhan miliar rupiah. Setiap cartridge vape narkoba dijual dengan harga tinggi di pasar gelap, sehingga menjadikan bisnis ilegal ini sangat menggiurkan bagi pelaku (CNBC Indonesia, 2026).
Skala produksi tersebut menunjukkan bahwa jaringan ini tidak bersifat kecil atau sporadis, melainkan terorganisasi dengan rapi dan memiliki target pasar yang luas.
Proses Hukum dan Pengembangan Kasus
Kedua WNA yang ditangkap saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. BNN menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain, termasuk pengendali jaringan dari luar negeri (SINDOnews, 2026).
Aparat masih terus mendalami jalur distribusi serta kemungkinan adanya pabrik serupa di wilayah lain. Pengungkapan ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran vape narkoba etomidate di Indonesia.
Kasus pengungkapan vape narkoba etomidate di Jakarta Selatan menjadi peringatan keras bahwa modus peredaran narkoba terus berkembang mengikuti tren gaya hidup masyarakat. Kewaspadaan publik menjadi kunci penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika dengan kemasan baru.
Ikuti terus berita investigasi dan kriminal lainnya hanya di Garap Media, untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar keamanan, hukum, dan peristiwa penting nasional.
Referensi
