Tas Berat Satu Sisi – Membawa tas besar dengan beragam perlengkapan sehari-hari memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Meski memudahkan membawa barang, tas berat dapat membuat pundak dan punggung terasa nyeri, bahkan menimbulkan ketegangan otot.
Banyak orang khawatir bahwa kebiasaan ini bisa menyebabkan skoliosis. Namun, menurut dr. Andra Hendriarto, Sp. OT (K), dokter ortopedi dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, tas berat yang dibawa di satu sisi tidak menyebabkan skoliosis, meskipun dapat menimbulkan pegal dan ketidaknyamanan pada leher serta punggung.
Tas Berat Satu Sisi dan Dampaknya
Membawa tas berat di satu bahu membuat postur tubuh tidak seimbang. Posisi ini menyebabkan otot bahu, punggung, dan leher bekerja lebih keras untuk menahan beban, sehingga menimbulkan nyeri atau ketegangan otot.
Menurut dr. Andra, rekomendasi berat tas sebaiknya maksimal 10 persen dari berat badan. Tas yang terlalu berat dapat memperburuk rasa nyeri, terutama pada orang dengan riwayat sakit pinggang (Kompas, 2025).
Skoliosis: Fakta dan Penyebab
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang dengan lengkungan ke samping. Gejala awal biasanya terlihat saat pubertas, antara kelas 1 SMP hingga kelas 3 SMA, misalnya bahu tidak sejajar, tulang belikat menonjol, atau lipatan kulit tambahan di punggung.
Jenis Skoliosis
- Kongenital (bawaan): muncul sejak lahir akibat kelainan tulang sejak dalam kandungan.
- Idiopatik: penyebabnya tidak diketahui, paling sering terjadi pada anak.
- Degeneratif: muncul pada dewasa dan berkembang seiring waktu.
- Neuromuskular: akibat kelainan saraf atau otot, misalnya cerebral palsy (Hello Sehat, 2025).
dr. Andra menegaskan bahwa sekitar 30 persen kasus skoliosis terkait faktor genetik, sedangkan 80–90 persen lainnya idiopatik. Dengan kata lain, tas berat satu sisi bukan penyebab skoliosis (Kompas, 2025).
Cara Mencegah Skoliosis
Beberapa jenis skoliosis memang tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, langkah-langkah berikut dapat membantu menunda perkembangan skoliosis agar tidak menjadi lebih parah:
1. Mengurangi Beban di Punggung
Kurangi beban dari tas ransel atau tas bahu yang Anda bawa. Tas yang terlalu berat dapat mengganggu postur tubuh. Bila menggunakan tas bahu, ganti sisi bahu secara bergantian agar distribusi beban lebih merata.
2. Hindari Duduk Terlalu Lama
Jangan duduk dalam waktu lama secara terus-menerus. Bergeraklah sesekali, misalnya berdiri atau berjalan setiap 30 menit. Olahraga teratur juga membantu membuat otot lebih kuat dan lentur.
3. Gunakan Penyangga Pinggang saat Duduk
Jika banyak waktu dihabiskan di depan meja atau komputer, gunakan kursi dengan penyangga pinggang agar postur tubuh tetap baik dan mengurangi risiko gangguan tulang belakang.
4. Memenuhi Nutrisi untuk Kesehatan Tulang
Untuk mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat, konsumsi makanan kaya magnesium, kalium, vitamin D, kalsium, dan karotenoid. Sumbernya bisa dari susu, ikan sarden, dan sayuran hijau.
5. Deteksi Dini Skoliosis
Perhatikan perubahan tubuh, seperti bahu atau pinggul yang tidak sejajar. Metode pemeriksaan meliputi posisi membungkuk (Adam’s forward bend) atau pemeriksaan X-ray. Deteksi dini membantu mencegah lengkungan tulang bertambah parah (Hello Sehat, 2025).
Baca juga: 10 Sayuran Kaya Kalsium untuk Tulang Lebih Kuat dan Sehat
Penanganan Skoliosis
Penanganan tergantung pada derajat lengkungan tulang:
- Kurva kecil dan masih tumbuh: hanya pemantauan, bracing jika perlu.
- Kurva 25–45 derajat: penggunaan korset untuk mencegah bertambahnya lengkungan.
- Kurva >50 derajat: operasi disarankan untuk mencegah komplikasi postur, pernapasan, dan fungsi tubuh lainnya (Kompas, 2025).
Penutup
Tas berat satu sisi memang bisa menimbulkan nyeri punggung atau ketegangan otot, tetapi tidak menyebabkan skoliosis. Menjaga postur tubuh, mengatur berat tas, dan rutin berolahraga dapat meminimalkan ketidaknyamanan.
Untuk informasi lebih lanjut seputar kesehatan tulang belakang dan tips gaya hidup sehat, ikuti terus update berita menarik di Garap Media. Jangan lewatkan artikel lain yang membantu menjaga postur tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.
Referensi:
- Hello Sehat. (2025). Cara Mencegah Skoliosis. Retrieved from https://hellosehat.com/muskuloskeletal/tulang-sendi-lainnya/cara-mencegah-skoliosis/
- Kompas. (2025). Kebiasaan Pakai Tas Berat di Satu Sisi Sebabkan Skoliosis. Retrieved from https://health.kompas.com/read/25I22075957068/kebiasaan-pakai-tas-berat-di-satu-sisi-sebabkan-skoliosis
