Binturong, Satwa Misterius yang Terancam Punah di Indonesia

Last Updated: 26 November 2025, 03:14

Bagikan:

Binturong, satwa arboreal Indonesia yang terancam punah, mengungkap fakta unik dan upaya konservasi penting untuk ekosistem. Sumber gambar: Animalium/Adi
Table of Contents

Binturong, Satwa Misterius yang Terancam Punah di Indonesia

Binturong atau dikenal juga sebagai bearcat adalah mamalia nocturnal yang hidup di hutan tropis Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Satwa ini memiliki ekor prehensil yang kuat, memungkinkannya bergerak gesit di pepohonan (WCS Indonesia, 2023).

Populasi binturong menurun drastis akibat perusakan habitat dan perburuan. Satwa ini kini masuk kategori Vulnerable menurut IUCN dan dilindungi secara hukum di Indonesia (Orangutan Foundation, 2023). Artikel ini membahas fakta unik binturong dan berbagai upaya konservasi di Tanah Air.


Habitat dan Distribusi Binturong

Binturong tersebar di hutan tropis Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Habitat arboreal mereka memungkinkan binturong menghindari predator sekaligus menjadi penyebar biji buah penting, seperti fig (WRC Jogja, 2022).

Adaptasi Arboreal

Ekor prehensil binturong berfungsi sebagai lengan kelima, memungkinkan mereka mencengkeram cabang dan bergerak dengan stabil di kanopi hutan (Sintas, 2023).


Perilaku dan Diet

Binturong adalah omnivora yang memakan buah, serangga, mamalia kecil, dan kadang unggas. Mereka dikenal sangat aktif di malam hari, sementara waktu siang banyak digunakan untuk beristirahat (Jurnal Ekologi, 2021).

Peran Ekologis

Binturong berperan sebagai penyebar biji, membantu regenerasi hutan tropis. Kehadirannya penting bagi ekosistem, terutama dalam memelihara keanekaragaman flora (WRC Jogja, 2022).


Upaya Konservasi di Indonesia

Beberapa pusat konservasi seperti WRC Jogja dan Pusat Penyelamatan Satwa Alobi melakukan rehabilitasi binturong. Genom dan marker genetik digunakan untuk menentukan asal geografis satwa hasil sitaan agar pelepasliaran lebih efektif (Revive Restore, 2023).

Kebun Binatang Bandung juga berhasil menambah koleksi dengan kelahiran dua bayi binturong pada 17 April 2025, menunjukkan keberhasilan program konservasi ex-situ (Antara News, 2025).


Konservasi binturong membutuhkan kesadaran masyarakat dan dukungan hukum yang kuat. Melalui berbagai program, diharapkan populasi binturong dapat stabil dan hutan tropis Indonesia tetap lestari.

Untuk berita menarik lainnya tentang satwa dan lingkungan, kunjungi Garap Media dan temukan artikel terbaru yang menginspirasi.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /