Bikin Anak Cerdas! Ini Manfaat Sensory Play Balita

Last Updated: 18 May 2025, 00:59

Bagikan:

Bermain sambil merasakan dunia lewat sentuhan, suara, dan warna! Sensory play bantu si kecil belajar dan eksplorasi dengan cara seru dan alami.
Table of Contents

Bikin Anak Cerdas! Ini Manfaat Sensory Play Balita

Masa balita adalah periode emas perkembangan anak. Pada usia ini, otak mereka berkembang sangat cepat, dan stimulasi yang tepat dapat membantu pembentukan koneksi otak yang optimal. Salah satu metode stimulasi yang direkomendasikan oleh para ahli tumbuh kembang anak adalah sensory play. Sensory play atau permainan sensorik melibatkan aktivitas yang merangsang kelima indera anak, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan pengecapan.

Namun sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya latihan Permainan sensorik bagi balita. Padahal, aktivitas ini sangat bermanfaat untuk menunjang perkembangan motorik, kognitif, hingga emosional anak. Dalam artikel ini, kita akan mengulas tuntas mengapa sensory play sangat penting untuk anak usia dini.


Apa Itu Sensory Play?

Sensory play adalah aktivitas yang dirancang untuk menstimulasi indera anak melalui eksplorasi dan pengalaman langsung. Contoh aktivitas sensory play meliputi:

  • Bermain pasir atau tanah
  • Menyentuh bahan dengan berbagai tekstur seperti slime, beras berwarna, atau air
  • Bermain air dengan wadah berbeda
  • Mendengarkan berbagai suara (musik, suara binatang)
  • Mencium berbagai aroma (rempah, buah, bunga)

Melalui permainan ini, anak belajar mengenal dunia sekitarnya secara aktif dan menyenangkan.


Mengapa Sensory Play Penting untuk Balita?

Merangsang Perkembangan Otak

Saat anak bermain dengan berbagai tekstur, suara, dan bau, otaknya bekerja untuk menghubungkan pengalaman sensorik dengan makna. Aktivitas ini meningkatkan koneksi neuron yang penting untuk pertumbuhan intelektual.

Menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), pengalaman sensorik pada usia dini sangat penting untuk perkembangan otak anak secara menyeluruh.

Melatih Motorik Halus dan Kasar

Sensory play seperti menuang air atau meremas adonan membantu anak mengontrol otot tangan mereka (motorik halus), sementara aktivitas seperti berjalan di atas permukaan berbeda merangsang motorik kasar. Kemampuan ini sangat krusial untuk persiapan menulis, menggambar, dan beraktivitas lainnya.

Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Anak yang terbiasa bermain dengan kegiatan sensorik cenderung lebih fokus karena mereka belajar memperhatikan detail dan menggunakan indranya secara bersamaan.

Menumbuhkan Kreativitas dan Imajinasi

Sensory play mendorong anak untuk berpikir kreatif. Ketika mereka mencampur warna, membentuk benda dari tanah liat, atau menciptakan suara dari benda-benda di sekitar, imajinasi mereka berkembang tanpa batas.

Menyediakan Sarana Ekspresi Emosi

Anak yang belum bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata sering kali mengekspresikannya lewat permainan. Sensory play bisa menjadi medium terapeutik yang membantu anak merasa lebih tenang dan mengelola emosinya.


Sensory Play Juga Membantu Anak dengan Kebutuhan Khusus

Anak-anak dengan spektrum autisme, gangguan pemrosesan sensorik, atau keterlambatan perkembangan sering kali diuntungkan dari sensory play. Aktivitas ini bisa menjadi alat terapi yang mendukung keterampilan sosial, koordinasi, dan kemampuan komunikasi mereka.


Contoh Sensory Play yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berikut beberapa ide sensory play yang mudah dan murah:

  • Bin sensorik: Gunakan wadah plastik besar yang diisi dengan beras berwarna, biji-bijian, atau pasir.

  • Playdough buatan sendiri: Campurkan tepung, air, garam, dan pewarna makanan.

  • Permainan es batu warna-warni: Isi cetakan dengan air berwarna dan bekukan, lalu mainkan di baskom.

  • Lukisan jari: Biarkan anak mencelupkan jarinya ke cat dan melukis bebas di kertas besar.

  • Aroma misterius: Gunakan kapas dengan berbagai aroma (kopi, vanilla, lemon) lalu tutup mata anak dan tebak baunya.


Sensory play bukan sekadar permainan biasa. Aktivitas ini terbukti secara ilmiah membantu perkembangan balita dari berbagai aspek — fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Orang tua sebaiknya mulai memasukkan aktivitas sensorik dalam rutinitas harian anak untuk memaksimalkan masa keemasan mereka.

Jadi, yuk mulai luangkan waktu untuk bermain sensorik bersama anak! Jangan lupa, terus pantau berita parenting dan info menarik lainnya hanya di Garap Media.

Lampiran Referensi:

  1. American Academy of Pediatrics.

  2. Verywell Family. 

  3. Raisingchildren.net.au. 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /