Biji Apel Mengandung Sianida – Dalam jumlah kecil yang berasal dari senyawa alami bernama amygdalin. Meskipun terdengar menakutkan karena sianida dikenal sebagai racun mematikan, faktanya tidak semua kadar sianida dalam makanan bersifat berbahaya. Zat ini bahkan secara alami juga terdapat pada beberapa bahan pangan lain, seperti singkong, almond, dan biji ceri.
Namun, apakah menelan biji apel secara tidak sengaja bisa menyebabkan keracunan? Ataukah tubuh manusia mampu menetralkannya?
Apa Itu Sianida dan Mengapa Berbahaya?
Sianida adalah senyawa kimia yang terdiri dari unsur karbon dan nitrogen. Zat ini bisa berbentuk gas, cair, atau padat dan bersifat sangat beracun, baik bagi manusia maupun hewan. Sianida dapat menghambat kemampuan tubuh menggunakan oksigen, sehingga sel dan organ tubuh kekurangan pasokan oksigen untuk berfungsi dengan baik.
Jika tubuh terpapar sianida dalam jumlah besar, kondisi ini dapat menimbulkan hipoksia, yaitu kekurangan oksigen pada jaringan tubuh. Akibatnya, organ vital seperti jantung dan otak bisa mengalami kerusakan serius. Dalam kasus berat, keracunan sianida bahkan bisa berujung pada kematian.
Selain dari bahan kimia industri, sianida juga bisa ditemukan secara alami dalam makanan seperti singkong, almond, bayam, biji ceri, dan biji apel. Zat ini juga terdapat pada asap rokok, asap kendaraan bermotor, serta asap kebakaran (Alodokter, 2023).
Mengapa Biji Apel Mengandung Sianida?
Biji apel mengandung amygdalin, yaitu senyawa glikosida yang dapat melepaskan hidrogen sianida (HCN) ketika bereaksi dengan enzim pencernaan. Amygdalin juga terdapat pada biji buah lain seperti aprikot, persik, plum, dan almond.
Ketika biji apel dikunyah dan dicerna, amygdalin terurai dan melepaskan sedikit sianida. Namun, jumlahnya sangat kecil. Lapisan keras pada biji apel juga membuat zat ini sulit dicerna sepenuhnya. Karena itu, jika hanya menelan satu atau dua biji, tubuh biasanya dapat menetralkan sianida melalui proses alami dan membuangnya lewat urine.
Menariknya, dalam kadar yang sangat kecil, sianida justru berperan dalam pembentukan vitamin B12 yang penting untuk kesehatan saraf dan sel darah merah. Meski demikian, konsumsi dalam jumlah besar tetap berisiko dan tidak disarankan (Hellosehat, 2021).
Apakah Menelan Biji Apel Bisa Menyebabkan Keracunan?
Secara umum, menelan satu atau dua biji apel tanpa sengaja tidak berbahaya. Risiko hanya muncul bila bijinya dikunyah halus dalam jumlah banyak. Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dosis sianida yang dapat berakibat fatal adalah sekitar 1 – 2 miligram per kilogram berat badan.
Untuk mencapai dosis tersebut, seseorang harus mengunyah sekitar 200 biji apel atau sekitar 40 buah apel hingga halus. Jumlah ini jelas tidak mungkin terjadi dalam konsumsi normal. Oleh karena itu, biji apel memang mengandung sianida, tetapi tidak cukup tinggi untuk menyebabkan keracunan pada manusia jika hanya tertelan sedikit (Hellosehat, 2021).
Gejala dan Penanganan Keracunan Sianida dari Biji Apel
Gejala keracunan sianida bisa muncul beberapa menit hingga jam setelah seseorang menelan atau menghirup racun ini. Tanda-tandanya antara lain:
- Mual dan muntah
- Pusing dan sakit kepala
- Napas cepat atau sesak
- Tubuh terasa lemas
- Tekanan darah menurun
- Kejang atau kehilangan kesadaran
Dalam kasus ringan, pemberian oksigen dapat membantu tubuh menetralkan efek sianida. Namun, pada kasus berat, penanganan medis melibatkan pemberian natrium nitrit dan natrium tiosulfat untuk menetralkan racun dalam darah. Jika gejala seperti mual atau pusing muncul setelah mengonsumsi banyak biji apel, segera cari pertolongan medis (Alodokter, 2023; Hellosehat, 2021).
Cara Aman Mengonsumsi Apel
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari buah apel, sebaiknya hanya konsumsi daging buahnya dan hindari mengunyah bijinya. Cuci apel hingga bersih sebelum dimakan untuk menghilangkan pestisida atau kotoran.
Potong buah dengan hati-hati agar bijinya tidak ikut termakan, terutama oleh anak-anak. Jika tanpa sengaja menelan satu atau dua biji, tidak perlu panik karena tubuh mampu mengeluarkannya secara alami.
Baca juga: 6 Cara Ampuh Mencuci Buah dan Sayur Agar Bebas Pestisida
Penutup
Biji apel memang mengandung sianida, tetapi dalam jumlah yang sangat kecil dan umumnya tidak berbahaya jika tertelan sedikit. Bahaya baru muncul bila bijinya dikunyah banyak hingga halus dan tertelan dalam jumlah besar.
Untuk mencegah risiko keracunan, hindari mengonsumsi biji apel secara sengaja dan biasakan memakan bagian buahnya saja. Dapatkan terus informasi menarik seputar kesehatan dan gaya hidup aman hanya di Garap Media, agar kamu selalu update dengan fakta-fakta penting seputar dunia kesehatan.
Referensi:
- Alodokter. (2023). Sianida Adalah Senyawa Berbahaya, Ketahui Cara Mencegahnya. Retrieved from https://www.alodokter.com/sianida-adalah-senyawa-berbahaya-ketahui-cara-mencegahnya
- Hellosehat. (2021). Ada Kandungan Sianida dalam Biji Apel, Apakah Bahaya? Retrieved from https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/biji-apel-mengandung-sianida/
