Tim beregu putri Indonesia membuka kiprah mereka di ajang Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 dengan hasil positif. Menghadapi Hong Kong pada laga fase grup, skuad Merah Putih berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 4–1.
Meski sempat tertinggal pada partai pertama, beregu putri Indonesia mampu menunjukkan mental juara. Konsistensi permainan dan kontribusi pemain muda menjadi faktor penting dalam membalikkan keadaan.
Jalannya Pertandingan Beregu Putri Indonesia vs Hong Kong
Awal Laga yang Menantang
Beregu putri Indonesia mengawali pertandingan dengan hasil kurang ideal. Pada partai pertama tunggal putri, Thalita Ramadhani Wiryawan harus mengakui keunggulan wakil Hong Kong Lo Sin Yan Happy melalui pertarungan ketat dua gim dengan skor 21–23, 19–21. Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal 0–1 lebih dulu di laga pembuka (Detik Sport, 2026).
Hasil tersebut sempat memberi tekanan bagi tim Indonesia. Namun, kondisi ini justru menjadi pemantik semangat bagi sektor lain untuk bangkit dan membalikkan keadaan.
Ganda Putri Membuka Jalan Kebangkitan
Kebangkitan beregu putri Indonesia dimulai pada partai kedua sektor ganda putri. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil solid dan mengalahkan wakil Hong Kong Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam dalam dua gim langsung dengan skor 21–16, 21–19. Kemenangan ini menyamakan kedudukan menjadi 1–1 (Suara Merdeka Jakarta, 2026).
Permainan agresif dan minim kesalahan menjadi kunci keberhasilan pasangan Indonesia dalam mengendalikan jalannya pertandingan.
Mutiara Ayu Antar Indonesia Berbalik Unggul
Pada partai ketiga, tunggal putri kedua Mutiara Ayu Puspitasari tampil tenang dan penuh determinasi. Ia berhasil mengalahkan Saloni Samirbhai Mehta dari Hong Kong dengan skor 21–11, 22–20. Hasil ini membawa beregu putri Indonesia berbalik unggul 2–1 (Suara Merdeka Jakarta, 2026).
Kemenangan Mutiara menjadi titik penting yang mengubah momentum pertandingan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim Indonesia.
Ganda Putri Kedua Pastikan Kemenangan Tim
Partai keempat menjadi laga penentu. Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya bangkit dan memenangkan pertandingan atas Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan melalui tiga gim dengan skor 21–23, 21–18, 21–11. Kemenangan ini memastikan Indonesia unggul 3–1 dan sekaligus mengunci kemenangan tim atas Hong Kong (ANTARA News, 2026).
Ester Sempurnakan Skor Akhir
Pada partai kelima, tunggal putri ketiga Ester Nurumi Tri Wardoyo tampil meyakinkan. Ester mengalahkan Wong Yi dalam dua gim langsung dengan skor 21–17, 21–14, sekaligus menyempurnakan kemenangan beregu putri Indonesia menjadi 4–1 atas Hong Kong (ANTARA News, 2026).
Makna Kemenangan bagi Beregu Putri Indonesia
Kemenangan atas Hong Kong menjadi modal penting bagi beregu putri Indonesia dalam persaingan fase grup BATC 2026. Selain menambah kepercayaan diri, hasil ini menunjukkan kedalaman skuad dan kesiapan pemain muda untuk tampil di level Asia.
Hasil positif ini juga membuka peluang Indonesia untuk bersaing memperebutkan posisi terbaik di grup, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat pada pertandingan berikutnya.
Keberhasilan beregu putri Indonesia menaklukkan Hong Kong dengan skor 4–1 menegaskan karakter pantang menyerah tim Merah Putih. Kebangkitan setelah tertinggal di awal laga menjadi bukti kekuatan mental dan kerja sama tim yang solid.
Ikuti terus perkembangan terbaru seputar bulu tangkis dan prestasi atlet Indonesia hanya di Garap Media. Jangan lewatkan berita menarik lainnya dari berbagai ajang olahraga nasional dan internasional.
Referensi
