Lesung Pipi – Ciri unik ini selalu berhasil mencuri perhatian. Sebagian orang menilai, lekukan atau cekungan di pipi menambah penampilan semakin menarik, baik pada wanita maupun laki-laki, namun tidak semua orang memilikinya. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mengapa lekukan ini bisa muncul pada sebagian orang? Apakah faktor genetik berperan dalam pembentukannya?
Pada anak-anak, senyum dengan lekukan di pipi terlihat manis dan menggemaskan. Setiap kali Si Kecil tersenyum, cekungan tersebut membuat suasana seolah lebih ceria dan hangat, sehingga senyuman menjadi daya tarik unik yang memikat siapa pun yang melihatnya.
Penyebab Lesung Pipi
Lekukan di pipi muncul akibat variasi pada otot wajah, terutama zygomaticus major. Pada beberapa anak, otot ini terbagi menjadi dua jalur (bifid zygomaticus major) sehingga kulit tertarik ke dalam saat tersenyum, membentuk cekungan kecil di pipi. Fenomena ini bersifat anatomis dan umum ditemukan, meski kadang disebut “cacat lahir” (Kompas, 2022).
Pewarisan dan Faktor Genetik Lesung Pipi
Ciri ini mengikuti pola pewarisan autosomal dominan, artinya tidak bergantung pada jenis kelamin orang tua atau anak. Sifat dominan hanya membutuhkan satu salinan gen untuk muncul, berbeda dengan sifat resesif yang memerlukan dua salinan.
Peluang anak mewarisi lekukan di pipi lebih tinggi jika orang tua memiliki gen dominan atau dua salinan gen tersebut. Gen pada kromosom 5 memengaruhi pembentukan jaringan ikat saat perkembangan embrio, sehingga menghasilkan otot zygomaticus major yang membentuk lekukan tersebut.
Menurut dr. Ross Elledge, meski genetik berperan, pola pewarisan masih belum sepenuhnya jelas. “Jawabannya masih jauh dari pasti, dan ada perdebatan mengenai pola pewarisan sifat ini,” jelasnya (Haibunda, 2025; Kompas, 2022).
Daya Tarik Lesung Pipi
Lekukan di pipi dianggap menarik karena membuat senyum terlihat lebih manis dan ramah. Beberapa budaya menilainya sebagai simbol kecantikan atau keberuntungan. Selain nilai estetika, ciri ini memperkuat ekspresi wajah dan komunikasi nonverbal, sehingga pemiliknya terlihat lebih hangat dan ekspresif (Haibunda, 2025).
Prevalensi dan Varian
Diperkirakan sekitar 20 – 30% populasi dunia memiliki lekukan di pipi. Prevalensi bervariasi, misalnya 34% orang Amerika dan hanya 12,3% orang Eropa. Selain di pipi, terdapat varian lain seperti lesung dagu dan Lesung Venus di punggung bawah. Lesung Venus muncul pada sekitar 19,4% populasi, sedangkan lesung sakral tengah hanya ditemukan pada sekitar 4% bayi (Haibunda, 2025).
Lesung Pipi Bisa Dibuat Secara Medis
Lekukan di pipi dapat dibuat melalui prosedur kosmetik dimpleplasty. Dokter membuat sayatan kecil dari dalam mulut dan mengikat kulit ke otot, sehingga terbentuk lekukan saat tersenyum. Prosedur ini aman jika dilakukan oleh profesional, namun tetap ada risiko cedera saraf dan infeksi (Haibunda, 2025).
Penutup
Lesung pipi merupakan ciri unik yang dipengaruhi kombinasi genetik dan perkembangan otot. Senyum dengan lekukan di pipi tetap menjadi daya tarik istimewa yang membuat wajah terlihat lebih manis dan ramah. Banyak orang bahkan menganggapnya sebagai simbol kecantikan dan keberuntungan.
Temukan berita menarik di Garap Media seputar parenting, kesehatan anak, dan fakta unik lainnya. Jangan lewatkan tips dan fakta menarik yang bisa menambah wawasan sehari-hari.
Referensi:
- Haibunda. (2025). Lesung Pipi di Wajah Anak, Benarkah Diwariskan secara Genetik? Cek Fakta Menariknya. Retrieved from https://www.haibunda.com/parenting/20250829101702-60-374436/lesung-pipi-di-wajah-anak-benarkah-diwariskan-secara-genetik-cek-fakta-menariknya
- Kompas. (2022). Apakah Lesung Pipi Bisa Diwariskan Secara Genetik?. Retrieved from https://www.kompas.com/tren/read/2022/02/20/210000365/apakah-lesung-pipi-bisa-diwariskan-secara-genetik-
