Buah Rambutan Bikin Batuk? – Sering jadi perbincangan di masyarakat, terutama saat musim buah ini tiba. Rambutan dikenal sebagai buah tropis dengan kulit berambut dan rasa manis yang menyegarkan. Daging buahnya yang kenyal dan segar membuatnya digemari banyak orang. Selain lezat, rambutan juga kaya akan serat, vitamin C, mineral, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Namun, di balik kelezatannya, muncul anggapan bahwa makan rambutan bisa membuat seseorang batuk. Lantas, apakah benar rambutan bisa menyebabkan batuk atau hanya mitos belaka?
Fakta Medis tentang Buah Rambutan dan Batuk
Secara medis, rambutan tidak terbukti menyebabkan batuk. Hingga kini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa kandungan dalam buah rambutan dapat memicu batuk secara langsung. Artinya, anggapan bahwa buah rambutan bikin batuk hanyalah mitos tanpa dasar ilmiah.
Meski begitu, beberapa orang memang mengeluhkan tenggorokan terasa kering, gatal, atau bahkan batuk ringan setelah makan rambutan. Hal ini bisa terjadi karena sensitivitas tubuh terhadap senyawa alami dalam buah rambutan, seperti tanin dan polifenol. Zat tersebut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan bila dikonsumsi berlebihan atau dalam kondisi buah yang belum matang.
Selain itu, bagi sebagian kecil orang dengan alergi terhadap buah tropis, konsumsi rambutan dapat memicu reaksi ringan, seperti batuk, gatal di tenggorokan, atau rasa perih. Namun, kasus ini jarang terjadi dan biasanya tidak menimbulkan dampak serius (Hello Sehat, 2025).
Cara Aman Mengonsumsi Buah Rambutan agar Tidak Bikin Batuk
Meski tidak menyebabkan batuk secara langsung, cara mengonsumsi rambutan tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya optimal. Rambutan kaya akan serat yang membantu pencernaan, vitamin C untuk daya tahan tubuh, serta asam folat yang penting bagi ibu hamil dan kesehatan darah.
Berikut beberapa tips sehat agar makan rambutan tetap aman:
- Pilih rambutan yang matang sempurna, ditandai dengan kulit merah atau kuning cerah.
- Cuci bersih daging buah sebelum dikonsumsi untuk menghindari kontaminasi.
- Hindari rambutan kalengan atau olahan manis yang mengandung gula tambahan, karena bisa memicu iritasi tenggorokan.
- Batasi konsumsi sekitar 5 – 6 buah per hari, jangan berlebihan.
- Jangan makan biji atau kulit rambutan, karena bisa mengandung senyawa yang berbahaya jika dikonsumsi mentah.
Jika setelah makan rambutan tenggorokan terasa gatal atau muncul batuk ringan, sebaiknya hentikan konsumsi sementara dan perbanyak minum air putih. Bila gejala tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat (Alodokter, 2025; Hello Sehat, 2025).
Baca juga: Bahaya Mematikan Terlalu Banyak Makan Durian
Penutup
Dari penjelasan medis di atas, dapat disimpulkan bahwa anggapan rambutan bikin batuk hanyalah mitos. Reaksi batuk yang dialami sebagian orang lebih disebabkan oleh sensitivitas terhadap senyawa alami buah atau reaksi alergi ringan. Dengan cara konsumsi yang benar dan porsi yang wajar, rambutan tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh. Buah ini bahkan bisa menjadi pilihan camilan sehat yang kaya vitamin dan menyegarkan di musim panas.
Untuk mengetahui berbagai fakta menarik lainnya seputar gaya hidup dan kesehatan, baca juga berita terbaru di Garap Media agar Anda selalu mendapatkan informasi yang akurat dan tepercaya. Tetap ikuti update artikel menarik lainnya untuk menambah wawasan dan inspirasi Anda setiap hari.
Referensi:
- Alodokter. (2025). Benarkah Rambutan Bikin Batuk? Ini Faktanya. Retrieved from https://www.alodokter.com/benarkah-rambutan-bikin-batuk-ini-faktanya
- Hello Sehat. (2025). Apakah Benar Rambutan Bikin Batuk? Ini Faktanya. Retrieved from https://hellosehat.com/pernapasan/pilek/rambutan-bikin-batuk/
