Bata Tutup Pabrik Purwakarta Hentikan Produksi

Last Updated: 10 October 2025, 01:31

Bagikan:

Kondisi pabrik sepatu Bata di Purwakarta setelah resmi menghentikan produksi, menandai berakhirnya operasi yang telah berlangsung puluhan tahun. Sumber Gambar: bataindustrials.co.id
Table of Contents

Bata Tutup Pabrik Purwakarta Hentikan Produksi

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) resmi menghentikan seluruh kegiatan produksi alas kaki di Indonesia setelah pabrik di Purwakarta ditutup. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mencatat kerugian hingga Rp40,62 miliar pada semester pertama 2025 (iNews, 2025).

Penutupan pabrik ini berdampak langsung pada karyawan dan menarik perhatian publik. Fenomena ini memunculkan berbagai diskusi mengenai kondisi industri alas kaki di Indonesia serta tanggung jawab sosial perusahaan (Kumparan, 2025).


Penutupan Pabrik Purwakarta

Sejarah dan Operasional Pabrik

Pabrik sepatu Bata di Purwakarta telah beroperasi sejak 1994, menjadi salah satu pabrik utama dalam rantai produksi nasional. Selama bertahun-tahun, pabrik ini menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung perekonomian daerah setempat.

Namun, penutupan pada akhir April 2024 disebabkan oleh penurunan permintaan, meningkatnya biaya operasional, dan persaingan ketat dengan produk impor (Lombok Post, 2025).

Dampak terhadap Karyawan

Penutupan pabrik berdampak pada 233 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Perusahaan menyatakan akan menyelesaikan hak-hak karyawan sesuai ketentuan hukum, termasuk pesangon dan kompensasi lainnya (Liputan6, 2025). Banyak karyawan yang mengekspresikan kesedihan mereka melalui media sosial, membuat kasus ini viral.


Penghentian Produksi Sepatu

Alasan Penghentian Produksi

Setelah pabrik ditutup, Bata memutuskan menghentikan seluruh kegiatan produksi alas kaki. Kerugian besar dan penurunan penjualan yang signifikan menjadi faktor utama keputusan ini (iNews, 2025).

Transformasi Bisnis

Manajemen Bata menyatakan perusahaan akan fokus pada strategi bisnis baru, termasuk mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan permintaan konsumen dan bekerja sama dengan produsen lokal mitra di Indonesia (Kumparan, 2025). Langkah ini bertujuan menjaga keberlangsungan brand dan memenuhi kebutuhan pasar secara efisien.

Respons Pasar dan Investor

Keputusan ini mendapat respons dari investor dan analis pasar yang menyoroti tekanan ekonomi dan persaingan dalam industri alas kaki. Saham Bata sempat mengalami fluktuasi, meski manajemen menegaskan bahwa langkah ini strategis untuk jangka panjang.


Reaksi Publik dan Media Sosial

Kasus ini menjadi viral di media sosial karena video momen haru karyawan PHK massal yang tersebar luas. Publik memberikan berbagai tanggapan, mulai dari dukungan bagi karyawan hingga kritik terhadap perusahaan (Instagram, 2025). Media sosial juga menjadi sarana edukasi publik mengenai tantangan industri dan perlunya regulasi yang lebih ketat.


Implikasi Ekonomi dan Industri

Penutupan pabrik Bata menimbulkan dampak ekonomi lokal, termasuk berkurangnya peluang kerja dan menurunnya aktivitas ekonomi di sekitar pabrik. Selain itu, ini menjadi peringatan bagi industri alas kaki lain untuk menyesuaikan produksi, memperhatikan efisiensi biaya, dan meningkatkan kualitas produk agar tetap kompetitif.


Penutupan pabrik Bata di Purwakarta dan penghentian produksi sepatu menunjukkan tantangan serius di industri alas kaki Indonesia. Perusahaan berkomitmen melakukan transformasi bisnis untuk tetap relevan dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti berita lain, Garap Media menyediakan berbagai artikel terkini dan relevan. Jangan lewatkan informasi penting yang terus diperbarui setiap hari.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /