Basashi: Tradisi Daging Kuda Mentah dari Kumamoto yang Jadi Kuliner Ikonik Jepang

Last Updated: 19 October 2025, 22:46

Bagikan:

Cita rasa otentik basashi dari Kumamoto menghadirkan pengalaman kuliner yang berani dan mendalam bagi pecinta sashimi sejati. Sumber gambar: Japan Nakama
Table of Contents

Basashi: Tradisi Daging Kuda Mentah dari Kumamoto yang Jadi Kuliner Ikonik Jepang

Basashi, atau sashimi dari daging kuda mentah, merupakan hidangan tradisional Jepang yang unik dan penuh kontroversi. Makanan ini biasanya disajikan dalam irisan tipis bersama kecap asin, jahe, dan bawang putih parut. Bagi masyarakat di wilayah seperti Kumamoto, Nagano, dan Fukushima, basashi bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan sejarah dan ketekunan masyarakat setempat (Food in Japan, 2024).

Belakangan, basashi menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia yang ingin mencoba keaslian kuliner Jepang di luar sushi dan ramen. Walau menuai perdebatan soal etika konsumsi daging kuda, hidangan ini tetap menjadi ikon kuliner daerah di Jepang bagian selatan, terutama karena standar keamanan pangan yang ketat dari pemerintah Jepang (MAFF, 2024).


Asal-usul dan Tradisi Basashi

Asal-usul basashi diyakini bermula dari masa pemerintahan Kato Kiyomasa, penguasa wilayah Higo (sekarang Kumamoto) pada abad ke-16. Saat menghadapi kekurangan pangan dalam perang, Kiyomasa dikatakan memutuskan untuk memakan daging kuda, dan tradisi itu berlanjut hingga kini sebagai hidangan khas daerah (MLIT, 2024).

Wilayah Kumamoto kini dikenal sebagai pusat produksi dan konsumsi basashi di Jepang. Daging kuda yang digunakan memiliki suhu tubuh lebih tinggi dibanding hewan lain, sehingga risiko parasit lebih rendah, menjadikannya relatif aman untuk dikonsumsi mentah setelah melalui proses khusus (MAFF, 2024). Selain itu, basashi dikenal tinggi protein dan rendah lemak, serta kaya zat besi dan mineral (Tenpos Star, 2024).


Cara Penyajian dan Cita Rasa Basashi

Cara penyajian basashi bervariasi di setiap wilayah. Di Kumamoto, basashi disajikan dengan kecap asin dan bawang putih parut. Di Nagano, saus miso pedas kerap digunakan untuk memperkuat rasa. Ada pula versi bernama sakuraniku, atau “daging bunga sakura,” dinamai karena warna merah mudanya menyerupai bunga sakura yang mekar (Umami Info, 2023).

Selain dalam bentuk sashimi, beberapa restoran Jepang modern menawarkan basashi dalam gaya fusion seperti sushi basashi atau basashi donburi. Hidangan ini semakin populer di kalangan wisatawan mancanegara karena dinilai eksotis dan menantang.


Regulasi dan Standar Keamanan

Basashi hanya boleh disajikan oleh restoran yang memiliki izin khusus dari otoritas kesehatan Jepang. Daging kuda yang digunakan berasal dari peternakan yang diawasi ketat dan diproses dengan suhu rendah untuk menjaga kebersihan. Standar keamanan ini diatur langsung oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF, 2024), yang memastikan semua produk memenuhi syarat higienis sebelum dijual.

Faktor higienis ini menjadi alasan utama mengapa basashi masih dipertahankan sebagai bagian dari budaya kuliner Jepang meski mendapat kritik dari luar negeri. Dalam konteks lokal, daging kuda dianggap sebagai bahan makanan yang berharga, bukan hewan peliharaan seperti di beberapa negara Barat.


Basashi dalam Budaya Populer Jepang

Basashi juga memainkan peran penting dalam promosi pariwisata daerah. Kumamoto setiap tahun menggelar Basashi Matsuri, festival kuliner yang menampilkan berbagai variasi hidangan daging kuda dan pertunjukan budaya tradisional (Food in Japan, 2024). Melalui acara ini, masyarakat berusaha melestarikan warisan kuliner sambil menarik wisatawan untuk mengenal budaya lokal.

Selain itu, promosi basashi juga muncul di berbagai media, mulai dari acara kuliner televisi hingga video dokumenter daring. Popularitasnya menunjukkan bahwa makanan tradisional seperti basashi mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitasnya.


Basashi adalah contoh nyata bagaimana tradisi dan cita rasa berpadu dalam satu hidangan yang sarat makna budaya. Meski tidak semua orang mampu menerima ide menyantap daging kuda mentah, basashi tetap menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Jepang.

Jika Anda tertarik mengeksplorasi ragam kuliner tradisional lain yang penuh filosofi dan keunikan, kunjungi Garap Media untuk membaca artikel menarik seputar budaya dan makanan khas dari berbagai penjuru dunia.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /