Barcelona terpaksa menerima kenyataan pahit dalam lanjutan kompetisi Liga Champions musim ini. Skuad Blaugrana dipaksa menyerah dengan skor 2-0 saat melakoni laga tandang ke markas Atletico Madrid. Hasil negatif ini tentu di luar ekspektasi dan membuat perjuangan mereka menuju babak semifinal menjadi semakin terjal. Kekalahan pada leg pertama ini menjadi pukulan telak bagi pasukan yang dipimpin oleh Hansi Flick.
Mereka kini dihadapkan pada misi yang sangat menantang untuk pertandingan leg kedua mendatang. Barca diwajibkan meraih kemenangan dengan selisih minimal tiga gol guna membalikkan kedudukan di Riyadh Air Metropolitano pada pekan depan. Sepanjang pertandingan, sebenarnya terdapat momen-momen yang sempat memberikan napas bagi tim tamu. Namun, serangkaian keputusan wasit serta efektivitas penggunaan VAR justru memicu polemik. Flick menilai bahwa timnya tidak memperoleh perlakuan yang adil dalam laga krusial tersebut. Juru taktik asal Jerman itu pun secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya selepas laga usai. Ia memberikan perhatian khusus pada beberapa kejadian penting yang dinilai telah merugikan timnya, terutama insiden di dalam area terlarang yang luput dari intervensi VAR.
Skandal Handball yang Diabaikan
Tensi pertandingan meningkat tajam sejak dimulainya babak kedua. Pada sebuah momen, Marc Pubill yang merupakan pemain Atletico, terlihat menyentuh bola menggunakan tangan di dalam kotak penalti. Kejadian tersebut berlangsung setelah situasi tendangan gawang dan terlihat cukup gamblang. Flick merasa sangat heran dengan keputusan wasit yang tidak mengambil tindakan tegas. Ia berpendapat bahwa insiden tersebut memiliki pengaruh besar terhadap alur permainan dan mempertanyakan fungsi VAR dalam kondisi demikian.
“Saya tidak mengerti mengapa VAR tidak masuk dalam situasi di mana mereka menyentuh bola dengan tangan di area penalti. Sangat normal untuk melakukan kesalahan, tetapi dalam situasi seperti ini, kenapa kita punya VAR?” ujar Hansi Flick.
“VAR sudah cukup berpihak pada Atletico… wasitnya orang Jerman. Terima kasih Jerman. Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam situasi di mana kiper mulai bermain dan bek menghentikannya dengan tangan, bagi saya itu adalah kartu kuning kedua dan juga penalti,” tambahnya.
Polemik Kartu Merah Pau Cubarsi
Bukan hanya masalah penalti, keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Pau Cubarsi juga memicu kontroversi. Pengusiran bek muda Barcelona tersebut memaksa tim bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, yang pada akhirnya mengganggu stabilitas pertahanan mereka. Flick sendiri merasa ragu dengan keabsahan keputusan tersebut. Ia menilai situasi tersebut sulit untuk dipastikan secara objektif karena kontak fisik yang terjadi masih sangat bisa diperdebatkan.
“Saya tidak tahu tentang pengusiran Cubarsi, itu bisa saja kartu merah atau mungkin juga tidak. Saya tidak yakin apakah dia cukup menyentuhnya. Bolanya berada di belakang mereka,” kata Flick.
“Mari kita lihat apakah mereka bisa menjelaskannya kepada kami. Saya pikir kami sudah memberikan segalanya dan kami tidak beruntung, tetapi kami harus menatap pertandingan berikutnya melawan Atletico,” pungkasnya.
Penutup
Kekalahan Barcelona dan kritik tajam Hansi Flick terhadap kinerja VAR menimbulkan kontroversi besar dalam dunia sepak bola. Tim kini harus segera memulihkan fokus dan strategi untuk menghadapi leg kedua demi menjaga peluang lolos ke babak semifinal Liga Champions. Performa dan keputusan penting dalam laga mendatang akan menjadi penentu nasib Blaugrana musim ini.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar Liga Spanyol, Liga Champions, Barcelona, Atletico Madrid, transfer pemain, jadwal pertandingan, dan hasil pertandingan hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Barcelona Tumbang, Hansi Flick Kritik Kinerja VAR. Retrieved from https://www.liputan6.com/bola/read/6312981/barcelona-tumbang-hansi-flick-kritik-kinerja-var
