Banjir Parah Thailand Lumpuhkan Hat Yai dan Picu Evakuasi Massal
Banjir parah melanda wilayah selatan Thailand dan menyebabkan kota Hat Yai berada dalam kondisi lumpuh total. Curah hujan ekstrem membuat air menggenang di hampir seluruh bagian kota, memaksa warga untuk dievakuasi menggunakan perahu, truk militer, hingga helikopter. Pemerintah Thailand menetapkan operasi darurat setelah banjir merendam kawasan pemukiman, pusat bisnis, hingga fasilitas vital (ANTARA, 2025).
Krisis ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada infrastruktur dan akses transportasi. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal, sementara perjalanan darat dan udara terhenti akibat tingginya genangan. Laporan Reuters (2025) mengonfirmasi bahwa situasi di beberapa provinsi lain juga memburuk, menyebabkan korban jiwa dan jumlah pengungsi meningkat.
Dampak Luas Banjir Thailand
Hat Yai Terendam dan Warga Diungsikan
Kota Hat Yai menjadi episentrum bencana. Air setinggi pinggang hingga dada menggenangi jalan utama, hotel, rumah sakit, dan kawasan bisnis. Otoritas setempat memerintahkan evakuasi menyeluruh karena ketinggian air meningkat dalam waktu cepat (ANTARA, 2025). Ribuan orang kini berada di pusat evakuasi yang disediakan pemerintah.
Transportasi publik dihentikan total. Bus dan kereta tidak beroperasi, sementara penerbangan di bandara terdekat terganggu akibat akses jalan yang tidak bisa dilalui. Dampak ini memperburuk situasi bagi warga yang membutuhkan bantuan medis dan logistik.
Kerusakan Infrastruktur dan Gangguan Ekonomi
Banjir merusak berbagai infrastruktur penting, mulai dari jalan raya, jembatan, jaringan listrik, hingga sistem komunikasi. Reuters (2025) melaporkan bahwa banjir menghambat distribusi barang dan membuat pasokan makanan serta obat-obatan di beberapa daerah menipis.
Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai jutaan dolar per hari. Aktivitas perdagangan dan pariwisata di beberapa kota besar selatan Thailand berhenti total karena banyak kawasan yang tidak dapat diakses. Pemerintah kini memfokuskan upaya pemulihan pada akses dasar dan penyediaan kebutuhan warga.
Korban Jiwa dan Operasi Penyelamatan
Jumlah Korban Meningkat
Reuters (2025) mencatat bahwa korban tewas akibat banjir di selatan Thailand terus bertambah. Banyak korban ditemukan setelah air mulai surut di beberapa lokasi. Selain banjir, tanah longsor yang dipicu hujan deras turut menjadi ancaman mematikan di beberapa wilayah.
Tim penyelamat menghadapi tantangan besar, terutama karena banyak jalan terputus dan wilayah terisolasi. Bantuan dari militer diturunkan untuk mempercepat distribusi logistik dan evakuasi warga yang masih terjebak.
Upaya Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Pemerintah Thailand telah mengerahkan helikopter, kapal, serta kendaraan khusus untuk menjangkau wilayah yang paling parah terdampak. Fokus utama adalah menyelamatkan warga, memulihkan akses jalan, dan memastikan bantuan dapat menjangkau lokasi terpencil (ANTARA, 2025).
Masyarakat diminta tetap berada di tempat aman dan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang air deras. Pemerintah juga meningkatkan pelayanan kesehatan sementara di pusat evakuasi untuk mencegah penyakit akibat banjir.
Banjir Thailand kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan puluhan ribu warga terdampak dan kerusakan besar di berbagai sektor, proses pemulihan diperkirakan memakan waktu lama. Warga tetap diimbau mengikuti arahan pemerintah demi keselamatan bersama.
Untuk pembaruan terbaru seputar bencana alam, kebijakan regional, dan analisis mendalam lainnya, pembaca dapat mengikuti berita-berita terkini di Garap Media. Lebih banyak laporan informatif tersedia untuk memperkaya wawasan mengenai isu nasional dan internasional.
Referensi
