Hujan deras sejak Jumat (2/1/2026) menyebabkan banjir besar melanda Kota Padang, Sumatera Barat. Kawasan Tunggul Hitam, Kurao Pagang, dan sekitarnya terendam, memaksa ratusan warga dievakuasi ke tempat aman. Banjir ini juga mengakibatkan putusnya akses jalan dan kerusakan infrastruktur (ANTARA, 2026).
Selain menimbulkan kerusakan rumah, banjir juga menyebabkan gangguan transportasi dan risiko kesehatan akibat genangan air yang tercemar. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat dan relawan terus bekerja siang malam untuk mengevakuasi warga dan memberikan bantuan darurat (Padek Jawapos, 2026).
Dampak Banjir Padang
Evakuasi dan Rumah Terendam
Di Kelurahan Tunggul Hitam dan Kurao Pagang, ratusan rumah terendam air setinggi satu meter. Warga, termasuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil, dievakuasi ke pengungsian sementara. Banyak rumah mengalami kerusakan pada perabotan, peralatan rumah tangga, dan listrik mati akibat air yang masuk ke instalasi rumah (ANTARA, 2026).
Bantuan logistik seperti makanan, minuman, pakaian, selimut, dan obat-obatan disalurkan ke pengungsi. BPBD juga menyiapkan tempat penampungan tambahan untuk warga yang kehilangan rumah sementara waktu (ANTARA, 2026).
Jalan dan Infrastruktur Terputus
Di Kelurahan Kapalo Koto, jalan utama menuju kawasan Batu Busuk dan Koto Tuo amblas akibat luapan sungai. Sekitar 235 keluarga terisolasi karena jalan terputus dan transportasi terganggu. Petugas memasang rambu peringatan dan menutup akses untuk mencegah kecelakaan.
Selain itu, jembatan dan drainase juga rusak, memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pihak pemerintah menyiapkan perbaikan darurat dan memindahkan warga ke lokasi yang aman sementara menunggu kondisi membaik (Padek Jawapos, 2026).
Penyebab Banjir Padang
Hujan Ekstrem
Curah hujan tinggi sejak Kamis malam hingga Jumat sore menjadi penyebab utama banjir. BMKG memperingatkan potensi hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko luapan sungai di Kota Padang (ANTARA, 2026).
Luapan Sungai dan Drainase Tidak Memadai
Beberapa sungai, termasuk Sungai Batang Kuranji, meluap dan menggenangi pemukiman warga. Drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan semakin memperparah banjir. Beberapa lokasi bahkan mengalami banjir bandang, merusak rumah dan fasilitas umum.
Tindakan Pemerintah dan Kesiapsiagaan Warga
Penanganan Darurat
BPBD Kota Padang, TNI, Polri, dan relawan terus memantau daerah terdampak. Evakuasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan semua warga terselamatkan. Bantuan logistik disiapkan di titik pengungsian, termasuk makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan (ANTARA, 2026).
Pihak berwenang juga menutup akses jalan yang rawan banjir, memastikan keamanan warga dan mempercepat proses perbaikan infrastruktur yang rusak.
Kesiapsiagaan Warga
Masyarakat diimbau memindahkan barang berharga ke tempat tinggi, menjauhi aliran sungai, dan tidak melakukan perjalanan saat hujan ekstrem. Warga juga disarankan selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pihak berwenang mengenai kondisi terkini banjir (ANTARA, 2026).
Banjir Padang awal 2026 menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Warga diminta tetap waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, dan memastikan keselamatan diri serta keluarga.
Simak berita dan update terbaru lainnya di Garap Media untuk informasi terkini tentang bencana, tips keselamatan, dan tindakan pencegahan di wilayah terdampak banjir.
Referensi:
