Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Jumat hingga Sabtu, 27 Desember 2025. Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga hingga ketinggian air mencapai plafon bahkan atap rumah di sejumlah desa (detikKalimantan, 2025).
Peristiwa ini memicu respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat gabungan untuk mengevakuasi warga terdampak serta menyalurkan bantuan darurat di wilayah yang terendam banjir bandang Balangan (ANTARA News, 2025).
Kronologi Banjir Bandang Balangan
Hujan Lebat dan Luapan Sungai
Banjir bandang Balangan dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Balangan dan daerah hulu sungai. Debit air meningkat secara cepat sehingga sungai tidak mampu menampung aliran air dan akhirnya meluap ke kawasan permukiman warga (detikKalimantan, 2025).
Beberapa desa di Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah terdampak terparah. Air yang datang secara tiba-tiba membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan terpaksa bertahan di lantai atas rumah sambil menunggu evakuasi.
Dampak Banjir Terhadap Warga
1.466 Rumah dan 1.615 KK Terdampak
Data sementara mencatat sebanyak 1.466 rumah dan 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang di Kabupaten Balangan. Sebagian besar rumah mengalami kerusakan akibat terjangan arus air yang membawa lumpur dan material lainnya (Metrotvnews, 2025).
Selain kerusakan fisik, banjir juga menyebabkan aktivitas warga lumpuh. Akses jalan terputus, fasilitas umum terendam, serta kegiatan ekonomi dan pendidikan terganggu di sejumlah wilayah terdampak.
Evakuasi Warga dan Kebutuhan Mendesak
BPBD bersama kepolisian, TNI, dan relawan terus melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan. Ratusan warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan (ANTARA News, 2025).
BPBD Balangan juga mencatat kebutuhan mendesak warga terdampak berupa mesin pompa air (alkon), logistik makanan, air bersih, serta perlengkapan kebersihan untuk proses pemulihan pascabanjir (ANTARA News, 2025).
Respons Pemerintah dan Kesiapsiagaan
BPBD Tingkatkan Status Waspada
Pemerintah daerah melalui BPBD Kalimantan Selatan meningkatkan status kewaspadaan menghadapi potensi bencana lanjutan. Curah hujan yang masih tinggi membuat masyarakat di daerah rawan banjir diminta untuk tetap siaga dan mengikuti arahan petugas (ANTARA News, 2025).
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk pemantauan debit sungai dan kesiapan personel di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Banjir bandang Balangan yang merendam rumah hingga plafon dan atap menjadi peringatan serius akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di Kalimantan Selatan. Penanganan cepat dan kolaborasi antarinstansi sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Ikuti terus berita terkini dan laporan mendalam seputar bencana alam serta isu penting lainnya hanya di Garap Media, agar kamu tidak ketinggalan informasi terpercaya.
Referensi
