Balut: Makanan Ekstrem yang Bikin Penasaran
Balut sering disebut sebagai salah satu kuliner paling ekstrem di Asia Tenggara. Makanan ini membuat banyak orang penasaran sekaligus ragu untuk mencoba. Di balik kontroversinya, balut menyimpan nilai gizi tinggi dan menjadi bagian penting tradisi kuliner di Filipina, Vietnam, hingga Kamboja. Artikel ini akan mengupas sejarah, kandungan gizi, dan kontroversi seputar balut.
Apa Itu Balut?
Balut adalah telur itik yang dibuahi, diinkubasi 14–21 hari, lalu direbus atau dikukus dan dimakan langsung dari cangkangnya. Di Filipina, balut biasanya dijual di malam hari oleh pedagang keliling. Sementara di Vietnam, makanan ini dikenal sebagai trứng vịt lộn dan kerap disajikan dengan rempah dan sayuran segar.
Kandungan Gizi Balut
Balut kaya protein, lemak, serta vitamin dan mineral.
- Satu butir balut berisi sekitar 188 kalori dan 14 gram protein.
- Mengandung kalsium, fosfor, dan zat besi yang baik untuk tulang.
- Sering dianggap sebagai sumber energi cepat dan dipercaya meningkatkan stamina.
Dengan kandungan tersebut, balut sering dijadikan makanan penambah tenaga bagi pekerja maupun atlet.
Kontroversi Seputar Balut
Aspek Kesehatan
Balut mengandung kolesterol tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah jantung. Selain itu, jika penyimpanan tidak higienis, risiko infeksi bakteri seperti Salmonella bisa meningkat.
Aspek Agama
Sebagian umat beragama menolak balut karena mengandung embrio yang sudah berkembang. Dalam hukum makanan tertentu, hal ini dianggap tidak halal.
Aspek Etika
Perdebatan etis juga muncul. Sebagian orang menilai balut melibatkan penderitaan embrio. Namun, bagi masyarakat lokal, balut adalah bagian dari tradisi yang harus dijaga.
Popularitas Balut di Dunia
Meski kontroversial, balut mulai dilirik sebagai kuliner unik di luar Asia. Restoran di Amerika dan Eropa menjadikannya hidangan tantangan bagi wisatawan kuliner. Balut pun menjadi simbol keberanian bagi mereka yang ingin mencoba makanan ekstrem.
Balut bukan sekadar makanan, tetapi cerminan budaya dan tradisi yang sudah berlangsung lama. Meski menuai kontroversi, balut tetap populer dan diminati banyak orang.
Ingin tahu lebih banyak tentang kuliner unik dan budaya dunia? Jangan lupa baca berita menarik lainnya hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
