Isu bali sepi wisatawan kembali menjadi sorotan publik menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sejumlah laporan media menyebutkan adanya penurunan aktivitas wisata, khususnya dari wisatawan domestik, yang memicu anggapan bahwa pariwisata Bali tengah lesu.
Namun, pernyataan resmi Menteri Pariwisata menunjukkan gambaran berbeda. Pemerintah menegaskan Bali tidak benar-benar sepi, melainkan hanya mengalami penurunan kecil pada kunjungan wisatawan nusantara, sementara kunjungan wisatawan mancanegara justru tetap tinggi (ANTARA News, 2025).
Bali Sepi Wisatawan: Penjelasan Resmi Pemerintah
Pernyataan Menteri Pariwisata
Menteri Pariwisata menyatakan bahwa narasi bali sepi wisatawan tidak sepenuhnya sesuai dengan data. Berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata, terjadi penurunan sekitar dua persen pada kunjungan wisatawan domestik selama periode Nataru. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih wajar dan tidak mencerminkan krisis pariwisata (ANTARA News, 2025).
Dalam kesempatan yang sama, Menpar menegaskan bahwa sektor pariwisata Bali secara keseluruhan masih bergerak positif, terutama berkat kontribusi wisatawan mancanegara yang jumlahnya relatif stabil.
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tetap Tinggi
Hingga akhir 2025, Bali telah menerima jutaan wisatawan mancanegara dan mendekati target tahunan pemerintah. Kondisi ini menjadi bukti bahwa Bali tetap menjadi destinasi unggulan di tengah isu sepi wisatawan lokal (ANTARA News, 2025).
Data Daerah: Dispar Bali Bantah Bali Sepi
Dinas Pariwisata Provinsi Bali turut menepis anggapan bahwa Bali sepi saat libur Nataru. Jumlah kunjungan wisatawan selama periode liburan akhir tahun tetap tinggi dan aktivitas pariwisata berjalan normal di berbagai destinasi utama (Bola.com, 2025).
Salah satu destinasi yang tetap ramai adalah Tanah Lot. Kawasan wisata tersebut dipadati sekitar 5.000 wisatawan setiap hari selama libur Nataru, menunjukkan bahwa minat berwisata ke Bali masih kuat (BeritaSatu, 2025).
Faktor Penurunan Wisatawan Lokal
Cuaca dan Mitigasi Industri Pariwisata
Faktor cuaca menjadi salah satu alasan utama berkurangnya wisatawan domestik. Menghadapi kondisi tersebut, sejumlah hotel di Bali menyiapkan program indoor sebagai strategi mitigasi cuaca agar wisatawan tetap nyaman berlibur (ANTARA News, 2025).
Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya tarik Bali di tengah musim hujan dan memastikan pengalaman wisata tetap optimal bagi pengunjung.
Mobilitas dan Akses Transportasi
Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat lonjakan penumpang selama periode libur akhir tahun. Peningkatan arus penumpang, yang menandakan bahwa mobilitas wisatawan ke Bali masih tinggi meskipun muncul isu penurunan kunjungan (ANTARA News, 2025).
Berdasarkan data dan pernyataan resmi, isu bali sepi wisatawan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi lapangan. Penurunan kecil pada wisatawan domestik tertutupi oleh stabilnya kunjungan wisatawan mancanegara serta ramainya destinasi unggulan di Bali.
Untuk mengetahui perkembangan terbaru pariwisata dan isu nasional lainnya, pembaca dapat terus mengikuti liputan mendalam dan berita terkini hanya di Garap Media.
Referensi
