Bahlil Kritik Syarat TOEFL LPDP Terlalu Tinggi: Itu Buat Orang Kaya

Last Updated: 9 March 2026, 09:55

Bagikan:

toefl lpdp
Foto: Liputan6
Table of Contents

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengkritik keras syarat skor Test of English as a Foreign Language (TOEFL) bagi calon penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Syarat TOEFL dinilai terlampau tinggi sehingga sering kali hanya dipenuhi anak orang kaya.

“Jangan disuruh syaratnya itu harus bahasa Inggris TOEFL 700, 800, ya itu mah orang-orang kaya saja (yang bisa),” kata Bahlil saat Safari Ramadan dan silaturahmi di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Nagrog, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, ada diskriminasi bagi calon penerima LPDP. Sebab, santri berprestasi sering kali tak bisa mendapatkan beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri lantaran skor TOEFL rendah.

“Saya pikir ini harus kita suarakan terus-menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik, toh mereka juga anak bangsa,” tegas Bahlil.

Dia menegaskan, kualitas seseorang tidak bisa hanya diukur dari latar belakang sekolah formal yang mentereng. Aplagi hanya dari skor TOEFL.

“Saya termasuk salah satu yang menganut mazhab sekolah tidak menjamin kualitas seseorang. Yang menjamin kualitas seseorang itu adalah orang itu sendiri,” ujarnya.

Bahlil Minta Porsi LPDP untuk Santri

Bahlil menyatakan akan menginstruksikan Fraksi Partai Golkar di DPR RI untuk memperjuangkan porsi LPDP yang lebih proporsional bagi para santri. Dia meyakini santri memiliki modal aqidah, moral, dan intelektual yang sangat kuat untuk bersaing di level global. Bahlil menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali santri yang dikenal dengan ‘kaum sarungan’.

“Belum tentu sekolah bagus yang sekarang umum-umum itu kualitasnya lebih hebat dibandingkan dengan pesantren,” tuturnya.

Pesan untuk Santri

Selain menyinggung kebijakan beasiswa, pria yang pernah melakoni profesi sebagai kondektur angkot ini juga memotivasi para santri untuk tidak minder dengan keterbatasan ekonomi. Bahlil menekankan bahwa di era kompetisi global saat ini, kecepatan eksekusi jauh lebih penting daripada sekadar kekuatan modal.

“Masa depan bukan milik orang paling kaya atau paling kuat, tapi milik mereka yang cepat bergerak. Yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” pungkasnya.

Kunjungan Bahlil di Ponpes Azzainiyyah ini ditutup dengan takziah ke makam almarhum Pangersa Uwa (KH Zezen Zainal Abidin) dan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa di tengah suasana syahdu bulan suci Ramadan.

Penutup

Kritik Bahlil terhadap syarat TOEFL LPDP menyoroti pentingnya keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, termasuk santri. Pernyataan ini menekankan bahwa kualitas seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang sekolah atau skor TOEFL, melainkan oleh kemampuan dan potensi individu itu sendiri.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar pendidikan, beasiswa, program pendidikan, kebijakan publik, karir, dan pengembangan karir hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /