Orang Bermuka Dua – Mereka yang menunjukkan perilaku berbeda di depan orang lain. Dalam Islam, sifat ini sangat tercela karena menimbulkan ketidakjujuran, konflik, dan merusak hubungan sosial.
Selain merusak hubungan antarindividu, sifat bermuka dua juga dapat melemahkan keimanan seseorang. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjauhi sifat ini agar tercipta masyarakat yang jujur, harmonis, dan berakhlak mulia.
Mengenal Orang Bermuka Dua
Definisi dan Ciri-Ciri
Orang yang tampak ramah dan loyal di hadapan orang lain, namun sebenarnya perilakunya bertentangan dengan perkataannya. Sifat ini disebut juga dzul-wajhain dalam literatur Islam (Muslim.or.id, 2024).
Ciri-ciri umum:
- Tidak konsisten antara perkataan dan tindakan
- Memanipulasi situasi demi keuntungan pribadi
- Menyebarkan informasi yang menyesatkan
- Mengutamakan kepentingan diri di atas kebenaran
Baca juga: 3 Ciri Orang Munafik yang Harus Diwaspadai
Dampak Orang Bermuka Dua Menurut Islam
Dampak pada Individu
Sifat bermuka dua mengikis kejujuran dan integritas seseorang. Individu dengan perilaku ini cenderung kehilangan kepercayaan dari orang lain dan berisiko jatuh ke dalam nifaq (munafik) (Detik, 2024; UIN Alauddin, 2024).
Dampak Sosial
Secara sosial, akan menimbulkan ketidakstabilan hubungan, mengurangi solidaritas, dan menimbulkan konflik. Masyarakat yang dipenuhi sifat ini mengalami krisis kepercayaan dan keharmonisan (Republika, 2024).
Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ”
“Dan di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ padahal mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.” (QS. Al-Baqarah: 8-9)
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang bermuka dua tampak beriman di hadapan manusia, tetapi sebenarnya tidak benar-benar beriman, sehingga perbuatan ini sangat dilarang dalam Islam (UIN Alauddin, 2024).
Cara Menghindari Sifat Bermuka Dua
Agar terhindar dari sifat tercela ini, lakukan langkah-langkah berikut:
- Tingkatkan kejujuran dalam setiap tindakan
- Selalu konsisten antara ucapan dan perilaku
- Perkuat keimanan melalui ibadah dan introspeksi diri
- Jauhi sikap manipulatif dan kepentingan pribadi yang merugikan orang lain
Penutup
Menyadari bahaya bermuka dua sangat penting bagi setiap Muslim. Menjauhi sifat ini akan menjaga keimanan, membangun hubungan sosial yang harmonis, dan menciptakan lingkungan yang jujur dan aman.
Jangan lewatkan berita inspiratif dan edukatif lainnya di Garap Media. Temukan wawasan yang menambah pengetahuan, kesadaran spiritual, dan bimbingan dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi:
- Detik. (2024). Ciri-ciri bermuka dua, seburuk-buruknya sifat menurut Islam. Retrieved from https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7672131/ciri-ciri-orang-bermuka-dua-seburuk-buruknya-sifat-menurut-islam
- Muslim.or.id. (2024). Definisi dzul-wajhain (bermuka dua) yang tercela. Retrieved from https://muslim.or.id/72029-definisi-dzul-wajhain-bermuka-dua-yang-tercela.html
- Republika. (2024). Siapa bermuka dua dan mengapa sangat bahaya menurut Rasulullah SAW? Retrieved from https://khazanah.republika.co.id/berita/slt998320/siapa-orang-bermuka-dua-dan-mengapa-sangat-bahaya-menurut-rasulullah-saw-part2
- UIN Alauddin. (2024). Bermuka dua: Bahaya laten bagi keimanan. Retrieved from https://uin-alauddin.ac.id/tulisan/detail/bermuka-dua–bahaya-laten-bagi-keimanan-1024
