Bahaya FOMO di Era Digital: Waspadai Dampaknya!

Last Updated: 9 June 2025, 17:37

Bagikan:

Merasa tertinggal? Itulah FOMO—ketika layar kecil memicu kecemasan besar di era digital
Table of Contents

Jangan Ketinggalan! Ini Bahaya FOMO yang Mengintai Generasi Digital

Bahaya FOMO di era digital kini menjadi fenomena yang sering dialami, terutama oleh generasi muda yang aktif menggunakan media sosial. FOMO atau Fear of Missing Out merupakan ketakutan seseorang akan tertinggal dari informasi, tren, atau pengalaman yang dilakukan oleh orang lain.
Di tengah derasnya arus digital, FOMO bukan hanya memengaruhi pola pikir, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental, perilaku konsumtif, dan perasaan cemas yang berlebihan. Artikel ini akan mengulas tuntas bahaya FOMO di era digital serta solusi untuk mengatasinya.


Apa Itu FOMO?

Definisi FOMO

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang berarti ketakutan akan tertinggal dari sesuatu yang penting atau menyenangkan yang sedang terjadi, terutama jika hal itu terlihat dilakukan oleh orang lain. Istilah ini mulai populer bersamaan dengan meningkatnya penggunaan media sosial.

Menurut Psychology Today, FOMO adalah bentuk kecemasan sosial yang dipicu oleh persepsi bahwa orang lain memiliki pengalaman lebih menyenangkan daripada diri sendiri. FOMO biasanya menyebabkan seseorang terus memeriksa notifikasi, scroll media sosial tanpa henti, dan merasa cemas jika tidak terhubung secara online.

FOMO di Era Digital

Dengan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (dulu Twitter), orang dengan mudah membagikan momen bahagia, prestasi, atau gaya hidup glamor. Paparan terus-menerus terhadap unggahan semacam itu bisa membuat seseorang merasa kurang atau tertinggal. Inilah akar dari FOMO modern.


Dampak Negatif FOMO dalam Kehidupan

Kesehatan Mental

FOMO dikaitkan dengan meningkatnya tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Saat seseorang merasa hidupnya tidak sebaik orang lain yang mereka lihat di media sosial, muncul perasaan rendah diri dan tidak puas terhadap diri sendiri. Studi dari University of Essex menyebutkan bahwa FOMO secara signifikan berdampak pada kualitas tidur dan kesejahteraan emosional seseorang.

Kesehatan Finansial

Tak sedikit orang yang terdorong membeli barang-barang atau mengikuti tren karena tidak ingin tertinggal dari teman-temannya. FOMO bisa membuat seseorang boros demi tampil “update” di media sosial. Misalnya, membeli gadget terbaru atau ikut event hanya karena takut “tidak nyambung”.

Hubungan Sosial

Alih-alih mempererat hubungan, FOMO justru bisa menimbulkan rasa iri, cemburu, bahkan membuat seseorang menarik diri dari interaksi sosial karena merasa tidak selevel. Ironisnya, mereka bisa merasa kesepian meski memiliki banyak “teman” online.


Cara Mengatasi FOMO dengan Bijak

Sadari dan Akui Perasaanmu

Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu sedang mengalami FOMO. Tidak ada salahnya mengakui perasaan tersebut. Kesadaran diri adalah kunci awal untuk mengendalikan FOMO.

Kurangi Konsumsi Media Sosial

Cobalah puasa digital atau atur waktu penggunaan media sosial. Gunakan fitur “screen time” di ponselmu untuk memantau durasi kamu membuka aplikasi. Kamu juga bisa unfollow akun yang memicu perasaan tidak nyaman.

Fokus pada Kehidupan Nyata

Alihkan perhatian pada aktivitas yang membangun seperti membaca buku, olahraga, atau bersosialisasi langsung. Latih rasa syukur dengan mencatat hal-hal positif yang kamu alami setiap hari.

Tetapkan Tujuan Pribadi

Alih-alih membandingkan hidupmu dengan orang lain, lebih baik fokus pada pencapaian pribadi. Buat target yang realistis dan ukur kebahagiaan berdasarkan versi terbaik dirimu sendiri.


FOMO adalah tantangan nyata di tengah derasnya arus informasi dan eksistensi digital. Ketakutan untuk tertinggal bisa berdampak buruk jika tidak disadari sejak dini. Namun, dengan kesadaran diri dan strategi yang tepat, kamu bisa tetap terhubung dengan dunia tanpa kehilangan jati dirimu.

Yuk, bijak dalam menyikapi media sosial dan jangan biarkan FOMO menguasai hidupmu!
Baca berita, artikel, dan tips menarik lainnya hanya di Garap Media – tempat kamu terinspirasi, bukan terintimidasi!

Lampiran Referensi

  1. Psychology Today. 
  2. University of Essex. 
  3. McGinnis, L. P., & Gentry, J. W. (2020). FOMO and consumer behavior in digital environments. Journal of Consumer Research.

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /