Bahaya Child Grooming di Internet, Anak Rentan Jadi Korban Diam-diam

Last Updated: 12 January 2026, 05:01

Bagikan:

Bahaya Child Grooming
Ancaman child grooming kerap datang tanpa disadari, menyasar anak lewat ruang digital yang terlihat aman. Sumber gambar: Naukri Nama
Table of Contents

Kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak lagi hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga merambah ruang digital. Salah satu ancaman paling serius adalah child grooming, praktik manipulasi psikologis yang membuat anak menjadi korban tanpa menyadari bahwa dirinya sedang dieksploitasi.

Di Indonesia, meningkatnya penggunaan media sosial dan gim daring oleh anak membuka celah baru bagi pelaku kejahatan seksual. Minimnya pengawasan serta rendahnya literasi digital membuat child grooming kerap luput dari perhatian orang tua.

Apa Itu Child Grooming dan Mengapa Berbahaya

Child Grooming sebagai Kejahatan Tersembunyi

Child grooming adalah proses pendekatan yang dilakukan pelaku dewasa untuk membangun relasi emosional dengan anak dengan tujuan eksploitasi seksual. Psikolog menegaskan bahwa child grooming berbeda dengan pedofilia karena grooming menekankan proses manipulasi bertahap sebelum terjadinya kekerasan seksual (ANTARA News, 2025).

Bahaya child grooming terletak pada caranya yang halus dan tidak memaksa. Anak sering kali merasa sedang berinteraksi dengan teman atau sosok yang peduli, sehingga tidak menyadari adanya niat jahat di balik komunikasi tersebut.

Modus Child Grooming di Ruang Digital

Media Sosial dan Gim Online Jadi Sasaran

Pelaku child grooming kerap memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan, dan permainan daring untuk mendekati korban. Mereka menggunakan identitas palsu, berpura-pura sebaya, lalu memberikan perhatian intens agar anak merasa nyaman (ANTARA News, 2024).

Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku perlahan meminta foto pribadi, mengajak percakapan bernuansa seksual, hingga mengancam korban agar tidak melapor. Modus ini membuat anak terjebak dalam hubungan yang merugikan secara psikologis.

Dampak Child Grooming bagi Korban Anak

Trauma Psikologis dan Sosial

Dampak child grooming tidak selalu terlihat secara fisik. Anak yang menjadi korban berisiko mengalami trauma psikologis, rasa takut berlebihan, depresi, hingga kehilangan kepercayaan terhadap orang dewasa. Dalam beberapa kasus, korban juga mengalami penurunan prestasi belajar dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Menurut pernyataan Komisi Perlindungan Anak dan psikolog anak yang dikutip media nasional, trauma akibat child grooming dapat berlangsung jangka panjang apabila tidak ditangani secara tepat sejak dini (ANTARA News, 2025).

Peran Orang Tua dan Lingkungan

Pencegahan Child Grooming Sejak Dini

Pencegahan child grooming dimulai dari keluarga. Orang tua diimbau untuk aktif mengawasi aktivitas digital anak tanpa bersikap represif. Membangun komunikasi terbuka akan membuat anak merasa aman untuk bercerita jika mengalami hal mencurigakan di internet.

Selain itu, anak perlu dibekali pemahaman tentang batasan privasi, risiko berbagi data pribadi, serta keberanian untuk menolak dan melapor. Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga terus mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah manipulasi seksual daring (KemenPPPA, 2024).

Upaya Negara Melindungi Anak

Regulasi dan Edukasi Publik

Pemerintah Indonesia telah menegaskan komitmennya dalam melindungi anak dari kejahatan seksual digital melalui Undang-Undang Perlindungan Anak dan kampanye kesadaran publik. KemenPPPA secara khusus menyoroti maraknya child grooming dalam permainan daring dan media sosial.

Meski regulasi tersedia, efektivitas perlindungan anak tetap bergantung pada kesadaran masyarakat. Kolaborasi antara orang tua, sekolah, media, dan platform digital menjadi kunci utama memutus rantai child grooming.

Bahaya child grooming merupakan ancaman nyata di era digital yang menuntut kewaspadaan bersama. Anak membutuhkan perlindungan bukan hanya dari hukum, tetapi juga dari keluarga dan lingkungan terdekat.

Baca berita dan laporan mendalam lainnya seputar isu sosial, hukum, dan perlindungan anak hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terpercaya dan relevan.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /