BADIK: Film Horor Laga yang Angkat Budaya Bugis Makassar dan Nilai Siri’ Na Pacce
Film Badik menjadi salah satu karya terbaru perfilman Indonesia yang menggabungkan unsur aksi, drama, dan budaya lokal. Disutradarai oleh Dicky R. Malandindora, film ini menyoroti tradisi Bugis-Makassar dan nilai luhur yang melekat pada senjata tradisional badik. Film ini dijadwalkan tayang serentak pada 30 Oktober 2025 di seluruh bioskop tanah air (Sulselsatu, 2025).
Badik bukan sekadar tontonan aksi, melainkan juga perjalanan emosional seorang pemuda yang terjebak dalam misteri berdarah di kampus ternama. Cerita ini menggabungkan konflik modernitas dan tradisi, menampilkan nilai-nilai kehormatan serta tanggung jawab sosial yang kental dalam budaya Bugis-Makassar (Inikata, 2025).
Mengangkat Budaya Bugis-Makassar dalam Film Badik
Film Badik merupakan hasil kolaborasi antara Indora Global Film dan Pandawa Lima. Melalui kisahnya, film ini berusaha melestarikan nilai-nilai Siri’ na Pacce, konsep kehormatan dan empati yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bugis-Makassar. Pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep turut memberikan dukungan terhadap produksi ini karena dianggap sebagai upaya nyata pelestarian budaya daerah (Bonepos, 2025).
Cerita Badik berpusat pada dua kakak-beradik yang hidup di antara benturan tradisi dan modernitas. Tragedi di lingkungan kampus membuat sang adik, Badik, harus menghadapi rahasia kelam yang menjerat keluarganya. Konflik tersebut menjadi simbol perlawanan antara nilai kehormatan dan tekanan zaman modern (Sulselsatu, 2025).
Lokasi Syuting dan Visualisasi Khas Sulawesi Selatan
Salah satu daya tarik utama film Badik adalah keindahan visualnya. Proses syuting dilakukan di berbagai lokasi ikonik di Sulawesi Selatan seperti Makassar, Malino (Gowa), Pangkep, Ramang-Ramang, dan Leang-Leang (Maros). Pemandangan alam yang autentik memperkuat atmosfer cerita dan memperlihatkan keindahan budaya serta lanskap Sulawesi Selatan (Inikata, 2025).
Selain itu, penggunaan bahasa lokal dalam beberapa dialog memberikan sentuhan realistik dan memperkuat identitas film ini. Elemen tersebut menjadi pembeda yang signifikan dibandingkan film aksi Indonesia lainnya yang cenderung berfokus pada konflik modern.
Pesan Moral dan Filosofi Kehormatan
Filosofi badik sebagai simbol kehormatan masyarakat Bugis-Makassar menjadi inti narasi film ini. Dalam budaya Bugis, badik bukan sekadar senjata tajam, melainkan lambang keberanian dan tanggung jawab moral. Film ini berhasil menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah kehidupan modern dan persaingan akademik di lingkungan kampus.
Melalui film Badik, penonton diajak untuk merenungkan pentingnya menjaga identitas budaya dan nilai leluhur. Pesan yang diangkat relevan dengan generasi muda yang tengah menghadapi dilema antara mengejar kemajuan dan mempertahankan akar tradisi.
Kehadiran film Badik menjadi angin segar bagi industri perfilman nasional. Dengan mengusung nilai budaya yang kuat, film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pendidikan karakter dan refleksi moral. Dukungan berbagai pihak terhadap film ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Bagi para penonton yang haus akan kisah penuh makna dan visual menawan, film Badik layak menjadi tontonan wajib. Setelah menontonnya, jangan lupa untuk membaca berita dan ulasan film menarik lainnya di Garap Media agar tidak ketinggalan informasi seputar dunia hiburan lokal dan nasional.
Referensi:
