Back to the Past Pecahkan Rekor Box Office Asia, Kini Tayang di Bioskop XXI Indonesia

Last Updated: 14 January 2026, 17:03

Bagikan:

Back to the Past
Film Back to the Past resmi tayang di bioskop XXI Indonesia, menghadirkan aksi perjalanan waktu penuh nostalgia yang sukses memecahkan rekor box office Asia. Sumber gambar: Cinema XXI
Table of Contents

Film Hong Kong Back to the Past menjadi salah satu judul paling menyita perhatian di awal 2026. Film ini mencetak rekor box office di berbagai negara Asia dan kini resmi tayang di jaringan bioskop XXI Indonesia.

Mengadaptasi sekaligus melanjutkan kisah serial legendaris A Step into the Past, film ini dibintangi Louis Koo dan Raymond Lam. Kombinasi nostalgia, aksi, dan elemen perjalanan waktu menjadikannya tontonan yang dinantikan lintas generasi.

Sinopsis Lengkap Film Back to the Past

Back to the Past melanjutkan kisah perjalanan waktu yang pertama kali dikenal lewat serial televisi A Step into the Past. Cerita berfokus pada Ken, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara setelah menjadi korban vonis tidak adil. Dipenuhi amarah dan kekecewaan terhadap hidupnya, Ken memutuskan menggunakan teknologi mesin waktu untuk kembali ke masa Dinasti Qin.

Ambisi Ken tidak main-main. Ia ingin mengubah sejarah dengan merebut kekuasaan dan menjadi Kaisar Qin demi menciptakan masa depan yang menguntungkan dirinya. Namun, tindakannya justru memicu kekacauan besar pada garis waktu dan mengancam stabilitas sejarah.

Di sisi lain, Hong Siu‑lung yang selama ini hidup mengasingkan diri bersama keluarganya terpaksa kembali terlibat dalam konflik masa lalu. Hubungan lama, pengkhianatan, serta pertempuran antara murid dan guru kembali mencuat. Pertarungan mereka bukan hanya menentukan nasib pribadi, tetapi juga masa depan sebuah peradaban (Wikipedia, 2025).

Jadwal Tayang Back to the Past di Indonesia

Film Back to the Past resmi tayang di Indonesia melalui jaringan bioskop XXI mulai 21 Januari 2026. Penayangan ini menjadi bagian dari ekspansi distribusi Asia Tenggara setelah film tersebut sukses besar di Hong Kong dan Malaysia.

Hadirnya film ini di layar lebar Indonesia memberi kesempatan bagi penonton lokal, termasuk penggemar lama serial A Step into the Past, untuk menikmati kelanjutan ceritanya dalam format layar lebar dengan kualitas visual dan aksi yang lebih spektakuler.

Back to the Past Dominasi Box Office Asia

Rekor Pembukaan di Hong Kong

Film Back to the Past mencatat pembukaan spektakuler di Hong Kong. Pada hari pertama penayangannya, film ini meraih pendapatan tertinggi untuk kategori film lokal atau berbahasa Mandarin, memecahkan rekor box office harian (Deadline, 2026).

Dalam minggu pertamanya, pendapatan film ini mencapai sekitar HK$45,4 juta di Hong Kong dan Makau, menempatkannya di posisi puncak box office regional (South China Morning Post, 2026).

Sukses Besar di Malaysia

Tak hanya di Hong Kong, Back to the Past juga mencetak rekor di Malaysia. Film ini mengumpulkan pendapatan lebih dari RM10,2 juta hanya dalam 11 hari penayangan, menjadikannya film Hong Kong dengan capaian tercepat dalam beberapa tahun terakhir (Malay Mail, 2026).

Daya Tarik Utama Film Back to the Past

Reuni Pemeran Ikonik

Salah satu kekuatan utama film ini adalah kembalinya aktor-aktor utama dari serial televisinya. Louis Koo dan Raymond Lam kembali memerankan karakter ikonik yang telah melekat di benak penggemar sejak awal 2000-an (Malay Mail, 2026).

Aksi Sci-Fi dan Sejarah

Back to the Past memadukan konflik Dinasti Qin dengan konsep perjalanan waktu modern. Koreografi laga khas Hong Kong dipadukan dengan efek visual sci-fi, menciptakan tontonan yang dinamis dan relevan bagi penonton masa kini (The Guardian, 2026).

Rilis Internasional dan Respons Kritikus

Film ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mendapat perhatian internasional. Back to the Past dipastikan akan tayang di Amerika Utara melalui distributor Well Go USA, memperluas jangkauan film Hong Kong ke pasar global (Variety, 2026).

Sejumlah kritikus menilai film ini berhasil mempertahankan identitas aksi khas Hong Kong, meski tetap menghadirkan pembaruan visual dan narasi yang lebih modern (The Guardian, 2026).

Dampak bagi Industri Perfilman Hong Kong

Kesuksesan Back to the Past dianggap sebagai angin segar bagi industri perfilman Hong Kong yang sempat mengalami penurunan minat penonton. Film ini menunjukkan bahwa judul berbasis nostalgia, jika dikemas dengan kualitas produksi tinggi, masih mampu menarik pasar luas (South China Morning Post, 2026).

Kehadiran Back to the Past di bioskop XXI menjadi bukti kuat bahwa film Asia masih memiliki daya tarik besar di pasar regional. Rekor box office yang diraih mempertegas posisinya sebagai salah satu film paling berpengaruh di awal 2026.

Untuk berita film terbaru, ulasan box office, dan perkembangan hiburan Asia lainnya, jangan lewatkan artikel menarik setiap hari hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /