Ayam Lodho: Rahasia Gurih Warisan Trenggalek
Ayam lodho merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jawa Timur yang berasal dari wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Hidangan ini dikenal luas karena cita rasanya yang gurih, pedas, serta aroma asap yang khas dari proses pembakaran ayam sebelum dimasak dalam santan kental (Detik, 2023).
Seiring waktu, ayam lodho tidak lagi hanya hadir dalam acara adat atau hajatan keluarga. Kini, kuliner ini telah menjadi ikon wisata kuliner daerah yang banyak diburu wisatawan lokal maupun luar daerah (Kompas, 2022).
Sejarah dan Nilai Budaya Ayam Lodho
Asal-Usul Ayam Lodho di Jawa Timur
Ayam lodho berasal dari kawasan budaya Mataraman di Jawa Timur bagian selatan, khususnya Trenggalek dan Tulungagung. Kata “lodho” dalam bahasa Jawa merujuk pada proses memasak lama dengan santan hingga bumbu benar-benar meresap dan menghasilkan tekstur empuk (Budaya-Indonesia, 2017).
Dalam tradisi masyarakat setempat, ayam lodho dulunya menjadi sajian wajib dalam berbagai ritual adat seperti tasyakuran, pernikahan, hingga selamatan desa. Kehadirannya melambangkan rasa syukur, kebersamaan, serta penghormatan terhadap leluhur (Detik, 2023).
Ayam Lodho sebagai Warisan Budaya
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan lodho sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada tahun 2016. Penetapan ini memperkuat posisi ayam lodho sebagai bagian penting dari kekayaan budaya kuliner Nusantara (Kemendikbud, 2016).
Proses Memasak Ayam Lodho yang Unik
Dibakar Lebih Dulu, Baru Dimasak Santan
Keunikan ayam lodho terletak pada teknik memasaknya. Ayam kampung terlebih dahulu dibakar di atas bara api hingga setengah matang. Proses ini menghasilkan aroma asap yang kuat dan menjadi ciri khas utama dari hidangan ini (Budaya-Indonesia, 2017).
Setelah itu, ayam yang sudah dibakar kemudian dimasak kembali dalam kuah santan kental bersama bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, kunyit, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan cabai. Proses memasaknya dilakukan dengan api kecil dan waktu yang cukup lama agar bumbu benar-benar meresap.
Cita Rasa Gurih, Pedas, dan Smokey
Perpaduan antara santan, rempah-rempah, dan aroma bakaran menciptakan rasa gurih yang kompleks dengan sensasi pedas yang khas. Inilah yang membedakan ayam lodho dengan sajian ayam berkuah lain seperti opor atau gulai.
Ayam Lodho di Era Modern
Perkembangan zaman membuat ayam lodho tidak lagi terbatas sebagai menu tradisional hajatan. Kini, hidangan ini mulai banyak ditemukan di rumah makan khas Jawa Timur dan pusat kuliner daerah. Bahkan, beberapa warung legendaris di Trenggalek menjadikan ayam lodho sebagai menu utama yang menarik antrean wisatawan (Kompas, 2022).
Transformasi dari makanan ritual menjadi sajian komersial ini menunjukkan bahwa ayam lodho mampu beradaptasi dengan selera pasar tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
Mengapa Ayam Lodho Tetap Digemari
Pertama, ayam lodho menawarkan rasa autentik yang sulit ditiru oleh masakan modern. Proses memasak yang panjang dan penggunaan rempah alami menghasilkan rasa yang dalam dan khas.
Kedua, nilai sejarah dan budaya yang melekat membuat ayam lodho lebih dari sekadar makanan. Ia menjadi simbol identitas daerah sekaligus bentuk pelestarian tradisi kuliner Nusantara.
Ketiga, pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda membuat eksistensi ayam lodho semakin kuat di tingkat nasional, sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal dan mencicipinya.
Ayam lodho bukan hanya tentang rasa gurih dan pedas yang menggugah selera. Di balik sepiring ayam lodho, tersimpan sejarah panjang, nilai budaya, serta kearifan lokal masyarakat Jawa Timur yang terus dijaga hingga kini.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih banyak tentang kuliner tradisional, budaya daerah, hingga tren wisata terbaru, jangan lewatkan artikel-artikel menarik lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
