Awas! Gejala Sakit CMT Sering Diabaikan
Pernahkah Anda merasa sering kesemutan, lemas, atau kehilangan keseimbangan tanpa sebab jelas? Mungkin itu bukan hanya kelelahan biasa. Bisa jadi itu merupakan gejala CMT (Charcot-Marie-Tooth), yaitu penyakit saraf genetik yang menyerang sistem saraf tepi. Meskipun tidak sepopuler Parkinson atau Alzheimer, gejala CMT sering kali diabaikan atau keliru dianggap hal sepele. Padahal, penyakit ini dapat berdampak besar pada kualitas hidup penderitanya jika tidak dikenali sejak awal. Yuk, kenali lebih dalam tentang CMT agar bisa lebih waspada dan melakukan penanganan sejak dini!
Apa Itu Penyakit Charcot-Marie-Tooth (CMT)?
CMT adalah kelainan genetik yang menyerang saraf perifer, yaitu saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menyebabkan gangguan transmisi sinyal dari otak ke otot dan sebaliknya. Nama penyakit ini diambil dari tiga dokter yang pertama kali mengidentifikasinya: Jean-Martin Charcot, Pierre Marie, dan Howard Henry Tooth.
Penyakit ini bersifat progresif, artinya gejala akan semakin memburuk seiring waktu. Meskipun CMT bukan penyakit yang mematikan, dampaknya pada fungsi motorik dan kualitas hidup tidak bisa dianggap remeh.
Gejala Umum yang Sering Tidak Disadari
Salah satu alasan penyakit ini sering terlambat dideteksi adalah karena gejalanya mirip dengan kondisi lain yang lebih umum. Berikut adalah beberapa gejala khas CMT:
Kelemahan Otot Kaki dan Tangan
Gejala paling awal biasanya berupa kelemahan otot pada kaki, terutama di bagian bawah seperti betis dan pergelangan kaki. Penderita bisa kesulitan untuk mengangkat kaki saat berjalan (foot drop), sehingga mudah tersandung. Lama-kelamaan, otot tangan juga bisa melemah, menyulitkan aktivitas seperti menulis atau membuka botol.
Kelainan Bentuk Kaki
CMT bisa menyebabkan kelainan bentuk kaki, seperti lengkungan kaki yang terlalu tinggi (pes cavus) atau jari-jari kaki mencengkeram ke bawah (hammer toes). Bentuk kaki yang tidak normal ini dapat memengaruhi postur tubuh dan keseimbangan.
Hilangnya Sensasi dan Kesemutan
Penderita CMT sering mengeluhkan kesemutan, mati rasa, atau hilangnya sensasi di tangan dan kaki. Kondisi ini terjadi karena kerusakan pada serabut saraf sensorik.
Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi
Karena otot melemah dan sensasi berkurang, penderita bisa mengalami kesulitan menjaga keseimbangan, terutama saat berjalan di permukaan tidak rata atau dalam gelap.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama CMT adalah mutasi genetik yang diwariskan dari orang tua. Ada beberapa tipe CMT berdasarkan gen yang terlibat, di antaranya:
- CMT1: tipe paling umum, melibatkan kerusakan pada selubung mielin (lapisan pelindung saraf).
- CMT2: memengaruhi bagian dalam saraf (akson).
- CMTX: diwariskan melalui kromosom X dan lebih sering menyerang pria.
Karena bersifat genetik, riwayat keluarga dengan CMT meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis CMT dilakukan melalui beberapa tahap, seperti:
- Pemeriksaan fisik untuk melihat kekuatan otot, refleks, dan bentuk kaki.
- Elektromiografi (EMG) dan tes konduksi saraf untuk mengukur aktivitas listrik pada otot dan saraf.
- Tes genetik untuk memastikan tipe mutasi gen.
Apakah CMT Bisa Disembuhkan?
Hingga kini, belum ada obat untuk menyembuhkan CMT. Namun, pengobatan fokus pada mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup, antara lain:
- Fisioterapi untuk menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi.
- Alat bantu jalan seperti brace atau orthotic.
- Operasi untuk memperbaiki kelainan bentuk kaki pada kasus berat.
Charcot-Marie-Tooth bukanlah penyakit yang mematikan, tetapi bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang untuk mengelola kondisi ini dengan baik. Jangan abaikan gejala seperti kaki lemah atau sering kesemutan, karena bisa jadi itu tanda CMT. Tetap waspada dan terus edukasi diri!
Untuk informasi kesehatan menarik lainnya, jangan lupa baca artikel terbaru hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
