Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, dipuji karena berhasil meredakan ketegangan di ruang ganti selama tiga bulan terakhir sejak mengambil alih posisi dari Xabi Alonso. Secara umum, tampaknya keharmonisan di Valdebebas telah membaik, tetapi dalam satu kasus tertentu, Arbeloa tampaknya berselisih dengan salah satu pemainnya. Memasuki bulan Maret, bek Raul Asencio, adalah salah satu pemain Real Madrid yang paling konsisten, meskipun bermain dengan potensi cedera saat itu. Namun, pemain berusia 23 tahun itu, telah absen dalam enam pertandingan terakhir Madrid, yang konon karena ketidaknyamanan otot.
Namun, Marca kini mengungkapkan bahwa itu sebenarnya karena perselisihan dengan Arbeloa, dan dia telah berlatih seperti biasa selama sebulan terakhir. Awal masalah ini terjadi menjelang leg pertama melawan Manchester City, ketika Asencio sedang dalam performa terbaik, tetapi digantikan Dean Huijsen. Pemain asal Kepulauan Canary itu, merasa bahwa ia pantas bermain setelah berjuang mengatasi masalah fisik melawan Celta Vigo empat hari sebelumnya. Kemudian menjelang kemenangan 4-1 atas Elche, Asencio tiba di kantor Arbeloa dengan seorang dokter yang menyatakan pada menit terakhir bahwa ia tidak dapat bermain karena cedera.
Masalah Disiplin di Ruang Ganti
Seharusnya menjadi starter, Arbeloa terpaksa memanggil Antonio Rudiger, yang juga sedang berjuang untuk mendapatkan kebugaran bek asal Jerman itu sendiri sama sekali tidak senang, karena persiapan teliti yang dilakukannya untuk pertandingan jika ia harus bermain. Insiden itu tidak diterima dengan baik oleh Arbeloa, yang kemudian tidak hanya mengeluarkan Asencio dari skuad City minggu berikutnya untuk leg kedua, tetapi juga untuk derby Madrid. Ia melihatnya sebagai masalah disiplin ruang ganti, dan sebelum sesi latihan, Arbeloa bertanya, “Apakah ada yang ingin mengatakan sesuatu?”
Minta Maaf pada Rekan Setim
Raul Asencio menundukkan pandangannya dan tidak menjawab, sehingga ia absen dari skuad derby. Selama jeda internasional, Asencio akhirnya meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya, dan dengan demikian, kembali ke skuad Real Madrid melawan RCD Mallorca pada hari Sabtu. Kini dengan kembalinya Eder Militao dari cedera, Asencio memiliki tugas berat untuk kembali masuk ke dalam susunan pemain. Ia berada di belakang Huijsen, Rudiger, dan Militao dalam urutan prioritas. Karena Los Blancos beristirahat untuk leg kedua Liga Champions melawan Bayern Munchen, ia bisa kembali beraksi melawan Girona Jumat ini.
Catatan Buruk Alvaro Arbeloa
Sementara itu, kekalahan dari Bayern Munchen, beberapa waktu lalu, menambah catatan buruk bagi Arbeloa. Catatan dari Goal menunjukkan ini menjadi kekalahan keenam yang ia rasakan sejak mengambil alih tim pada Januari lalu. Dalam total 19 pertandingan di semua kompetisi, Arbeloa mencatatkan 13 kemenangan tanpa sekalipun bermain imbang. Statistik ini menunjukkan inkonsistensi yang mulai menjadi perhatian serius. Sebelum tumbang dari Bayern, Madrid di bawah Arbeloa juga sempat kalah dari Albacete di Copa del Rey. Selain itu, mereka juga takluk dari Benfica di Liga Champions serta Osasuna, Getafe, dan Real Mallorca di La Liga.
Penutup
Perselisihan antara Arbeloa dan Raul Asencio menjadi salah satu dinamika yang mewarnai perjalanan Real Madrid musim ini. Meski secara umum kondisi ruang ganti disebut membaik, kasus ini menunjukkan bahwa konflik internal masih bisa muncul kapan saja. Situasi tersebut juga menjadi perhatian penting bagi tim pelatih dalam menjaga stabilitas skuad.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar sepak bola, Real Madrid, La Liga, transfer pemain, hasil pertandingan, analisis taktik, perkembangan pemain muda, jadwal pertandingan, dan kabar terbaru dunia olahraga hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Real Madrid Beralasan Cedera, Pemain Ini Absen Gara-Gara Berselisih dengan Alvaro Arbeloa. Retrieved from https://www.liputan6.com/bola/read/6313073/real-madrid-beralasan-cedera-pemain-ini-absen-gara-gara-berselisih-dengan-alvaro-arbeloa
