Memencet Jerawat – Kebiasaan yang sering dilakukan untuk menghilangkan noda di wajah, tetapi tindakan ini tidak dianjurkan. Memencet jerawat dapat menimbulkan perlukaan pada kulit dan meninggalkan bekas yang sulit hilang.
Selain itu, jika jerawat dipencet dengan tangan yang tidak bersih, risiko infeksi akan meningkat dan peradangan kulit bisa bertambah parah. Artikel ini membahas penyebab jerawat, dampak memencet jerawat, serta langkah aman untuk menjaga kesehatan kulit.
Penyebab Timbulnya Jerawat
Jerawat dapat muncul karena beberapa faktor utama:
- Produksi minyak berlebihan
- Penumpukan sel kulit mati
- Sumbatan pada pori-pori kulit
- Infeksi oleh bakteri P. acnes
Pada usia akil balik, perubahan hormon memicu produksi minyak berlebihan sehingga jerawat mudah terbentuk. Cairan dari jerawat yang dipencet bukanlah penyebab utama jerawat baru, jerawat yang terus muncul lebih berkaitan dengan kondisi hormonal dan produksi minyak di kulit. Bila tidak ada komplikasi, jerawat biasanya dapat sembuh dalam 1 – 2 minggu (Alodokter, 2015).
Dampak Memencet Jerawat
1. Memperparah Infeksi
Memencet jerawat dapat mendorong bakteri ke lapisan kulit yang lebih dalam, memperparah infeksi, dan memicu peradangan. Kulit yang meradang akan tampak merah, bengkak, dan nyeri. Hal ini juga meningkatkan risiko munculnya jerawat baru di area sekitar jerawat lama.
2. Meninggalkan Bekas
Memencet jerawat dapat menimbulkan luka kecil pada kulit. Proses penyembuhannya sering meninggalkan bekas atau jaringan parut yang sulit dihilangkan. Bekas ini dapat memengaruhi penampilan wajah dalam jangka panjang (Alodokter, 2015).
Cara Mencegah Jerawat Kembali Timbul
1. Menjaga Kebersihan Wajah
- Cuci wajah dua kali sehari menggunakan sabun pembersih dan air hangat kuku.
- Pilih sabun khusus untuk tipe kulit berminyak jika diperlukan.
- Bersihkan wajah dengan gerakan memutar yang lembut, hindari menggosok terlalu keras.
- Hindari sabun pembersih wajah yang mengandung scrub saat wajah berjerawat.
- Keringkan wajah dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk lembut.
2. Penanganan Jerawat secara Medis
- Obat topikal seperti benzoyl peroxide, retinoid, atau antibiotik oles.
- Obat oral atau tablet, misalnya antibiotik.
- Chemical peeling untuk mengatasi jerawat.
- Injeksi jerawat dengan obat khusus.
- Laser resurfacing dengan sinar laser.
Jika jerawat terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai (Alodokter, 2015).
Penutup
Memencet jerawat bukanlah cara aman untuk mengatasi masalah kulit karena dapat memperparah infeksi dan meninggalkan bekas. Menjaga kebersihan wajah dan melakukan perawatan medis yang tepat merupakan langkah terbaik untuk mencegah jerawat bertambah.
Jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media untuk tips kesehatan kulit yang lebih lengkap. Temukan berbagai artikel bermanfaat yang membantu memahami cara merawat kulit dengan benar.
Referensi:
- Alodokter. (2015). Masalah Jerawat. Retrieved from https://www.alodokter.com/komunitas/topic/masalah-jerawat-3
