Apakah Memanah itu Sunnah Rasulullah SAW?

Last Updated: 1 November 2025, 21:00

Bagikan:

apakah memanah itu sunnah rasulullah saw
Foto: Canva / leversandpulleys
Table of Contents

Memanah – Menjadi salah satu aktivitas yang kini banyak digemari dan sering dikaitkan dengan pengamalan sunnah Rasulullah SAW. Kegiatan ini semakin populer di kalangan umat Islam yang meyakini bahwa latihan panah bernilai ibadah dan sarat makna spiritual. Dalam berbagai media sosial pun, ajakan untuk menghidupkan sunnah seperti memanah dan berkuda semakin marak dibicarakan sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW.

Namun, tidak semua tindakan Rasulullah SAW secara otomatis tergolong sunnah yang bernilai ibadah. Dalam memahami hadis, para ulama menekankan pentingnya membedakan antara perintah yang bersifat keagamaan (tujuan utama) dan budaya (sarana yang dapat berubah). Karena itu, diperlukan kajian mendalam untuk memahami hukum serta makna sejati dari praktik memanah dalam ajaran Islam.


Dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang Memanah

Salah satu dasar utama tentang memanah terdapat dalam Surah Al-Anfal ayat 60, yang berbunyi:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.”
(QS. Al-Anfal: 60)

Rasulullah SAW menafsirkan ayat ini dengan sabdanya:

أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ
“Ketahuilah, sesungguhnya yang dimaksud dengan kekuatan itu adalah memanah.”
(HR. Muslim)

Selain itu, dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menjelaskan hadis riwayat Uqbah bin Amir yang menyebut keutamaan seorang pemanah yang masuk surga karena anak panahnya. Ada pula hadis riwayat Ibnu Majah yang berbunyi:

“Barangsiapa yang mampu memanah lalu tidak memanah, maka ia telah bermaksiat kepada Rasulullah.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis-hadis tersebut menjadi dasar bagi sebagian umat Islam yang meyakini bahwa olahraga panah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilatih dan diajarkan (NU Online, 2017).


Pandangan Ulama tentang Hukum Memanah

Menurut pandangan para ulama, hadis-hadis tersebut perlu dipahami dalam konteks sejarahnya. Abdul Muhsin bin Hammad Al-Abbad, pensyarah Sunan Abu Dawud, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan sahabat berlatih memanah pada masa perang, ketika umat Islam kekurangan pasukan dan senjata. Panah saat itu adalah alat paling efektif untuk mempertahankan diri.

Sementara Ibnu Hajar menekankan bahwa inti ajaran tersebut bukan pada alatnya, melainkan pada tujuannya, yaitu menjaga kekuatan dan kesiapan umat Islam. Panah hanyalah sarana yang dapat berubah seiring perkembangan zaman. Maka, di masa kini, semangat yang sama dapat diwujudkan dengan menguasai teknologi, strategi, dan pengetahuan yang menjadi kekuatan umat modern (NU Online, 2017).


Manfaat Memanah dalam Perspektif Islam dan Kesehatan

Terlepas dari konteks kesunahannya, olahraga memanah memiliki banyak manfaat fisik dan mental. Dalam hadis riwayat An-Nasai, Rasulullah SAW bersabda:

“Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah kesia-siaan, kecuali empat perkara: senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.”
(HR. An-Nasai)

Hadis ini menunjukkan bahwa memanah bukanlah aktivitas yang sia-sia, melainkan dianjurkan karena mengandung banyak nilai positif. Berikut beberapa manfaatnya:

  • Melatih fokus dan konsentrasi.
  • Menumbuhkan kesabaran dan ketenangan emosi.
  • Mengasah keseimbangan dan koordinasi tubuh.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan disiplin.
  • Menguatkan otot serta ketahanan fisik.

Kini, olahraga tersebut juga berkembang menjadi cabang kompetitif internasional, termasuk di ajang Olimpiade, sekaligus menjadi sarana menghidupkan nilai-nilai kedisiplinan dan sportivitas dalam Islam (Bina Qurani, 2024).


Penutup

Memanah merupakan aktivitas yang memiliki nilai penting, baik dari sisi sejarah maupun manfaatnya bagi umat Islam. Berdasarkan penjelasan para ulama, kegiatan ini pernah menjadi sarana utama dalam menjaga kekuatan umat di masa Rasulullah SAW. Namun di era modern, maknanya dapat diperluas menjadi semangat untuk memperkuat diri melalui ilmu, teknologi, dan kesehatan. Dengan demikian, aktivitas tersebut tetap layak dilestarikan sebagai kegiatan positif dan bernilai sunnah dalam arti umum.

Temukan berita menarik lainnya seputar olahraga dan nilai-nilai Islam di Garap Media. Jangan lewatkan berbagai ulasan inspiratif yang memperkaya wawasan dan semangat beribadah Anda.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /