Makanan yang Disemutin – Saat kumpul-kumpul keluarga, mungkin ada saja makanan yang tersisa di meja makan. Jika tidak ditutup rapat, semut siap mengerumuni dan melahap sisa makanan tersebut. Kondisi ini membuat risiko kontaminasi bakteri meningkat meski hanya terlihat sedikit semut.
Rasanya sayang jika makanan langsung dibuang, sehingga beberapa orang terkadang mencoba membersihkan semut dan memakan bagian yang tampak bersih. Namun, cara ini tidak selalu aman karena makanan yang sudah dikerubungi semut tetap berisiko terkontaminasi bakteri. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih jelas.
Mengapa Makanan yang Disemutin Tidak Aman?
Makanan yang telah disemutin kebersihannya sudah terganggu. Semut bisa berasal dari lingkungan kotor, termasuk melewati kotoran atau bangkai binatang. Makanan yang dijilati semut sebaiknya langsung dibuang karena risiko kontaminasi mikroorganisme berbahaya seperti jamur, coliform, Escherichia coli, dan Salmonella.
Konsumsi makanan semacam ini dapat menyebabkan diare, mual, muntah, infeksi rongga mulut, bahkan reaksi menyengat di mulut. Aroma dan rasa makanan juga biasanya berubah, menurunkan selera makan (KlikDokter, 2022; Tentang Anak, 2025).
Risiko Kesehatan dari Makanan yang Disemutin
Jika semut yang termakan sedikit (1 – 2 ekor), biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Namun, jumlah banyak atau jenis semut berbahaya, seperti semut api, dapat menimbulkan:
- Rongga Mulut Tersengat: Semut api memiliki sengatan tajam yang bisa melukai rongga mulut dan menimbulkan infeksi.
- Diare: Baik semut rumahan maupun semut api berpotensi menimbulkan diare karena membawa bakteri dari lingkungan.
- Mual: Aroma khas semut dapat mengganggu sistem pencernaan, menimbulkan rasa mual.
Jika terpaksa ingin memakan makanan yang disemutin, sebaiknya panaskan atau masak kembali agar mikroorganisme berbahaya mati (KlikDokter, 2022; Tentang Anak, 2025).
Cara Menjaga Makanan dari Semut
Beberapa langkah pencegahan dapat diterapkan agar makanan tetap aman:
- Simpan makanan di wadah tertutup rapat atau kedap udara.
- Bersihkan sisa makanan dan remah-remah di area dapur secara rutin.
- Cuci alat makan segera setelah digunakan.
- Tutup celah atau retakan kecil yang bisa menjadi jalur masuk semut.
- Gunakan bahan alami pengusir semut seperti cuka putih, bubuk kopi, lemon, lada, atau tea tree oil.
- Simpan makanan di kulkas bila memungkinkan (Tentang Anak, 2025).
Penutup
Makanan yang sudah disemutin sebaiknya tidak dikonsumsi kembali karena berisiko membawa bakteri dan mikroorganisme berbahaya yang dapat menimbulkan diare, mual, muntah, dan infeksi mulut. Selain itu, mengonsumsi makanan tersebut juga dapat mengurangi kualitas nutrisi dan rasa asli makanan.
Untuk menjaga kesehatan, simpan makanan dalam wadah tertutup, bersihkan area makan, dan gunakan pengusir semut alami. Jangan lewatkan berita lainnya di Garap Media untuk tips kesehatan dan gaya hidup keluarga.
Referensi:
- KlikDokter. (2022). Makanan Dikerubungi Semut, Masih Boleh Dimakan?. Retrieved from https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/makanan-dikerubungi-semut-masih-boleh-dimakan
- Tentang Anak. (2025). Apakah Makanan yang Disemutin Boleh Dimakan Lagi?. Retrieved from https://tentanganak.com/artikel/makanan-disemutin/
