Apakah Kentang Berwarna Hijau Aman Dikonsumsi? Kenali Risiko dan Cara Aman Mengonsumsinya

Last Updated: 26 February 2026, 12:33

Bagikan:

kentang hijau
Foto: Petitchef
Table of Contents

Kentang merupakan bahan pangan pokok yang sering dijumpai dalam berbagai masakan. Namun, tidak sedikit orang menemukan kentang hijau, yakni kentang yang berubah warna menjadi kehijauan, dan bertanya-tanya apakah masih aman untuk dikonsumsi.

Perubahan warna tersebut terjadi secara alami akibat peningkatan kadar senyawa tertentu di dalam kentang. Jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tinggi, senyawa ini dapat memicu gejala keracunan seperti mual, muntah, dan nyeri perut. Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi kentang sebelum diolah agar tetap aman dikonsumsi.

Kentang Hijau Dianggap Berbahaya

Kentang hijau menjadi tanda adanya peningkatan kadar solanin, yaitu senyawa glikoalkaloid alami pada tanaman kentang. Solanin berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Namun, ketika kadarnya meningkat, senyawa ini justru berpotensi membahayakan manusia.

Menurut Dr Andi Early Febrinda, Dosen Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, peningkatan kadar solanin pada kentang hijau membuatnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Kentang dalam kondisi ini sedang berada pada fase pertahanan alami sehingga kandungan solaninnya lebih tinggi dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Mengonsumsi Kentang Hijau Bisa Memicu Gejala Keracunan

Konsumsi kentang hijau dengan kadar solanin tinggi dapat memicu gejala keracunan dalam beberapa jam setelah dikonsumsi. Tingkat keparahan bergantung pada jumlah solanin yang tertelan dan kondisi tubuh masing-masing. Gejala yang muncul umumnya berupa mual, muntah, sakit perut, dan diare. Selain gangguan pencernaan, dapat terjadi keluhan pada sistem saraf seperti sakit kepala, pusing, sensasi kebas atau kesemutan, serta kelemahan otot. Dalam kondisi lebih berat, keracunan solanin bisa menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan tekanan darah, hingga gangguan irama jantung.

Rasa pahit yang kuat setelah mengonsumsi kentang juga menjadi indikator kadar solanin tinggi. Anak-anak dan lansia memiliki risiko lebih besar mengalami gejala yang lebih cepat dan parah karena massa tubuh yang lebih kecil dan daya tahan tubuh yang cenderung lebih lemah.

Memasak Kentang Hijau Tidak Menghilangkan Racunnya

Banyak orang beranggapan bahwa memasak dapat menghilangkan racun pada kentang hijau. Namun, solanin merupakan senyawa yang tahan panas. Proses memasak seperti merebus, menggoreng, atau mengukus tidak efektif menurunkan kadar solanin secara signifikan.

Senyawa ini baru rusak pada suhu di atas 300 derajat Celsius, suhu yang tidak tercapai dalam proses memasak rumahan. Bahkan, merebus kentang hanya mampu mengurangi kandungan solanin sekitar satu persen saja. Oleh karena itu, mengandalkan proses memasak untuk menghilangkan racun pada kentang hijau bukanlah langkah yang tepat.

Risiko Kesehatan yang Ditimbulkan

Jika tetap dikonsumsi, kentang hijau dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti mual, muntah, rasa pahit yang kuat, kram perut, dan diare. Dalam jumlah lebih banyak, risikonya dapat semakin serius dan membahayakan sistem pencernaan.

Gejala yang lebih berat bahkan dapat meliputi rasa terbakar di mulut, kram perut hebat, diare berat, hingga pendarahan internal. Apabila warna hijau hanya terdapat pada sebagian kecil kentang, bagian tersebut dapat diiris dan dibuang. Namun, jika warnanya sudah dominan atau rasanya sangat pahit, sebaiknya kentang tidak dikonsumsi sama sekali.

Tips Aman Mengonsumsi dan Menyimpan Kentang

Pilih kentang dengan kondisi kulit mulus, tidak memar, tidak bertunas, dan tidak menunjukkan warna kehijauan. Jika terdapat sedikit bagian hijau atau tunas, kupas dan buang bagian tersebut secara menyeluruh karena konsentrasi solanin paling tinggi berada di area itu.

Simpan kentang di tempat sejuk, gelap, dan kering dengan sirkulasi udara baik. Hindari paparan cahaya langsung dan jangan menyimpannya di kulkas. Gunakan wadah berventilasi seperti keranjang atau kantong kertas, serta jauhkan dari bawang dan buah-buahan yang menghasilkan gas etilen. Lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kentang tetap dalam kondisi baik.

Penutup

Warna hijau pada kentang bukan sekadar perubahan tampilan, melainkan tanda adanya peningkatan kadar solanin yang berpotensi membahayakan kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih, mengolah, dan menyimpan kentang agar terhindar dari risiko keracunan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, tips gizi, keamanan pangan, gaya hidup sehat, informasi medis, dan edukasi keluarga hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /