Apa itu obligasi – Banyak orang ingin mulai berinvestasi tapi takut dengan risiko pasar saham yang naik-turun secara ekstrem. Di sisi lain, menabung di bank saja sering kali bunganya tergerus inflasi. Kalau kamu berada di posisi ini, kamu butuh instrumen penengah: lebih menguntungkan dari deposito, tapi lebih stabil dari saham. Jawabannya adalah obligasi.
Tapi, sebelum kamu menyetor uangmu, kamu harus paham dulu dasarnya agar tidak salah langkah.
Apa Itu Obligasi?
Secara sederhana, apa itu obligasi? Mengutip definisi dari IDX, obligasi adalah surat utang jangka menengah hingga panjang yang dapat dipindahtangankan.
Bayangkan: Pemerintah atau perusahaan butuh dana segar untuk proyek pembangunan atau ekspansi bisnis. Alih-alih meminjam ke bank, mereka menerbitkan surat utang (obligasi) yang bisa kamu beli. Artinya, saat kamu membeli obligasi, kamu sedang meminjamkan uang ke penerbit tersebut.
Sebagai gantinya, penerbit wajib mengembalikan pokok pinjamanmu saat jatuh tempo, plus memberikan bunga (disebut kupon) secara berkala. Karena adanya jadwal pembayaran kupon yang pasti inilah obligasi sering disebut sebagai investasi pendapatan tetap (fixed income).
Baca Juga: 6 Langkah Awal Financial Freedom. Simak Selengkapnya!
Cara Kerja Obligasi
Supaya semakin tergambar, mari kita bedah mekanismenya. Proses investasi obligasi sebenarnya sangat sederhana:
- Penerbitan: Pemerintah atau korporasi merilis obligasi dengan target dana tertentu.
- Pembelian: Kamu sebagai investor membeli obligasi tersebut (memberikan pinjaman).
- Pembayaran Kupon: Penerbit membayar bunga (kupon) ke rekeningmu secara rutin (tiap bulan atau per 6 bulan) sampai batas waktu tertentu.
- Jatuh Tempo: Saat masa berlaku obligasi habis, uang pokok yang kamu pinjamkan di awal akan dikembalikan 100% utuh.
Mekanisme ini sangat cocok untuk pemula yang ingin cashflow rutin tanpa harus memantau grafik setiap jam.
Keuntungan Berinvestasi Obligasi
Kenapa banyak investor kakap menyarankan obligasi untuk diversifikasi? Berikut adalah ringkasan keuntungan utamanya (disarikan dari berbagai sumber perbankan seperti Maybank):
1. Keamanan Terjamin Undang – Undang
Khusus untuk Obligasi Negara (SBN), pembayaran pokok dan kuponnya dijamin langsung oleh negara melalui UU No. 24 Tahun 2002. Risiko gagal bayarnya nyaris nol.
2. Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Deposito
Secara historis, rata-rata kupon obligasi memberikan persentase keuntungan yang lebih kompetitif dibandingkan bunga deposito bank BUMN pada umumnya.
3. Passive Income Rutin
Kamu akan menerima pendapatan tetap berupa kupon yang langsung ditransfer ke rekening. Nilai kupon ini sudah ditetapkan di awal, jadi kamu bisa menghitung estimasi keuntunganmu dengan pasti.
4. Bisa Dicairkan Kapan Saja (Likuid)
Butuh uang mendadak? Mayoritas obligasi (kecuali jenis tertentu seperti ST/SBR yang punya periode khusus) bisa kamu jual kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Harganya mengikuti harga pasar saat itu.
5. Potensi Capital Gain
Jika kamu menjual obligasi di pasar sekunder saat harganya sedang naik (lebih tinggi dari harga beli), kamu akan mendapatkan keuntungan tambahan atau capital gain.
Jenis-Jenis Obligasi
Sebelum membeli, kenali dulu jenis produknya agar sesuai dengan profil risikomu. Berdasarkan penerbitnya, obligasi dibagi menjadi tiga kategori utama (dirangkum dari klasifikasi BNI):
1. Obligasi Pemerintah (SBN)
Ini adalah surat utang yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Indonesia. Tujuannya untuk membiayai anggaran negara. Contoh produknya:
- Seri FR (Fixed Rate): Kupon tetap.
- Seri VR (Variable Rate): Kupon mengambang mengikuti suku bunga acuan.
- Sukuk Negara: Obligasi berbasis syariah.
- ORI & Sukuk Ritel: Versi ritel yang bisa dibeli warga negara perorangan dengan modal terjangkau.
2. Obligasi Korporasi
Surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan, baik BUMN maupun swasta nasional. Karena diterbitkan perusahaan, risikonya sedikit lebih tinggi dibanding obligasi negara, namun biasanya menawarkan kupon yang lebih besar. Pastikan kamu mengecek rating kredit perusahaannya sebelum membeli.
3. Obligasi Ritel
Ini adalah “primadona” bagi investor individu. Pemerintah menerbitkan obligasi khusus (seperti ORI, SBR, Sukuk Ritel, dan Sukuk Tabungan) yang bisa dibeli secara eceran dengan modal mulai dari Rp1 juta saja. Pembeliannya sangat mudah, bisa melalui aplikasi bank atau mitra distribusi resmi.
Kesimpulan
Memahami apa itu obligasi adalah langkah awal cerdas untuk mengamankan kondisi finansialmu. Instrumen ini menawarkan keseimbangan antara keamanan dan keuntungan yang lebih baik daripada sekadar menabung biasa.
Jika kamu tipe investor yang mencari ketenangan pikiran, pendapatan rutin, dan risiko yang terukur, obligasi, terutama obligasi negara, adalah pilihan yang sangat tepat untuk masuk ke dalam portofoliomu tahun ini.
Update terus artikel lainnya seputar keuangan hanya di Garap Media.
Referensi
- IDX. (n.d). Surat Utang Obligasi.
- Maybank. (n.d). Obligasi.
- BNI. (n.d). Produk Investasi Obligasi.
