Koin Manta Network menjadi sorotan di Indonesia setelah pemberitaan mengenai penurunan harga ekstrem yang menyebabkan banyak investor mengalami kerugian besar. Isu ini ramai diperbincangkan karena sebelumnya koin tersebut dipromosikan memiliki potensi keuntungan tinggi dalam waktu singkat (Katadata.co.id, 2026).
Di balik dinamika pasar tersebut, Manta Network merupakan proyek blockchain yang mengusung teknologi privasi berbasis zero-knowledge proof (ZK). Token MANTA dikembangkan untuk mendukung ekosistem Web3 yang menekankan keamanan data dan efisiensi transaksi, meskipun tetap memiliki risiko investasi yang tinggi.
Apa Itu Koin Manta Network
Koin manta network adalah token kripto bernama MANTA yang digunakan dalam ekosistem Manta Network, sebuah proyek blockchain modular yang berfokus pada privasi dan skalabilitas.Manta Network dirancang untuk memungkinkan transaksi dan pengembangan aplikasi terdesentralisasi dengan tingkat privasi lebih tinggi dibandingkan blockchain konvensional (Blockchain Media Indonesia, 2025).
Manta Network memanfaatkan teknologi zero-knowledge proof yang memungkinkan validasi transaksi tanpa harus membuka informasi sensitif kepada publik. Pendekatan ini membuat proyek tersebut relevan bagi pengembangan DeFi, identitas digital, dan aplikasi Web3 lainnya yang membutuhkan perlindungan data pengguna.
Teknologi di Balik Manta Network
Manta Network dibangun sebagai ekosistem modular yang terdiri dari dua jaringan utama, yaitu Manta Pacific dan Manta Atlantic (CoinMarketCap CMC AI, 2026). Manta Pacific berfungsi sebagai jaringan Layer-2 berbasis Ethereum yang menawarkan biaya transaksi lebih rendah dan kecepatan tinggi untuk aplikasi zero-knowledge.
Sementara itu, Manta Atlantic berperan sebagai jaringan Layer-1 yang fokus pada layanan privasi, termasuk pengelolaan identitas digital berbasis ZK. Kombinasi dua jaringan ini bertujuan untuk menjawab tantangan utama blockchain, yaitu skalabilitas dan privasi.
Fungsi dan Peran Token MANTA
Koin manta network memiliki peran penting dalam operasional ekosistem Manta Network. Token MANTA digunakan sebagai alat pembayaran biaya transaksi di jaringan, khususnya pada Manta Atlantic (CoinMarketCap CMC AI, 2026).
Selain itu, token ini juga digunakan untuk mekanisme staking guna mendukung keamanan jaringan serta memberikan hak partisipasi dalam governance. Dengan sistem tersebut, pemegang MANTA dapat terlibat langsung dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan protokol ke depan.
Kontroversi dan Pemberitaan di Indonesia
Nama koin manta network semakin dikenal publik Indonesia setelah muncul laporan kerugian investor akibat penurunan harga yang sangat tajam. Harga MANTA sempat anjlok hingga sekitar 96 persen dari level tertingginya, memicu laporan polisi terkait dugaan promosi investasi yang menyesatkan (Katadata.co.id, 2026).
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pergerakan harga kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan promosi, bukan semata-mata oleh kekuatan teknologi yang dimiliki proyek tersebut.
Performa Harga dan Risiko Investasi
Harga MANTA mengalami fluktuasi signifikan dalam periode tertentu. Pada Februari 2025, harga token ini tercatat turun lebih dari enam persen dalam 24 jam, mencerminkan tingginya volatilitas aset kripto (Pintu News, 2025).
Kondisi ini menegaskan bahwa investasi pada koin manta network mengandung risiko tinggi. Investor perlu mempertimbangkan faktor fundamental proyek serta kondisi pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Koin manta network merupakan bagian dari inovasi blockchain berbasis privasi yang menawarkan solusi teknologi menarik di ekosistem Web3. Namun, kasus penurunan harga dan kerugian investor menunjukkan bahwa potensi teknologi tidak selalu sejalan dengan performa harga token.
Untuk memahami perkembangan aset kripto secara lebih objektif, pembaca disarankan mengikuti berita dan analisis terpercaya. Temukan ulasan dan informasi teknologi finansial lainnya hanya di Garap Media, agar setiap keputusan investasi didasarkan pada data dan pemahaman yang matang.
