Isu dugaan ledakan tambang Antam di kawasan Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu kepanikan publik. Narasi yang beredar bahkan menyebut adanya ratusan pekerja tewas dan terjebak di dalam tambang.
Namun, berdasarkan penelusuran dari sejumlah media nasional dan lokal yang kredibel, informasi tersebut dipastikan tidak benar. PT Aneka Tambang Tbk (Antam), pemerintah daerah, hingga Basarnas menyatakan bahwa tidak pernah terjadi ledakan di area tambang tersebut.
Klarifikasi Antam Soal Ledakan Tambang Antam
PT Aneka Tambang Tbk secara resmi membantah kabar adanya ledakan di area Tambang Emas Pongkor. Sekretaris Perusahaan Antam menegaskan bahwa isu yang menyebutkan tambang meledak merupakan informasi hoaks yang tidak didukung fakta lapangan.
Antam memastikan seluruh aktivitas operasional tambang berjalan normal dan seluruh pekerja dalam kondisi aman. Tidak ditemukan kerusakan akibat ledakan maupun korban jiwa sebagaimana diklaim di media sosial (ANTARA News, 2026).
Klaim 700 Korban Tewas Dipastikan Tidak Benar
Salah satu narasi paling menghebohkan adalah klaim adanya sekitar 700 korban tewas akibat ledakan tambang. Antam secara tegas membantah klaim tersebut dan menyebut informasi itu sama sekali tidak berdasar.
Angka “700” yang beredar kemungkinan berasal dari kesalahpahaman istilah teknis tambang terkait level atau kedalaman tambang, bukan jumlah korban. Antam memastikan tidak ada satu pun pekerja yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut (detikJabar, 2026).
Asap di Tambang Bukan Akibat Ledakan
Isu ledakan mencuat setelah beredarnya video kepulan asap dari dalam area tambang. Asap tersebut berasal dari kayu penyangga tambang yang terbakar akibat kondisi teknis tertentu.
Pihak Antam menegaskan bahwa tidak ada penggunaan bahan peledak pada saat kejadian. Asap yang muncul langsung ditangani sesuai prosedur keselamatan kerja, sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar (detikNews, 2026).
Pemerintah Daerah Pastikan Tidak Ada Korban
Pemerintah Kabupaten Bogor turut memberikan klarifikasi atas isu yang beredar. Bupati Bogor menyatakan bahwa hasil pengecekan langsung ke lokasi memastikan tidak ada korban jiwa maupun pekerja yang terjebak di dalam tambang.
Situasi di area tambang telah dinyatakan aman dan terkendali. Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya (detikNews, 2026).
Respons Basarnas dan Prosedur Siaga
Meski tidak ditemukan ledakan, Basarnas tetap disiagakan sebagai langkah antisipasi setelah adanya laporan kebakaran di area PT Antam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jika dibutuhkan proses evakuasi atau bantuan teknis.
Siaga Basarnas merupakan bagian dari prosedur standar keselamatan, bukan karena adanya bencana besar. Hingga proses pemantauan selesai, tidak ditemukan korban maupun kondisi darurat lanjutan (ANTARA News, 2026).
Viral di Media Sosial dan Klarifikasi Antam
Video yang viral di media sosial bukanlah dokumentasi ledakan, melainkan proses penanganan kondisi teknis di dalam tambang. Video tersebut kemudian disalahartikan dan dikaitkan dengan narasi ledakan.
Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan potongan video tanpa konteks yang jelas karena dapat memicu kesalahpahaman dan keresahan publik (SindoNews, 2026).
Kasus hoaks ledakan tambang Antam menunjukkan pentingnya verifikasi informasi di era digital. Penyebaran kabar yang tidak akurat dapat menimbulkan kepanikan serta merugikan banyak pihak.
Untuk mendapatkan berita faktual dan terpercaya lainnya seputar isu nasional dan daerah, pembaca diimbau mengikuti kanal berita Garap Media yang menyajikan informasi berdasarkan sumber resmi dan kredibel.
Referensi
